iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeee…aturan baru tentang fairing akhirnya dirilis oleh direktur teknis MotoGP. Aturan yang lebih keras dan mengikat terutama untuk para tim yang saat ini seringkali melepas dan memasang sayap tambahan di setiap trek berbeda. Ke depan hal itu tidak akan bisa dilakukan sebab pabrikan hanya diizinkan menyerahkan 1 desain paten yang harus digunakan selama satu musim. Hhmm…dadi ora iso copot pasang cak…

Aturan demi aturan mengenai regulasi sayap fairing memang sudah dirilis oleh komisi teknis MotoGP di tahun 2018. Keputusan yang membuat Ducati harus merevisi total bentuk fairing dari sebelumnya yang termasuk frontal. Demi alasan safety maka fairing 2018 jauh lebih wajar serta tidak memberikan celah jika terjadi benturan. Soale ngeri cak….dimasa lalu saja kamera Marc Marquez sampai rontok ketika tersenggol fairing Iannone saat di Ducati….

Tapi yang menjadi masalah saat ini adalah seringnya para tim melakukan manuver unik. Dengan alasan menyesuaikan karakter dari sirkuit masing-masing pabrikan tidak jarang menggunakan bentuk berbeda. Bentuk sayap pada fairing ini bahkan bisa dua hingga tiga desain. Jadi jangan heran jika pada satu race bentuk sayap Andrea Dovizioso akan berbeda dengan yang digunakan Jorge Lorenzo. Tapi di Sirkuit berikutnya mereka akan menggunakan bentuk bentuk yang sama. Jadi itulah yang menjadi Fokus utama regulasi pengaturan “wings” tahun depan…

iklan iwb
iklan iwb

” Kamu tidak akan lagi bisa melihat fairing bergonta-ganti sesuai dengan keinginan pembalap Sebab di tahun 2019 tim dan pembalap harus memilih satu bentuk desain fairing yang akan digunakan selama satu musim. Jadi apa yang kamu lihat pada hari pertama maka bentuk fairing itulah yang akan terus kita lihat hingga musim berakhir..…” cetus direktur teknis MotoGP Danny Aldridge….

Last….. regulasi ini mulai berlaku musim 2019. Dan Diharapkan seluruh tim akan menyerahkan bentuk desain paten yang akan mereka gunakan di musim depan. Dengan seluruh performa yang ditunjukkan oleh para tim sepertinya bukan hal sulit bagi mereka untuk memilih satu desain fix baik Honda, Yamaha, Suzuki ataupun Ducati. Selain pengaturan masalah fairing, direktur teknis MotoGP juga konsen pada pengaturan IMU guna meningkatkan keamanan elektronik di tahun depan. Hhmm…makin ketat cak…(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

81 COMMENTS

    • Nahhh.. itu dia.
      Intinya teknologi Honda gak boleh melejit terlalu cepat meninggalkan pesaingnya terutama yamehek
      ngoahahahaaa

  1. Paling solusinya dibuat 1 desain fairing yg bisa diadjust sesuai kemauan rider. Yaa kayak pada suspensi gitu…

  2. Gak bisa ganti.

    Tp ntar bisa di setel kayak F1.

    Kalau aerodinamika berkacalah ke F1. Motogp gak ada apa2 ya masalah aero.

    • R2 dan R4 beda lahh bro. Gue ga paham tapi yakin ada bedanya. F1 ga ada mereng2nya. Downforce doang mungkin concern-nya. Bikoz speed is a must.

  3. Track lintasan juga kudu dipisahin. Ada jalur khusus buat ngovertaking. Biar ga ada senggolan. Ga ada lagi complain after race aka mewek

  4. Apakah karena pabrikan sebelah udah setahun belum menang juga? Jadi regulasi lagi yg dioprek?
    Hahahaha

    • Nahhh.. itu dia.
      Intinya teknologi Honda gak boleh melejit terlalu cepat meninggalkan pesaingnya terutama yamehek
      ngoahahahaaa

    • Justru dengan aturan ketat..maka para teknisi akan lebih termotivasi..
      Balap liar aja ada aturan sendiri..

  5. inti dari peraturannya itu aero fin nya yang bisa dicopot/pasang (pake baut) apa jumlah homologasi desain fairing?
    masalah pake baut mah karena produksinya lebih gampang bikin cetakannya kali ya

  6. Kalo desain enggak boleh ganti dan enggak boleh pasang, mungkin ga cak kalo ada bagian dalem sayap yang bisa disetel naik turun, untuk menambah atau mengurangi downforce. Bentuk boleh sama, tapi dalemnya bisa variabel mau berapa derajat kemiringanya gitu.

  7. Mau aturan seperti apa jg tetap aja #dorna&fimkoplak, cuman cari ribet dan sensasi. Gabungin aja SBK dng GP, buat OMR..

  8. Intinya biar motogp sekarang layaknya motogp era 2003-2010 … saling dekat dan overtake … ada show off para pembalap dalam saling menyalip … tapi sisi minusnya ya itu Teknologi dari masing2 pabrikan ga bisa di aplikasikan lagi ke turunan motor massal .. Prototype is a new technology for future of sport motocycle bike

    • R2 dan R4 beda lahh bro. Gue ga paham tapi yakin ada bedanya. F1 ga ada mereng2nya. Downforce doang mungkin concern-nya. Bikoz speed is a must.

  9. Track lintasan juga kudu dipisahin. Ada jalur khusus buat ngovertaking. Biar ga ada senggolan. Ga ada lagi complain after race aka mewek

  10. inti dari peraturannya itu aero fin nya yang bisa dicopot/pasang (pake baut) apa jumlah homologasi desain fairing?
    masalah pake baut mah karena produksinya lebih gampang bikin cetakannya kali ya

  11. Intinya biar motogp sekarang layaknya motogp era 2003-2010 … saling dekat dan overtake … ada show off para pembalap dalam saling menyalip … tapi sisi minusnya ya itu Teknologi dari masing2 pabrikan ga bisa di aplikasikan lagi ke turunan motor massal .. Prototype is a new technology for future of sport motocycle bike

  12. Kalo desain enggak boleh ganti dan enggak boleh pasang, mungkin ga cak kalo ada bagian dalem sayap yang bisa disetel naik turun, untuk menambah atau mengurangi downforce. Bentuk boleh sama, tapi dalemnya bisa variabel mau berapa derajat kemiringanya gitu.

  13. Mau aturan seperti apa jg tetap aja #dorna&fimkoplak, cuman cari ribet dan sensasi. Gabungin aja SBK dng GP, buat OMR..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here