” IWB saat masih bekerja di dunia perhotelan….”

Iwanbanaran.com – Cakkkk…..nggak terasa 4 tahun sudah berlalu. Semenjak IWB meninggalkan profesi asli yakni sebagai Front Desk hotel bintang 5 di Jakarta pusat. Banyakkkk hotel berbintang sudah IWB cicipin. Namun pada akhirnya IWB meninggalkan dunia yang IWB geluti selama hampir 13 tahun lamanya karena alasan hobby…suka terhadap motor. Dilalah karena lama tidak bertemu, reuni dengan teman-teman mantan diperhotelan membuat IWB jadi teringat kembali ke masa lalu. IWB seperti terseret pada satu kesimpulan, bahwa lelakone wong urip memang nggak ada yang nyangka cak. Siapa menyangka kini IWB menjadi penulis. Sebuah profesi yang nggak pernah IWB bayangkan sebelumnya. Ngimpi opoo jalllll….

Duluuuu…ditahun 1996, IWB hanya ingin menjadi pengabdi negara. Maklum cak, keluarga IWB memiliki background militer. Kakek mantan angkatan darat saat perang kemerdekaan sedang sepupu sekarang juga menjadi perwira tinggi di Angkatan darat pula. Makanya semangat 45 ketika IWB didukung penuh menjadi bagian dari pengabdi negara dalam keluarga besar. Sayang, belum apa-apa IWB gagal saat tes. Yup…tes Akabri zona pertama IWB sudah harus angkat koper dari barak karena gagal saat uji kesehatan. Lhoo nyapooo?

IWB diklaim memiliki tremor sehingga dianggap tidak bisa pegang senjata. Tesnya saat itu tangan disuruh kedepan lalu selembar kertas ditumpangin dipunggung telapak tangan. Kertas gerak ? gagal pakde. Hhmm…jian bikin garuk-garuk bathuk tenan, artinya IWB dianggap “buyuten”. Opo ora garuk-garuk alis jal. Dilalah saat itu hampir 80 % teman-teman IWB yang daftar buyuten semua. Gagalnya karena faktor buyuten…jian bikin ngakak. ” Oalaahhh…persiapan rong sasi lha koq mung buyuten gagale, piye lek ku crito nang mbokku kiiii (persiapan dua bulan masak gagalnya karena tremor, gimana mau cerita ke emakku nehh).….” seru Yakin teman IWB stres…

IWB pun akhirnya wis males cak. Kendati di push untuk daftar tahun depannya dengan segala persiapan yang jauh lebih matang, IWB wis kehilangan selera. Akhirnya atas restu wong tuwo, IWB banting stir daftar perhotelan. Sebenarnya ada dua opsi yakni Hotel and tourism serta Komputer, IWB pilih hotel. Alasannya simpel…..dikomputer mumet, kalau perhotelan akeh wong ayu. Jadi misinya emang cari cewek cakep, bukan kuliah wkwkwk. Iki jujur cak, pola pikir IWB muda dulu emang ora patut dicontoh :mrgreen: . Itulah awal IWB terjun didunia perhotelan…

IWB mengambil jurusan Front Desk atau boso Jowone penerima tamu didepan.┬áBeberapa nama Hotel berbintang sudah IWB cicipin. Seperti WETA Surabaya, Radisson Plaza Suite Surabaya, Hotel Ritz Carlton Bali, Hotel Kempinski Jakarta yang kemudian berganti nama menjadi Intercontinental Hotel (Kondominium). Dari sana IWB sempat hengkang dan gabung disalah satu Advertising Agency Asatsu sebagai Account executive. Tapi karena kurang cocok dan berantem mulu dengan bos Jepang, IWB memutuskan kembali ke dunia perhotelan. Oria Hotel adalah tempat berlabuh IWB yang terakhir. Setelah itu IWB fokus pada dunia online dan meninggalkan hiruk pikuk dunia yang sudah IWB gelutin selama 13 tahun…..

Tidak terasa, 4 tahun sudah IWB meninggalkan dunia perhotelan. Umur makin tuwoo, Badan bengkak dan kulit gosong karena kebanyakan makan serta main disirkuit. Duluuuuu??..ganteng cakkk. Lha piyeeee gemuk dikit selalu disindir sama boz. ” Wan, sebagai front office grooming sangat penting. Didepan kita dipajang…dilihat tamu. Muka harus bersih dan badan proporsional. Sebab front office adalah representatif Hotel kita. Orangnya keren… image hotel juga terangkat…” celoteh boz membuat IWB ora kolu mangan. Saikiii? kayak balas dendam cak. Makanan opo wae dihajarrrrr dan dilibas. Hasilnya ? badan kayak bagong ketulup jadi bengkak ora karu-karuan. Lek wis ngene jadi mumettttt njarannnn….

Yup…itulah sekelumit kisah urip IWB. Gara-gara reuni dengan para teman mantan hotel, IWB jadi teringat masa lalu. Teman-teman yang menjadi saksi perjalanan hidup IWB muda….dan mereka semua rata-rata cukup terkejut sebab setelah meninggalkan Perhotelan tidak membuat IWB terpuruk. Memilih menggeluti hobby, yang berujung pada kepuasan batin. ” Wahhh…nggak nyangka loe sekarang, sukses ya Wan. Ikut senang…” seru Ilyas. Celotehan ngalor ngidul yang memberikan pesan moral bahwa, mencintai sesuatu jika digarap serius maka hasilnya akan manis. Sebaliknya jika kita terlalu berdiam diri dan mempertahankan zona nyaman tanpa mau berusaha….biasanya akan stagnan cak. Sulit berkembang…

” Mereka-mereka saksi hidup saat IWB kerja diperhotelan. Mantan konco hotel cak judule….”

Tidak ada yang menyangka wong urip didunia ini. Begitupun IWB. Oleh karena itu janganlah kita menghina siapapun itu sebab bisa saja mereka akan lebih baik dibanding kita. Apalagi mereka yang suka membully, meremehkan dan mencaci maki….jangan ikutin arusnya cak. Niscaya semua akan kembali kepada kita…hukum alam pakde. Tebar kebencian dan keburukan semuanya akan berbalik pada kita sendiri. Jadi sampeyan yang milih akan kemana. Ini pun terjadi pada teman-teman IWB yang dulunya arogan dan suka menghina rata-rata nasibnya malah mblangsak. So…tidak heran ada pepatah, diam itu emas…

Last…Gapai cita-citamu setinggi langit dan yang terpenting cintai pekerjaanmu. Jika sampeyan merasa terpaksa dan tidak ada perkembangan, saat itulah sampeyan harus berusaha mencari alternatif lain. Ihktiar…..jangan pasrah. Rajut silaturahmi, tebarkan kedamaian dan insyaallah dimanapun tempatnya kita akan mendapatkan pertolongan. Percayalah karena IWB sudah membuktikan sendiri. Diatas semua, berdoa adalah utama. Minta pada sang khalik agar segala urusan dimudahkan. Sebuah lelakon urip yang tidak bisa kita tebak namun bisa kita ukir dari sekarang akan menuju kemana langkah kita kelak. Semangatttttt dan salam juozzz gandozzzz ! (iwb)

Advertisements