iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbroo…semua tahu bagaimana sepak terjang Jonathan Rea di ajang World Superbike. Pembalap Kawasaki Racing Team ini bahkan ngacak-ngacak dan dominan di balap superbike. Namun sayang prestasi yang luar biasa ini ternyata tidak serta merta membuat pabrikan MotoGP tertarik dengan Jonathan rea yang mengindikasikan ingin bergabung di kelas Premier MotoGP. Padahal menurut pengamat balap sekaligus crew chief Jonathan Rea yakni Pere Riba, Jonathan Rea terbuka bisa juara di ajang MotoGP jika mendapatkan tim serta orang yang tepat. Waahhh menarik ki….

Pere Riba sangat yakin skill serta kemampuan Jonathan Rea di ajang balap tidak perlu diragukan. Rider yang sekarang mendominasi di ajang World superbike bersama Kawasaki ini berhasil menorehkan 60 kemenangan dengan titel juara dunia 3 kali berturut-turut. Bahkan seluruh sepak terjang Jonathan Rea membuat balap WSBK terasa pincang. Aturan ditelurkan untuk mengebiri sepak terjang Kawasaki-Rea pun nggak efektif. Sayang kondisi tersebut ternyata tidak serta merta membuat pabrikan MotoGP tertarik terhadap keinginan Jonathan rea untuk bergabung di ajang balap tersebut. Itulah yang membuat Riba heran….

” Sejarah memang menunjukkan bahwa beberapa pembalap yang pergi dari World Superbike ke MotoGP tidak berhasil. Itu adalah sejarah. Tapi sejarahnya kini berubah. Sekarang Jonathan Rea berhasil mengubah sejarah. Cal Fogarty memenangkan 59 balapan sementara Johny lebih daripada itu. Fogarty memenangkan 4 gelar juara dunia tetapi tidak pernah tiga kali berturut-turut seperti Rea….

iklan iwb

Sejarah harus berubah. Pembalap MotoGP yang pindah ke WSBK namun tidak satupun juga benar-benar sukses disini.┬áTapi Sekali lagi sejarah bisa berubah. Aku yakin ditangan tim, orang dan waktu yang tepat dia akan juara (di Motogp) atau setidaknya mendekati kemenangan. Di WSBK dialah orang yang lebih baik daripada lainnya. Johny unggul dari semua pembalap dalam kompetisi. Jika di MotoGP dialah Marc Marquez. Jadi aku pikir ini bukan hanya masalah Siapa yang terkencang. Ada banyak keputusan di luar itu seperti latar belakang, politik, pabrikan, budaya, tim dan banyak lagi lainnya...” tutup Pere….

” Pere Riba dan Jonathan Rea….”

Euege Laverty yang dulu pernah berlaga di Motogp lalu banting stir ke WSBK juga heran dengan ademnya tim Motogp terhadap keinginan Jonathan Rea terjun ke Motogp. Menurut Laverty, secara skill raihan Rea adalah luar biasa dan tidak semua orang bisa meraihnya. ” Sangat disayangkan dan kurang beruntung sebab tidak semua rider bisa melakukan seperti apa yang Johny lakukan. Dia menunjukkan tertarik ke Motogp dan ternyata hasil mengecewakan sebab tidak satupun pabrikan merespon. Padahal levelnya luar biasa. Pembalap kencang tetaplah pembalap kencang. Ini bukan perkara…ohh ini Superbike, kamu bisa lakukan ini atau itu. Johny sepertinya kurang beruntung padahal aku yakin dia siap…” tutup Laverty via Motorsport. Apakah ini yang dimaksud jalur yang salah? bisa jadi cak…

Last…seperti artikel IWB masa lalu (klik disini), jalur Motogp memang lebih menyukai para jebolan dari lingkungan balap diMotogp. Jenjang yang dilaluipun sudah jelas yakni FIM CEV, Moto3…Moto2 dan puncaknya Motogp. Garis inilah yang sedang ditempuh oleh pembalap AHRT Dimas Ekky ataupun Gerry Salim contohnya. So…kasus seperti yang dialami Jonathan Rea mungkin tidak akan terjadi jika Rea merintis karir dari jalur yang benar seperti yang sudah IWB sebutkan diatas. Apakah ini harga mati ? tentu tidak. Hanya saja jalan dari WSBK ke Motogp memang tidak mudah dan menghadapi rintangan cukup dalam. Sekelas Rea wae ora dilirik, piye ora tepuk jidat jal…(iwb)

iklan iwb
Previous articleAkan turun diajang Suzuka 8 Hours, inilah senjata Yamaha tahun ini !
Next articleTerkejut dengan minimnya vibrasi Suzuki NEX II saat idle, istimewahhhh !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!