” Area keluar pit sirkuit gudang pasir Johor Malaysia…”

Iwanbanaran.com – Pakdeee….didunia ini pasti ada yang namanya hal ghaib. Dan sebagai muslim kita memang harus percaya akan adanya dunia ghaib. Tapi jika ghaib ini sudah menjadi hal yang menakutkan, seharusnya kita tidak terseret kedalamnya. Lha piye cak….setiap ada pembalap dlosor selalu dikaitkan dengan kalimat ” Angker”. Lak yo sobek. Tapi memang IWB harus akui, dimanapun tempatnya kita kudu berdoa supaya selalu dilindungi oleh sang pencipta. Dan sirkuit angkerpun sebenarnya sempat menjadi bahan perbincangan IWB ketika meliput balap ARRC di Johor Malaysia. Ahh mosokkkk?? emange ada apa ?

Mistis memang tidak pernah lepas dari kehidupan. Sejak kecil kita selalu saja disodori oleh hal-hal mistis yang akhirnya suka atau tidak kita pun akan terseret ke dalamnya. Entah cerita gunduruwo, kuntilanak ataupun pocong menjadi santapan kita saat masih kecil. Cerita-cerita yang terbawa hingga dewasa. Didukung dengan dengan lingkungan yang nampaknya juga mendukung cerita-cerita tersebut…

Cerita angker sebuah jalan sudah sering kita dengar. Contoh yang paling konkrit tanjakan Emen yang dikaitkan dengan cerita cerita mistis akibat seringnya terjadi kecelakaan di sana. Sebenarnya tidak hanya tanjakan Emen sebab banyak banget contoh-contoh lain yang Tentu saja tidak bisa kita sebut satu persatu. Dan karena masuk kategori gaib pasti tidak bisa dibuktikan secara ilmiah…

Begitu pula dengan sirkuit. Ada satu hal yang lumayan menarik dan membuat IWB masih cukup penasaran adalah cerita teman perkara pengalamannya di sirkuit Johor Malaysia. Obrolan ringan dengan teman yang sudah datang duluan di sirkuit pasir Gudang. Sirkuit yang memang masuk kategori tua ini digunakan oleh para pembalap di Asia Road Racing Championship. Dibandingkan dengan Sepang kondisinya jauh cak. Begitu pula dengan lokasi yang cukup terpencil dan berada di tengah kebun atau hutan….

Teman IWB yang merupakan salah satu kru Tim Merah putih ini memiliki pengalaman saat memutari sirkuit Johor Malaysia di Senja hari. Tentu tidak ada pilihan lain Sebab sirkuit baru betul betul clean di atas jam 05.00 sore. Menjadi tim teknis yang tentu saja harus hafal betul karakter sirkuit, sight seeing lap tersebut membuat doi merinding. “ Asli bro…. hawanya nggak enak banget. Pas gua masuk ke tikungan (skip)…hawanya kenceng bener. Gua buru-buru geber motor supaya berlalu dari sana..” celotehnya membuat IWB mengerutkan dahi…

” Area belakang paddock sirkuit Gudang Pasir Johor Malaysia…”

” Emang ono opo bro ? penampakan? ” uber IWB. ” Gua sih nggak ngeliat, tapi ngerasa banget. Hanya ditikungan (skip) itu sih, lainnya mah kagak. Gua juga heran. Angker kali ya tikungan tersebut. Tapi emang salah gua sih muterin sirkuit menjelang Maghrib…” tuturnya. “ Itu merinding karena banyak mata yang ngawasin sampeyan cak, ora terima wis waktunya mereka yang beraktifitas sampeyan masih pecicilan diarea mereka..” kelakar IWB. “ Asyemm bener juga yak, makin merinding euy…” seru doi tertawa. Yup…IWB nggak kaget cak. Dimanapun tempatnya jelang Maghrib memang sudah masuk perbatasan. Kalau bosone wong tuwo dulu…kudu masuk rumah kalau menjelang Maghrib dan jangan pecicilan. Tapi sekali lagi…hal ini memang sulit dibuktikan. Jenenge wae hal Ghaib…

Last….sirkuit gudang pasir Johor Malaysia tidaklah muda. Sirkuit ini dibangun pada tahun 1986 dan sempat digunakan di ajang World superbike pada tahun 1992 hingga 1993. Tapi setelah Malaysia mulai membangun Sepang, pelan dan pasti sirkuit Gudang Pasir Johor memang mulai ditinggalkan. Sebab Event-event besar sudah mulai pindah ke Sepang. Tidak heran per 2018 sirkuit ini ditutup. Sebenarnya itu bukan alasan sebab dimanapun tempatnya jika area adalah perbukitan dengan banyak pohon-pohon…tidak hanya sirkuit Johor, dimanapun ada baiknya kita membubarkan diri ketika matahari sudah mulai terbenam. Sik pecicilan….? iso diambung mak lampir sampeyan. Nah…kalau sampeyan sendiri piye..punya pengalaman masalah angker-angkeran ora pakdeee ? :mrgreen: ….(iwb)

Kondisi terbaru sirkuit Gudang Pasir Johor Malaysia

Advertisements