Iwanbanaran.com – Cakkkkk…. jangan kaget jika sebentar lagi untuk mencari Surat Izin Mengemudi atau SIM bakal lebih sulit. Sebab Direktorat lalu lintas atau ditlantas Polda Metro Jaya akan segera memberlakukan aturan baru yang bertujuan memperketat SIM Dengan hadirnya tes psikologis. Psikotes nantinya akan menjadi satu dengan tes kesehatan lain. Emang Kapan Aturan ini bakal segera diberlakukan?

Masuknya psikotes untuk mencari SIM sebenarnya merupakan sebuah usaha untuk memperketat pengeluaran Surat Izin Mengemudi guna meminimalisir angka kecelakaan. Menurut kasie SIM ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, psikotes nanti dilakukan dengan cara tertulis. Ada dua cara yang bisa dilakukan oleh para pencari SIM yakni psikotes di Satpas ataupun lembaga tes psikologi mengemudi independent….

Tentu saja ada beban biaya tambahan untuk melakukannya. Sayang kita belum tahu berapa nominal yang harus kita keluarkan untuk melakukan psikotes seandainya lewat Satpas ataupun lembaga psikotes. Informasi yang dimuat di beberapa media menyebutkan bahwa simulasi pemberlauan psikotes untuk para pencari SIM akan dimulai pada tanggal 21 hingga 23 Juni 2018. Artinya simulasi mulai berjalan besok kangBro…

iklan iwb

Sementara untuk pemberlakuan resmi akan dilakukan pada tanggal 25 Juni 2018. Menurut informasi dari Fahri Siregar simulasi rencannya dilakukan serentak di Jakarta termasuk Depok ataupun Tangerang. ” Kita mau simulasikan dulu nanti baru tanggal 25 itu serentak karena ini harus serentak berlaku di seluruh satpas di seluruh Polda Metro Jaya. Bukan DKI saja tapi Depok Tangerang Kota kita juga mau cek kesiapan mereka juga..” serunya…

Tentu saja gebrakan ini lumayan menarik perhatian. Alasan dan tujuan sendiri cukup positif yakni meminimalisir kecelakaan. Namun IWB cukup tertarik dengan pernyataan psikolog forensik, Reza Indragiri yang menegaskan bahwa hasil psikotes tidak banyak berpengaruh terhadap potensi kecelakaan lalu lintas. “ Kepribadian bisa dipilah menjadi dua. Yang cenderung ajeg disebut trait….

” Yang lebih mudah berubah-ubah (dinamis) disebut state. Tes kepribadian menjadi dasar untuk pembuatan simpulan tentang kepribadian yang trait tadi. Yang state bagaimana? State sangat dipengaruhi oleh faktor situasi, sebagai respons terhadap perubahan keadaan lingkungan secara tiba-tiba. Kondisi demikian menjadikan situasi mengemudi yang dinamis menjadi faktor yang sulit ditebak karena situasinya berubah-ubah. Apalagi di Indonesia yang lalinnya ruwet…

” Contohnya misal saya orang yang relatif tenang saat mengemudi. Tapi begitu mendengar raungan sirene mobil/motor patwal pejabat, apalagi pakai klakson cemprengnya, plus memakai pengeras suara untuk menyuruh pengemudi agar menepi, saya bisa senewen dengan mudah. Semakin senewen membayangkan penumpang (pejabat) yang duduk di dalamnya. So what? hasil psikotesnya mau dirujuk untuk apa?” serunya seperti dilansir kumparan…

Last…tiap kebijakan pasti ada pro dan kontra. Tapi setahu IWB memang dinegara-negara besar untuk mencari SIM tidak diberlakukan tes psikologis. Rata-rata hanya tes teori dan praktek yang berkenaan dengan lalu lintas. Termasuk negeri jiran Malaysia pun sama. Yah…mungkin Indonesia memang spesial cak. Saking khususnya makanya kudu ada psikotes jika ingin mencari SIM. Siapa tahu setelah ini benar-benar positif hasilnya. Oh ya…hingga detik ini belum ada kejelasan apa psikotes hanya untuk pencari SIM baru atau perpanjang juga harus melakukannya ? kita tunggu saja. So…mencari SIM akan diberlakukan tes psikologis ? piye menurut sampeyan cak, monggo berikan opininya…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

88 COMMENTS

    • Wah makin sulit aja ah bikin SIM…

      Untung owe bikin pas jaman.. Bikin SIM sangat lah mudah..yg penting ada uang utk biaya permohonan bikin SIM.. Nulis datanya serahkan data+ biaya.. Antri foto, kreng rebes.. Jadi..

      Jaga SIM dan Tgl copy nya di rmh mana tau hilng bisa lapor dan gk perlu bikin baru..

    • Tk pikir mending terbitin materi tentang aturan rambu lalu lintas dan keselamatan berkendara di situs web polri (atau sudah ada?) biar masyarakat bisa belajar dulu buat ujian tertulis dan mengerti aturan, baru tes praktek. Saya rasa itu lebih bermanfaat daripada psikotes

    • PAK POLISI SEKAREP MU BIKIN ATURAN.

      500 RIBU SIM JADI GA RIBET.. DUDUK MANIS.

      MUNGKIN 10% DOANG YG PUNYA SIM BIKIN SCARA MURNI.

  1. Kebanyakan test…kebanyakan biaya.negara2 lain sj gk ada…seperti nopol kendaraan didepan motor, negara lain sudah gk berlaku.di indo masih berlaku…kenapa sih kok suka ribet.yg seharusnya bisa dibuat simple.

    • Wah makin sulit aja ah bikin SIM…

      Untung owe bikin pas jaman.. Bikin SIM sangat lah mudah..yg penting ada uang utk biaya permohonan bikin SIM.. Nulis datanya serahkan data+ biaya.. Antri foto, kreng rebes.. Jadi..

      Jaga SIM dan Tgl copy nya di rmh mana tau hilng bisa lapor dan gk perlu bikin baru..

    • PAK POLISI SEKAREP MU BIKIN ATURAN.

      500 RIBU SIM JADI GA RIBET.. DUDUK MANIS.

      MUNGKIN 10% DOANG YG PUNYA SIM BIKIN SCARA MURNI.

    • Tk pikir mending terbitin materi tentang aturan rambu lalu lintas dan keselamatan berkendara di situs web polri (atau sudah ada?) biar masyarakat bisa belajar dulu buat ujian tertulis dan mengerti aturan, baru tes praktek. Saya rasa itu lebih bermanfaat daripada psikotes

  2. Usulin larangan keras buat bocah <17tahun bawa motor bang, sangsi nya kasih penyuluhan emak bapak nyah

  3. Kirain tissue, ternyata udah direncanain beneran. Tapi semua menjadi percuma kala para calo turun tangan,

    K. O. M. E. N. G. T. A. T. O. R

  4. Kebanyakan test…kebanyakan biaya.negara2 lain sj gk ada…seperti nopol kendaraan didepan motor, negara lain sudah gk berlaku.di indo masih berlaku…kenapa sih kok suka ribet.yg seharusnya bisa dibuat simple.

  5. di tempat ane di polda Payakumbuh malah sudah berlaku kang IWB malah lebih mahal tesnya (150k) dari pada perpanjang SIM nya, saya yakin ini hanya ajang cari duit aja, soalnya g ada efeknya tesnya pun cuma satu model tes, jauh lebih banyak dan lengkap tes masuk perusahaan

  6. Tes keperjakaan sama keperawanan sekalian ajah…masih perawan sama masih perjaka belom boleh punya SIM….wkwkwkw

    • One of the best comment ever. Klo perlu pas buat sim sekalian di hypnoterapi sm om romi rapael / dedi kobuser biar peraturan bnr2 dicamkan dipikirannya

    • Sejak kapan emak2 bikin sim? Kalo iseng coba tanya 10 emak2 naik motor dijalan dan minta tunjukkan sim nya. Pasti gak ada?

  7. Terus apakah hasil psikotest ini menjadi salah satu rujukan berhak memperoleh sim atau tidak? Kalau gak lolos psikotest berarti 2 minggu kedepan bakal percuma ngulang test, apa iya sifat kepribadian orang bisa berubah dlm waktu 2 minggu? Tapi kalau praktek percaloa msih ada ya percuma, malah nambah biaya doang

    • La ini, psikologi itu tidak sama dengan skill. Skill selama 2 minggu, seseorang berkemampuan buruk bisa jadi jago naik kendaraan taat aturan di jalan. Psikologi? Kalau dasarnya emosian, kykny susah 2 minggu berubah untuk defensive,

  8. Mna video tes ride suzuki nex II nya dr kmrin dtggu g nongol2 mla mtor merk sblah kmrin dh di review.. Bsok2 g q ajak ke hamamatsu lgi lho..

  9. Ah paling birokrasi, selama di polri blm ada generasi like a polisi hoegeng itu cuma birokrasi doang TITIK

    • “Sayang kita belum tahu berapa nominal yang harus kita keluarkan untuk melakukan psikotes seandainya lewat Satpas ataupun lembaga psikotes.”

  10. sebaiknya bikin aturan seperti ini untuk kendaraan pribadi:
    Nama di SIM harus sama dengan di STNK, tujuannya agar pemilik kendaraan tidak bisa seenaknya meminjamkan kendaraannya, jika terjaring rajia bisa langsung diamankan oleh petugas kendaraannya.

    kalau nama di SIM dan STNK sama, maka tidak akan ada anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor.

    Untuk job supir (supir pribadi/perusahaan), maka simajikan atau perusahaan harus melaporkan ke kepolisian, agar si supir tersebut mendapatkan surat ijin untuk mengemudikan kendaraan si majikannya.

    • Bikin aturan di mana lu broo..
      Gua Aja STNK beda dgn SIM.. Kemarin ada Rajia besar kan..sebelum bulan puasa..

      Di stop, di cek abis tu jalan..
      Yg penting STNK nya hidup.. Kalo gk bayar pajak yaa di tahan dulu tu motor.. Di suruh bayar..

  11. sekalian aja pake tes kadar gula, cek tensi, cek kolesterol… kalau perlu cek kehamilan sekalian

  12. Ada tes kesehatan, bayari asuransi (walaikumsalam sdh Ada jasa raharja, sekarang Ada tes psikotes……haha sekali Kali polisi dikriminalisasi yo…..

  13. Ada tes kesehatan, bayari asuransi (walaikumsalam sdh Ada jasa raharja, sekarang Ada tes psikotes……haha sekali Kali polisi dikriminalisasi yo…..

  14. Cek psikologis gk masalah, yg jd masalah ntr bayarnya tambah gk masuk akal atau wajar?
    Instansi ini memang ada target pemasukan kok, bukan rahasia,
    Satu lg, aturan ditegakkan, gk usah tes psikologi kalau aturan ditegakkan pasti tertib negara ini.

    • setuju gan. saya miris lihat para pengemudi motor yg kebanyakan melanggar rambu. apalagi kalau jam orang ngantor pagi dan sore. udah deh tuh pasti karena cape & stress pada ngelaggar seenak jidat ga ada yg mau ngalah. yah namanya juga manusia gan, termasuk saya. kadang khilaf kadang dilakukan kembali.

  15. Gak punya sim kena tilang , mau punya sim di persulit….
    Kalau bikin aturan jangan se enaknya boss

  16. Saya dukung aturan barunya. Agar di jalan mental pengendara tidak seenaknya sendiri memakai hak orang lain. Terkadang sulit untuk diberitahu, namanya juga manusia. Merasa lebih dan lebih dari orang lain.. hehehe.. apalagi di jakarta, ga keitung tuh pelanggar di jalan. Saya “MIRIS” liatnya. Bilangnya negara hukum, dikasih peraturan kok dilanggar. HEHEHEEHE CMIIW

  17. Tes keperjakaan sama keperawanan sekalian ajah…masih perawan sama masih perjaka belom boleh punya SIM….wkwkwkw

  18. Mna video tes ride suzuki nex II nya dr kmrin dtggu g nongol2 mla mtor merk sblah kmrin dh di review.. Bsok2 g q ajak ke hamamatsu lgi lho..

  19. Terus apakah hasil psikotest ini menjadi salah satu rujukan berhak memperoleh sim atau tidak? Kalau gak lolos psikotest berarti 2 minggu kedepan bakal percuma ngulang test, apa iya sifat kepribadian orang bisa berubah dlm waktu 2 minggu? Tapi kalau praktek percaloa msih ada ya percuma, malah nambah biaya doang

    • La ini, psikologi itu tidak sama dengan skill. Skill selama 2 minggu, seseorang berkemampuan buruk bisa jadi jago naik kendaraan taat aturan di jalan. Psikologi? Kalau dasarnya emosian, kykny susah 2 minggu berubah untuk defensive,

  20. di tempat ane di polda Payakumbuh malah sudah berlaku kang IWB malah lebih mahal tesnya (150k) dari pada perpanjang SIM nya, saya yakin ini hanya ajang cari duit aja, soalnya g ada efeknya tesnya pun cuma satu model tes, jauh lebih banyak dan lengkap tes masuk perusahaan

  21. sebaiknya bikin aturan seperti ini untuk kendaraan pribadi:
    Nama di SIM harus sama dengan di STNK, tujuannya agar pemilik kendaraan tidak bisa seenaknya meminjamkan kendaraannya, jika terjaring rajia bisa langsung diamankan oleh petugas kendaraannya.

    kalau nama di SIM dan STNK sama, maka tidak akan ada anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor.

    Untuk job supir (supir pribadi/perusahaan), maka simajikan atau perusahaan harus melaporkan ke kepolisian, agar si supir tersebut mendapatkan surat ijin untuk mengemudikan kendaraan si majikannya.

    • Bikin aturan di mana lu broo..
      Gua Aja STNK beda dgn SIM.. Kemarin ada Rajia besar kan..sebelum bulan puasa..

      Di stop, di cek abis tu jalan..
      Yg penting STNK nya hidup.. Kalo gk bayar pajak yaa di tahan dulu tu motor.. Di suruh bayar..

  22. Comment:Kalau menurut saya jelas cuma akal akalan pejabat biar ada sektor dan project baru untuk dapat menambah pundi2 uangnya, wkwkwkwk..

  23. Cek psikologis gk masalah, yg jd masalah ntr bayarnya tambah gk masuk akal atau wajar?
    Instansi ini memang ada target pemasukan kok, bukan rahasia,
    Satu lg, aturan ditegakkan, gk usah tes psikologi kalau aturan ditegakkan pasti tertib negara ini.

    • setuju gan. saya miris lihat para pengemudi motor yg kebanyakan melanggar rambu. apalagi kalau jam orang ngantor pagi dan sore. udah deh tuh pasti karena cape & stress pada ngelaggar seenak jidat ga ada yg mau ngalah. yah namanya juga manusia gan, termasuk saya. kadang khilaf kadang dilakukan kembali.

  24. Saya dukung aturan barunya. Agar di jalan mental pengendara tidak seenaknya sendiri memakai hak orang lain. Terkadang sulit untuk diberitahu, namanya juga manusia. Merasa lebih dan lebih dari orang lain.. hehehe.. apalagi di jakarta, ga keitung tuh pelanggar di jalan. Saya “MIRIS” liatnya. Bilangnya negara hukum, dikasih peraturan kok dilanggar. HEHEHEEHE CMIIW

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama