iklan iwb

Iwanbanaran.com – Akhirnyaa terucap juga cak. Tebakan kita Ducati bakal menyesal 7 turunan melepaskan Lorenzo terbukti. Boz Ducati Motogp yakni Davide Tardozi blak-blakan didepan media bahwa mereka menyesal kehilang Jorge. Selain itu, Bos Ducati juga tidak setuju terhadap opini Rossi bahwa organisasi Yamaha kurang optimal dibandingkan dengan Ducati dan Honda. Wahh menarik iki cak. Yo wis mending sampeyan intip wae penuturan Tardozzi yang IWB terjemahkan dari GPone berikut ini…

Tardozi mengakui cukup gembira dengan hasil tes sekaligus menyesal telah kehilangan Lorenzo musim depan. Pernyataan ini doi ungkapkan pasca tes Misano kemarin…

Tardozzi : ?Kecepatan yang ditunjukkan Lorenzo dan Dovi dalam testing cukup bagus. Pada saat yang sama menarik melihat kami kencang di trek yang belum pernah menjadi favorit kami. Marquez tidak di sini, tentu saja dia referensi, tapi Yamaha ada di sini dan berada di depan mereka pasti positif ?.

iklan iwb

Pertanyaan : Apa tujuan, atau impian, untuk bagian kedua musim ini?

Tardozzi : ?Mimpi adalah dasar kehidupan – jika kamu tidak memilikinya, itu berarti kamu kehilangan sesuatu. Kami tahu siapa yang kami hadapi, tetapi tujuan kami adalah untuk menyelesaikan sebagai juara dunia. Selama kita masih memiliki peluang matematis, pertempuran terus berlanjut tentunya. ?

?Kehilangan Jorge jelas merupakan masalah, kami sangat menyesal tetapi kami juga berpendapat bahwa Petrucci dapat berkembang. Tanpa membandingkan dua karir mereka tentu saja, karena tidak ada gunanya untuk melihat kembali, dan karena alasan ini, mulai Senin setelah Valencia, kami akan sepenuhnya fokus untuk membantu Petrucci ?.

Pertanyaan : Bagaimana menurutmu dengan pernyataan Rossi yang mengatakan bahwa Ducati dan Honda adalah tim dengan organisasi serupa dengan tim F1 ??

Tardozzi 😕 ?Aku pikir sebuah kesalahan meremehkan Yamaha atau mengatakan mereka tidak sesuai dengan tugasnya. Ducati telah berada di ujung tombak sejak tahun 90-an, sejak seorang insinyur ditugaskan dalam struktur teknis. Karena itu, aku tidak percaya bahwa tim lain kurang dari kita, jadi kata-kata Rossi membuatku bingung. Juga karena satu tahun lalu orang mengatakan bahwa Yamaha adalah patokan kita semua. Jadi aneh untuk tidak mempercayai ini sekarang. Aku mengerti Rossi, tapi aku pikir pendapat tersebut akan cepat berubah saat dia bisa didepan…

Yup…itulah hasil interview bos Ducati yang blak-blakan mengatakan penyesalannya kehilangan Jorge Lorenzo. Jelas saja pakde, pada saat tes Misano hanya Lorenzo yang bisa menembus lap time 1 menit 31 detik disaat lainnya bermain di 1 menit 32 detik. Yahh…tapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak bisa ditarik kembali ketika teken kontrak telah terjadi. Tinggal kita lihat saja perjuangan Ducati nanti dengan Petrucci yang justru makin kesini makin terseok-seok. Apes tenan pakdeeee-pakdeeeee. Sing bejo ki Honda rekkkkk rekkkk :mrgreen: ….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!