iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…sebuah tindakan pekok dilakukan pembalap Italia Romano Fenati yang menarik tuas rem Stefano Manzi 225km/jam. Insiden yang dinilai sangat berbahaya karena bisa mencelakakan pembalap lain ini langsung direspon dengan keras oleh komisi safety yang memberikan sangsi black flag selama 2 seri alias tidak boleh membalap selama dua race. Tapi keputusan tersebut dianggap tidak cukup dan yang paling cocok adalah bekukan selamanya Romano….!!!

Opini ini dilontarkan Cal Cruthlow yang begitu geram dengan tindakan Fenati yang sangat tidak bertanggung jawab karena bisa mengancam nyawa pembalap lain…” Menurutku?dia seharusnya tidak boleh membalap lagi. Dia boleh berjalan kembali ke garasi tapi timnya seharusnya langsung menendang punggungnya…..

?Kamu tidak boleh melakukan ini kepada pembalap lain. Kami sudah cukup mempertaruhkan nyawa kami dan jika seseorang meraih rem motormu – tentu saja pasti ada kontak sebelumnya, tapi itu hal yang biasa…bersenggolan dan inilah balapan. tapi menarik tuas rem saat kita melaju kencang dilintasan lurus – dia layak ditendang langsung….” cetus Cal geram….

iklan iwb
” Aksi Romano fenati di Moto3 dan Moto2….”

Reaksi serupa juga dilemparkan Marc Marquez. Menurutnya race director harusnya lebih keras terhadap Fenati. ” Race direction?yang harus memutuskan dan mereka perlu memahami situasi penuh. Mereka harus memberikan penalti yang tidak akan dilakukan oleh pembalap lain karena jika kamu memberikan penalti yang keras maka itu akan menjadi penalti yang mengatakan ‘hei jika kamu melakukan ini, kamu tidak akan bisa race kembali...” tukas Marc….

Sebagai informasi, Romano Fenati telah menerima hukuman pelarangan dua balapan setelah insidennya dengan Stefano Manzi ketika balapan Moto2 di Misano. Insiden ini berawal dari kontak yang terjadi dengan Manzi sehingga memaksa keduanya melebar pada T7. Tidak terima Fenati langsung mengejar Manzi dan menarik tuas rem padahal kecepatan motor mencapai 225 km/jam hingga motor Manzi sempat tergoncang. Wihhhh ngeri cak…asli pekok tenan ki bocah….

” Rossi mengeluarkan Fenati dari VR46 academy…..”

Dengan tindakannya tersebut, black flag selama 2 seri diberikan yang artinya Fenati tidak akan bisa membalap di Aragon dan Thailand. Fenati sendiri tidak pertama kali ini melakukan tindakan kurang ajar. Pada tahun 2015 rider mantan anak didik Valentino Rossi ini juga menendang motor Niklas Ajo. Tidak hanya itu, pada sesi warm up…Fenati juga mematikan mesin Ajo sehingga Ajo harus mendorong motornya berusaha menghidupkan kembali. Emang rada koplak ki bocah…

Last….karena sagala tingkah lakunya tersebut Romano Fenati dikeluarkan dari VR46 academy. Lemahnya kontrol emosi dianggap berbahaya dan harus dilakukan tindakan tegas. Kalau saran IWB sih Fenati disuruh ikut balap senggol tanah air wae cak…kuwi lho musuh rider Bondowoso sing biyen kuwi lho cak. Biar gebuk-gebukan pakai karung :mrgreen: . Menurut IWB….sebenarnya hukuman?Black Flag 2 seri Romano Fenati tidak cukup. IMHO harusnya dilarang minimal 6 seri atau benar kata Cal….dilarang selamanya. Nah…kalau menurut sampeyan piye cak, setuju dengan Cal atau nggak ???(iwb)

Aksi kepekokan Fenati yang berujung Black Blag 2 seri

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!