Iwanbanaran.com – Cakkkkk…tuntas sudah IWB jajal Honda Forza. Maxi skuter yang baru saja dirilis PT AHM ini IWB jajal dijalanan Thailand. Baik high speed…low speed hingga beberapa rintangan jalanan yang ternyata lumayan kayak Indonesia. Lha piye cak…Thailand jebule juga banyak polisi tidur dibeberapa jalan kecil. Untungnya IWB dan rombongan diajak tim YSS blusukan dirumah-rumah penduduk. Dan harus IWB akui, Satu jam geber Honda Forza dijalanan Thailand, rasane puassssssss tenan !!!!! Penasaran ? Berikut plus minus yang bisa IWB jabarkan kesampeyan perihal Honda new Forza…

Suwun buat tim YSS Thailand yang memberikan beberapa unit motor untuk digunakan turing oleh tim Indonesia. Apalagi IWB dan teman-teman diberikan kebebasan memilih unit yang akan digunakan. Mereka seakan tahu, dahaga para Blogger INA terhadap kedua motor maxi skuter 250cc yakni Forza serta X-Max. Perbedaan unit Forza yang IWB gunakan untuk turing dengan unit tanah air hanyalah kubikasi. Jika ditanah air 250cc maka diThailand 300cc. Secara fitur dan lain-lain sama plek cak….

Diawal turing, tim YSS menyeting preload dengan menyesuikan bobot rider. Saat IWB ditanya bobot, dengan malu-malu kucing IWB sebut angka…89 kg. Beighhhh kalau petinju sudah kelas berat iki cak. Makanya PWR motor sing jelas ancur minang. IWB sendiri memilih nunggang Forza dulu baru dipertengahan turing akan ganti nunggang X-Max. Dan ini adalah keputusan salah. Seharusnya X-Max dulu baru Forza. Lhooo kenapa ? nanti IWB jabarkan pada artikel komparasi head to head…

Saat nongkrong diatas Forza, IWB membatikan….akhirnya rekkk. Jika kemarin testing hanya dipelataran lingkungan pabrik YSS, sekarang IWB akan geber dijalanan sesungguhnya. Dan inilah impressi riding yang bisa IWB dapatkan pada Forza…

Ergonomi

Selalu, dari sisi ini Honda mampu menjalankan perannya dengan sangat baik. Saat duduk diatas Forza selama sejam lebih….IWB tidak merasakan adanya tekanan atau pressure dibagian tubuh manapun. Baik punggung, kaki ataupun tangan rasanya pas. Posisi stang tidak terlalu jauh sehingga tangan bisa memegang stir dengan rileks. Lalu jok…jarak jok dengan dek bawah juga tidak terlalu dekat. Alhasil kita tidak merasa seperti jongkok. Duduknya nyaman tenan. Satu hal yang istimewa dari Forza adalah…motor segede itu kalau sudah diatas Forza terasa kompak tidak besar. Ini penting untuk penguasaan manuver….

Lalu dibagian dek depan, ternyata space buat kaki lumayan menyenangkan. Cukup baik jika dibandingkan dengan kompetitor dekatnya. Yang menjadi nilai plus lain adalah….desain dek yang memberikan akomodasi pada kaki dengan cukup fleksibel. Ada tiga tempat yang bisa kita injak dengan leluasa yakni depan, tengah dan belakang. Jadi feel ergonomy sporty cak. Dek memberikan ruang untuk rider depan menggeser posisi kaki kebelakang. Ini cukup menyenangkan ketika kita menginginkan kontrol maksimum. Mungkin satu poin yang membuat Honda Forza kalah dari X-Max adalah keempukan jok. Nggak buruk, tapi masih satu tingkat dibawah X-Max soal ini….

Engine

Nahhhh….ini sisi paling kuat dari Forza. IWB nggak akan membicarakan power. Tapi feel riding saat motor cruising dikecepatan 80 km/jam jian bikin ngantuk. Mesin alussssssssssss puoll….nyaris tanpa vibrasi. Baik distang, kaki ataupun area lain…..bener-bener nyaman. Soal kontrol vibrasi, mungkin Forza merupakan matic terhalus yang pernah IWB jajal dikelas 250-300cc. Apa kunci yang membuat matic Honda ini begitu minim vibrasi….? IWB nggak punya jawabannya lawong nggak ada bedah teknologi. Tapi yang pasti seharusnya kompetitor bisa selidiki tuh. Terus piye dengan ledakan tenaga?

Karakternya nggak ngagetin. Jadi buat newbie pun mudah untuk mengontrol. Bawah alus namun sekalinya masuk RPM 2500 keatas mesin seperti ada tambahan turbo. Njengat cak. Penyaluran tenaga sekali lagi juga smooth. Honda membekali fitur HTSC (Honda Traction selection Control) yang mencegah ban selip ketika akselerasi mendadak. Kontrol ini bisa dimatikan dan dihidupkan via tuas stir kiri.  Jadi fleksibel…

Pada saat turing kebetulan IWB dan teman-teman cukup kencang. Rata-rata kecepatan bermain diangka 110-120 km/jam. Dan pada tes top speed…tanpa nunduk (supaya Gopro bisa merekam) Forza bisa tembus 145 km/jam (Forza 300 lho pakde, tanah air kan Forza 250). Menurut John Rider (owner Forza300 dan X-Max300), top speed Forza bisa tembus 150km/jam. Tapi memang cak…si John badannya cungkring…jauh ama IWB yang atletis dan gempal (ora usah guyu sampluk sandal swallow :mrgreen: ). So..kesimpulannya engine Honda Forza sangat smooth, minim vibrasi bahkan nyaris tanpa ada getaran….

Braking

Konsisten dan pakem. IWB bilang konsisten sebab kendati piringan panas, IWB nggak menemukan adanya bagel atau terjadi penurunan performa piston. Untuk menghentikan bobot Forza 300, semua yang ikut turing sepakat bahwa rem Forza bekerja sangat baik. IWB nggak ada complaint perkara ini cak..

Material dan finishing

Ikiiiii cakkkk yang patut menjadi perhatian. Entah kenapa Honda Forza memiliki material yang sangat baik. Panel perpanel presisi dan painting serta coating tebal tidak terlihat murahan. Banyak yang mengatakan, APHonda Thailand memang memiliki standart tinggi untuk rakitan produknya. Sebuah opini yang sepertinya nggak masuk akal mengingat semua produk Honda memiliki standart yang sudah dipatok oleh Honda Jepang. Tapi faktanya finshing Forza memang sangat baik. Bahkan dibanding kompetitornya, harus IWB akui Honda kali ini melakukan pekerjaanya dengan brilian khususnya perkara material dan finishing. Tebal, solid dan kinclong..

Handling

Nahhhh, disini rada terdistorsi cak. Kenapa ? sebab semua unit yang kita gunakan turing sudah dibekali dengan suspensi YSS full preload system yang bisa disetel sesuai keinginan. YSS yang dicangkokkan pada Forza ini bahkan tidak hanya bagian belakang namun spring depanpun sudah menggunakan YSS. Alhasil??

Jiann stabil puollll. Saat IWB gunakan rebah pada speed 110 km/jam, tidak banyak terjadi pergeseran pada roda belakang. Depan juga anteng. Sulit kiiii…stabil karena YSS nya atau motornya emang dari sananya sudah mantap ? IWB ora iso jawab. Yang pasti….ketika turing dan motor melaju 140 km/jam….Forza tetap anteng. Zig zag juga nurut. Satu hal yang mencolok dari Forza adalah ability ketika masuk tikungan, terasa presisi tidak under-steer…

Jadi feelnya nurut ora kedodoran. Sebuah reaksi yang diluar prediksi IWB. Mengingat garpu Forza tidak menganut full fork hingga keatas seperti X-Max. Kebetulan IWB juga bandingkan feel riding X-Max dengan kondisi full custom YSS Suspension seperti Forza. Dan ternyata engineering Honda berhasil melakukannya. Kalkulasi jlimet perkawinan sasis, hitungan distribution weight serta pressuse suspensi yang pada akhirnya memberikan sebuah impressi berkendara yang fun to ride. Beighhhh…racun sudah mulai menjalar diotak ki cak. Tobaatttt….

Fitur

Angin kencang Thailand tiga kali lipat dari tanah air cak. IWB sendiri nggak nyangka anginnya bener-bener ganas. Bahkan saat IWB turing di Malaysia, IWB pikir angin disana sudah paling ngeri. Jebule Thailand lebih dari itu. Muka seperti ditampar-tampar membuat kepala jadi pusing akibat helm nggak mau diam. Disinilah fitur electric Windshield Forza memainkan perannya….

IWB tinggal pencet tuas dari stir kiri maka visor akan naik pada kondisi maksimum. Nah…disinilah IWB merasakan perbedaan signifikan sebab angin tidak lagi langsung menghantam dada dan muka namun lewat diatas kepala. Wihhhhhh…..kenthirrrr iki baru mantap. Sebagai informasi, pada kondisi full open…windshield Forza lebih tinggi dibanding kompetitor dekatnya….

Fleksibelnya visor juga sangat membantu ketika motor melaju pada low speed. Kecepatan rendah umumnya kita terasa sumuk dan butuh siraman semilir angin. Dan untuk Forza, semua bisa dilakukan dengan hanya memencet tombol maka windshield akan turun pada kondisi paling rendah. Anginpun akan leluasa menerpa badan membuat pengendara terasa nyaman…

Selain windshield, spion Forza yang terintegrasi ketebeng juga membantu menangkap object dengan jelas. Sebab ketika stang berbelok, spion tetap pada posisinya yakni memantau kondisi belakang tanpa terganggu gerakan stir. Dari test jalanan yang IWB lakukan, spion Forza juga melakukan tugasnya dengan sangat baik. Karena sedikit lebar, semua object tertangkap dengan baik. Satu hal yang mungkin sampeyan kudu hati-hati adalah saat nyelip-nyelip. Karena spion lebar, Forza rawan ngebentur mobil. Untunglah spion ini bisa ditekuk kedalam seperti motor fairing jika dibutuhkan…

Kesimpulan

Cukup sulit untuk mencari kelemahan Forza karena hampir semua sisi memuaskan. Paling satu hal yang kudu diimprove oleh Honda adalah busa jok yang kalah empuk dari X-Max. Selebihnya…mantaappp jaya melegenda. Selain itu, karena masuk secara CBU ditanah air, banderol juga lumayan tinggi. Tapi keuntungannya, sampeyan mendapatkan produk yang justru diatas rata-rata soal material dan finishing. Yahhh…plus minus cak. Lalu yang kedua adalah konsol kompartemen charging HP yang tidak ada penguncinya. Selebihnya….motor ini memang racun tenan soal kenyamanan. So…Honda Forza ?? kalau sampeyan mencari kenyamanan maksimal, tidak salah lagi Forza adalah pilihan tepat yang tidak akan membuat sampeyan nyesel. Lawong IWB wae keracunan rekkkk….alamakkkkkkk !!!!! Kedepan IWB akan ulas jika dikomparasikan dengan Yamaha X-Max. Apa saja keunggulan dan kekurangan Forza ? tunggu next artikel plus Vlog Youtube pastinya. Okreekkkk (iwb)

Advertisements