iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeeee….celotehan saat nongkrong bersama teman-teman bikers adalah saat menyenangkan bagi IWB karena dari sanalah kita akan mengetahui apa sih sebenarnya yang dirasakan oleh mayoritas bikers. Sebuah obrolan ngalor ngidul yang intens menyoroti masing-masing pabrikan dalam menelurkan produk-produknya ditanah air. Hingga pada satu titik, ada satu tema yang cukup menyita perhatian IWB yakni sebuah pertanyaan….Kenapa kualitas motor sekarang tidak seawet motor lawas ??

Kualitas memang berhubungan dengan material. Dan jika material bagus maka biasanya umur semua komponen juga bakal mengikuti. Masalahnya…..diera sekarang, hampir semua motor tidak seperti masa lalu….catet cak, tidak seperti masa lalu. ” Masa” yang dimaksud adalah era 1980-an atau mungkin diawal 1990-an. Mulai dari plastik doff yang cepat kusam, besi atau plat yang terkesan ringkih hingga panel speedometer yang tidak sesolid era lawas..

Dilalah sekarang levelnya hampir sama pakde. Mungkin ada perbedaan tiap brand tapi gapnya nggak jauh. Ada sih yang masih cukup konsisten dengan grade material cukup baik….setidaknya dibanding brand lainnya (IWB nggak nyebut nama merk biar lebih netral). Tapi secara umum, kalau sampeyan bandingin motor jaman dulu, soal material motor sekarang tetap bukan lawan. Pertanyaannya, kenapa itu terjadi ??? apa yang membuat motor modern tidak seawet motor lawas ?

iklan iwb

Sebelum kita menjawab, kita sendiri harus merenung….mau nggak dikasih motor dengan harga cenderung mahal dengan fitur seadanya. Maunya lengkap…tapi terjangkau, bener ora cak. Coba saja dikasih motor dengan fitur minim pasti dicaci maki. Lawong kurang parking lock atau side switch stand wae dibully padahal banderol wis paling miring. Iki fakta cak. Fakta bahwa tuntutan konsumen diera modern ini memang demikian…

Dari sana pabrikan akhirnya berusaha keras memenuhi permintaan pasar berdasarkan survei. Tantangan tersebut tidak mudah sebab kunci yang dipegang adalah banderol jangan sampai naik tinggi, tipis-tipis waelah namun fitur lengkap. Akhirnya yang mumet vendor dan pabrikan. Kualitas walau sesuai standart yang dipatok terpaksa dikurangin. Cost ditekan supaya banderol tetap kompetitif untuk memenuhi fitur yang berjibun. Otomatis yang tidak kasat oleh mata dikurangin yakni material. Dengan kekuatan mass production, akhirnya lahirlah motor-motor yang kita tunggangi sekarang. Dan motor ini jauhhhhh lebih murah dibandingkan motor era klasik yang awetnya jabang bajul…

Sebagai gambaran, untuk membeli satu unit motor diera 1970-1980-an…kita saat itu kudu menjual 4 ekor sapi. ” Nggak semua orang bisa beli karena mahal. Nilainya bisa setara sapi empat. Emang jamannya demikian. Motor dulu harganya kayak mobil sekarang. Belinya juga nggak ada kredit, harus cash. Jangan kaget kalau sekampung paling cuma satu atau dua yang nunggang motor. Kalau sekarang motor wis murah. Ibaratnya satu sapi (estimasi harga sapi 25 jutaan) udah lebih kalau hanya untuk beli motor (matic dan bebek)…” tukas bokap. Nggak heran materialpun juga juozzz. Lawong banderol juga merokettt….

Yang kedua adalah profit dan strategi termasuk perubahan jaman. Lha kalau motor dibuat awet kayak jaman klasik, komponen ora payu cak. Padahal Genuine part berdiri sendiri soal profit. Makanya sudah umum ada beberapa komponen yang life cyclenya berkisar 1-2 tahun (fast moving part) serta 7-10 tahunan (slow moving part). Diatas periode tersebut sampeyan bejo bin beruntung. Padahal sebagai perbandingan GL125 bokap kampas kopling belum pernah ganti dari tahun 1980 hingga 2012-an….32 tahun pakde. Perubahan jaman dimana kemampuan manusia melakukan daur ulang termasuk mencampur material agar lebih murah dan ekonomis menjadikan komponen juga nggak seawet jaman dulu. Ini sebenarnya berlaku pada semua bidang nggak hanya otomotif….

Last….mungkin filosofi pembuatan motor dulu beda dengan sekarang. Jika dulu lebih kepada alat transportasi belaka, sekarang sudah bergeser pada gaya hidup atau life style. Kalau sudah membicarakan life style, pasti ada rasa bosen jika motor terlalu tuwo. Jadi pabrikanpun jadi berpikir….buat apa ngracik motor awet kalau umur pakai bikers juga pendek. Mending cost dicurahkan untuk RND penyegaran produk anyar. Lebih kurangnya ngono cak. Nahhh…dari sini wis paham yo kenapa?kualitas motor sekarang tidak seawet motor lawas ?? jadi ora usah protes atau puyeng. Lawong memang demikian faktanya. Minta awet dan murah ?? iso cak…tapi sampeyan kudu ngracik nang planet Neptunus alias judule ngimpiiiiii :mrgreen: ….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!