iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeee…..walau berhasil meraih podium di Catalunya, Rossi merasa kuatir. Sebab jika Dovi tidak crash….bisa saja posisi The Doctor terlempar keempat. Hasil inilah yang disoroti dan menjadi fokus utama Rossi. Menurutnya, musim 2018 adalah balapan yang berat untuk tim garputala. ” Tanpa kemenangan sama sekali adalah kabar buruk untuk Yamaha ” seru Rossi. Waahh mumet tenan emang cak…

Secara grafik, tim Yamaha dimusim 2018 memang lebih buruk dibandingkan tahun kemarin. Dimusim 2017 mereka masih mampu juara lewat Vinales di Qatar. Tapi tahun ini posisi terbaik yang mereka raih adalah posisi 3. Artinya Yamaha belum pernah sekalipun sabet juara 1 dimusim ini. Kemenangan terakhir Rossi adalah Assen musim 2017. Namun menilik performa M1 sekarang, doi tidak terlalu yakin doi bisa kembali mengulang prestasinya tersebut….

Ini kabar buruk bagiku dan juga Yamaha tanpa kemenangan sama sekali selama hampir setengah musim. Aku suka Assen seperti Barcelona, ​​atau Mugello atau Phillip Island. Tapi seharusnya kami tidak berharap menang hanya disatu atau dua trek. Di Assen bisa saja keajaiban datang. Apalagi aku suka trek ini, dan biasanya motor Yamaha bekerja dengan baik di Assen….

iklan iwb
iklan iwb

” Namun tahun ini akan sangat sulit. Aku berharap memiliki beberapa kesempatan lain untuk bisa menang sebelum akhir musim. Assen adalah tempat yang bagus tetapi dari satu tahun ke tahun lainnya selalu berbeda dan kamu tidak pernah tahu sampai hari Jumat. Hari ini kami akan melakukan tes dan punya sesuatu untuk dicoba, tidak ada yang menonjol, tapi kami optimis dan kami akan berusaha membuat langkah kecil…” tukas Vale…

Dalam pandangan Rossi, kelemahan Yamaha dibandingkan Ducati dan Honda adalah sisi akselerasi. Sebab ketika doi mencoba mengikuti mereka, keduo rival tidak terlihat banyak terjadi spinning. “ Kami harus bekerja pada sisi akselerasi sebab saat aku mengikuti Ducati dan Honda sepertinya mesin serta sistem elektroniknya bekerja sangat baik sehingga mereka mampu menyalurkan tenaga tanpa mengalami spinning (ban)….” tutup Valentino Rossi…

Last…..Rossi bisa dibilang lebih sopan dibandingkan Vinales yang justru memberikan komentar sangat pedas perihal jalannya balapan. Vinales tidak sungkan mengatakan “ 10 lap awal balapan seperti aku ingin buang ke sampah” saat tanki M1 masih penuh dengan BBM. ” Aku tidak bisa melakukan apapun dengan motor ini..” tutupnya. So…semoga Yamaha bangkit dari keterpurukan sehingga tontonan Motogp lebih berwarna tidak bosenin. Lha saiki mung karo Honda vs Ducati….piye jal…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

100 COMMENTS

    • Hondongo honbul bosoookk jijikkk jiahahahahaaa malu2in.. Fbhonbul tukang kibul maling teriak maling..?
      Yamaha yess mantap dan kerenn..

  1. Vinales mulai menunjukkan kelasnya
    Sebagai pembalap medioker. Dari moto2 jg ga pernah jurdun. Yg jurdun aj kesulitan aplgi vinales

  2. Yamaha msh blm fix kyknya ecu nya, awal musim lalu mv25 bs lbh baik. mv25 musim ini ktanya milih mesin yg lbh powerfull makannya yg trjadi mlh degradasi ban meski power dan topspeed diatas vr46 sedangkan vr46 milihmesin yg lbh lembut.dan dia cuma perlu konsisten. Jl99 kencang semoga race berikutnya terjadi pertarungan seru dgn mm93. Atau bakal touring lg.

  3. Pembalap tanpa punya pengalaman seting motor,cuma ngandelin mekanik (mv25). Dan harusnya yamaha punya pembalap penguji seperti mika kallio atau seperti stoner di ducati

  4. pembalap…hebat…tanpa byk cincong…jls pedrosa kang…adem ayem…walu pake mesin bobrok…..ngan ah ah ahhhhh

    • Bener mending pensiun drpd turun kelas pke motor yg kata vina mau dibuang ke tong sampah ? aja
      ekekekekekek
      ngah ngaahhh ngaaahhh ngaaahhhhh…
      ngoahahaha…???

  5. Rossiana sudah kempes prestasi skrg…beliau hanya akan menjadi juara fans instagram dengan follower baper terbanyak, tapi untuk prestasi race seribu kali empat ribu persen hanya akan jadi penghibur para baper community (fummy dangdut academy)

  6. Juara ntar kalo m1cin nya pake vva dan boreup 1005cc..
    JUARA MALU MALUIN MKSDNYA..
    wkwokwwowkwowko

  7. Udah resign aja Yamaha dari moto gp, ngga juara, di Indonesia jualan melorot, duit banyak keluar. Contoh Kawasaki cukup ikut superbike, motor jalanan, sering juara, duit ngga banyak keluar, image motor kencang tetap ada

  8. Tanpa mengurangi rasa hormat atas pencapain vr46 yg sudah jurdun 9x, semenjak doi ke ducati sepertinya feeling dia dalam develop motor sudah menurun bisa jd juga karena macem2 teknologi yg lebih komplek sekarang.

    Apalagi semenjak vr46 hengkang ke ducati justru jl99 yg bisa jurdun dengan m1 3x, jd pngembangan m1 dari 2010-2016 masih bayak campur tangan jl99. Tahun 2017 pengembangan m1 lebih condong ke vr46 dan mulai banyak kendala daripada race2 awal 2017 mv25 bisa menang race beberapa kali dimana secara tidak langsung m1 masih lungsuran develop dari jl99.

    Terbukti dengan masuknya jl99 mulai tahun lalu dv04 bisa jd salah satu title contender sampai tahun 2018 ini ducati jadi makin familiar untuk semua pembalap.

    jl99 sudah membuktikan sebagai rider yg bisa develop motor.
    2 race terakhir dia buktikan membawa desmo seperti bawa m1, smooth bener. Bahkan ad04 saja cara bawa desmo gak selembut itu.

    HRC sangat cerdik dengan membawa jl99 ini ke repsol honda, biarkan dua pembalapnya bersaing untuk perebutan juara yang penting development rcv tidak berkiblat ke salah satu rider.

    • bener neh,pabrikan lain sdh dptkan ilmu dr yamaha khususnya sasis sampe brani bur gede pembalap yamaha biar pindah. yamaha sdh saatnya berpikir contek ilmu dr pabrikan lain.klo adem terus ya,,bakal ketinggalan khususnya dimotogp. klo wsbk seh bisa bersaing dgn ducati.

    • Ducati bisa seperti sekarang juga karena andi Rossi mas….doi yang ngotot supaya ducati berubah dari menggunakan chasis teralis ke deltabox kaya motor Jepang supaya lebih mudah di kendalikan….bukti chasis teralis ducati menguras fisik…Stoner cuma bisa menang di 2007 , setelah itu kena penyakit misterius sampai2 baru sesi warm up aja dia pernah jatuh…akhirnya pilih hengkang ke Honda…

    • Gelar the doctor itu sudah cukup memberikan bukti bagaimana kemampuan seorang rossi dibanding si mas yg cuman bs komen dengan argumen asbun

  9. Jualan motor disinipun kayak main2. Produknya gak ada yg beres kecuali MAX Series.
    Kelas dibawahnya 1 platform untuk semua (MIO, SOUL, GT).
    Aerox bakal pakai tromol terus kalau tidak ada penantangnya yg pakai cakram belakang. Disuruh beli NMAX kalau pingin cakram belakang, wtf!
    Vixion terbaru makin parah desainnya, tetap SOHC pula. NVA masih mending terbantu desainnya. R15 desain oke, mesin memble, kebanyakan kosmetik.
    SMAX ditahan2 rilisnya.
    Dikasih masukan malah ngeyel.

  10. Jualan motor disinipun kayak main2. Produknya gak ada yg beres kecuali MAX Series.
    Kelas dibawahnya 1 platform untuk semua (MIO, SOUL, GT).
    Aerox bakal pakai tromol terus kalau tidak ada penantangnya yg pakai cakram belakang. Disuruh beli NMAX kalau pingin cakram belakang, wtf!
    Vixion terbaru makin parah desainnya, tetap SOHC pula. NVA masih mending terbantu desainnya. R15 desain oke, mesin memble, kebanyakan kosmetik.
    SMAX ditahan2 rilisnya.
    Dikasih masukan malah ngeyel.

  11. Tak critani caaaaah ….

    Sepertinya yamaha emang harus berani putar haluan walaupun resikonya buesarr. Putar haluan ke konfigurasi V. Ketika rival sudah terbiasa dengan konfig V bahkan bisa membuat pembalapnya ngeklop sama keganasan mesin V, yamaha masih asyik dengan inline yang memang nyaman buat pembalap.
    memang mesin v ganas, tapi dari waktu ke waktu lahirlah pembalap2 baru yang makin bisa menundukkan keganasan itu. Lha kalo masih inline aja supaya bisa menyamankan pembalap,maka cari aja pembalap2 veteran yg lebih milih nyaman balapan daripada agresif balapan. contohnya rossi.

    Putar haluan ke v memang beresiko besar, yaitu seperti memulai perjalanan dari nol sedangkan rival sudah jauh terbiasa berganas2 ria denagn v. Ndak usah idealis, karena ke depan keganasan mesin lebih berkembang timbang nyaman di tikungan. Honda aja berani ambil resiko dari screamer ke bigbang, walaupun ini contoh yg tidak seberat pindah dari inline ke v.

    Apa sih yg bisa dilakukan dengan setia pada inline ? ya paling cuma modif sasis thooook. Ngoprek elektronik aja malah bikin boros ban. Liat tuh para pemakai v, mereka dah ublek2 akselerasi, ECU, winglet, aero, dan bentar lagi paling2 EMU. bahkan urusan sasis aja Honda masih pake versi 2016. Istilah kata inline itu kayak baru mikir gimana bangun rumah supaya nyaman tapi mesin v udah memodif rumah nyaman untuk lebih indah.

    Naaaah … kira2 gimana? masih mau pake inline ? pikirkan itu dengan bijak nak …

  12. Masih heran sama Rossi Hatter…padahal Rossi sudah berusaha maksimal dan itupun sudah raihan terbaik untuk Rider seusia Rossi….coba anda lihat para Rider yang usianya sebelas dua belas dengan Rossi ada dimana mereka sekarang masihkah dimotogp atau hanya jadi penonton yang suka nyinyir…lihat Rossi bro dengan usia yang tidak muda lagi masih bisa ditim pabrikan….

    • Nggak usah heran sama hatter. Jamannya rossi mudapun, fans dia juga nge-hate rival2nya, yg di hate pun orang2 lebih tua juga, sebangsa biaggi & gibernau.

      heran ama hatter berarti gak siap kompetisi. kecuali kalo ada pembalap lain jatuh trus berpesta, ituuuuu … baru yg bikin heran

  13. tidak ada yang meragukan kehebatan Rossi
    Yamaha jadi besar juga karena rossi 2004 silam
    sebelumnya yamaha juga susah mengejar honda sebelum tahun itu
    wajar jika yamaha masih mempertahankan rossi hingga kini meskipun untuk develop motor sepertinya sudah berkurang kemampuannya mengingat banyak perangkat elektronik sedangkan rosi tumbuh dan besar dengan balap tanpa elektronik yg jelimet seperti sekarang

    • Ducati bisa seperti sekarang juga ada andil Rossi, ngotot merubah chasis teralis jadi deltabox kaya sekarang supaya mudah dikendarai…klo Rossi g ke Ducati, mungkin ducati masih nunggu pembalap seperti Stoner sampai sekarang buat bisa juara seri atau juara dunia, tapi sesudahnya kena penyakit misterius sama kaya Stoner dulu…

  14. Tanpa mengurangi rasa hormat atas pencapain vr46 yg sudah jurdun 9x, semenjak doi ke ducati sepertinya feeling dia dalam develop motor sudah menurun bisa jd juga karena macem2 teknologi yg lebih komplek sekarang.

    Apalagi semenjak vr46 hengkang ke ducati justru jl99 yg bisa jurdun dengan m1 3x, jd pngembangan m1 dari 2010-2016 masih bayak campur tangan jl99. Tahun 2017 pengembangan m1 lebih condong ke vr46 dan mulai banyak kendala daripada race2 awal 2017 mv25 bisa menang race beberapa kali dimana secara tidak langsung m1 masih lungsuran develop dari jl99.

    Terbukti dengan masuknya jl99 mulai tahun lalu dv04 bisa jd salah satu title contender sampai tahun 2018 ini ducati jadi makin familiar untuk semua pembalap.

    jl99 sudah membuktikan sebagai rider yg bisa develop motor.
    2 race terakhir dia buktikan membawa desmo seperti bawa m1, smooth bener. Bahkan ad04 saja cara bawa desmo gak selembut itu.

    HRC sangat cerdik dengan membawa jl99 ini ke repsol honda, biarkan dua pembalapnya bersaing untuk perebutan juara yang penting development rcv tidak berkiblat ke salah satu rider.

    • bener neh,pabrikan lain sdh dptkan ilmu dr yamaha khususnya sasis sampe brani bur gede pembalap yamaha biar pindah. yamaha sdh saatnya berpikir contek ilmu dr pabrikan lain.klo adem terus ya,,bakal ketinggalan khususnya dimotogp. klo wsbk seh bisa bersaing dgn ducati.

    • Gelar the doctor itu sudah cukup memberikan bukti bagaimana kemampuan seorang rossi dibanding si mas yg cuman bs komen dengan argumen asbun

    • Ducati bisa seperti sekarang juga karena andi Rossi mas….doi yang ngotot supaya ducati berubah dari menggunakan chasis teralis ke deltabox kaya motor Jepang supaya lebih mudah di kendalikan….bukti chasis teralis ducati menguras fisik…Stoner cuma bisa menang di 2007 , setelah itu kena penyakit misterius sampai2 baru sesi warm up aja dia pernah jatuh…akhirnya pilih hengkang ke Honda…

  15. Pembalap tanpa punya pengalaman seting motor,cuma ngandelin mekanik (mv25). Dan harusnya yamaha punya pembalap penguji seperti mika kallio atau seperti stoner di ducati

  16. Udah resign aja Yamaha dari moto gp, ngga juara, di Indonesia jualan melorot, duit banyak keluar. Contoh Kawasaki cukup ikut superbike, motor jalanan, sering juara, duit ngga banyak keluar, image motor kencang tetap ada

  17. Masih heran sama Rossi Hatter…padahal Rossi sudah berusaha maksimal dan itupun sudah raihan terbaik untuk Rider seusia Rossi….coba anda lihat para Rider yang usianya sebelas dua belas dengan Rossi ada dimana mereka sekarang masihkah dimotogp atau hanya jadi penonton yang suka nyinyir…lihat Rossi bro dengan usia yang tidak muda lagi masih bisa ditim pabrikan….

    • Nggak usah heran sama hatter. Jamannya rossi mudapun, fans dia juga nge-hate rival2nya, yg di hate pun orang2 lebih tua juga, sebangsa biaggi & gibernau.

      heran ama hatter berarti gak siap kompetisi. kecuali kalo ada pembalap lain jatuh trus berpesta, ituuuuu … baru yg bikin heran

  18. Tak critani caaaaah ….

    Sepertinya yamaha emang harus berani putar haluan walaupun resikonya buesarr. Putar haluan ke konfigurasi V. Ketika rival sudah terbiasa dengan konfig V bahkan bisa membuat pembalapnya ngeklop sama keganasan mesin V, yamaha masih asyik dengan inline yang memang nyaman buat pembalap.
    memang mesin v ganas, tapi dari waktu ke waktu lahirlah pembalap2 baru yang makin bisa menundukkan keganasan itu. Lha kalo masih inline aja supaya bisa menyamankan pembalap,maka cari aja pembalap2 veteran yg lebih milih nyaman balapan daripada agresif balapan. contohnya rossi.

    Putar haluan ke v memang beresiko besar, yaitu seperti memulai perjalanan dari nol sedangkan rival sudah jauh terbiasa berganas2 ria denagn v. Ndak usah idealis, karena ke depan keganasan mesin lebih berkembang timbang nyaman di tikungan. Honda aja berani ambil resiko dari screamer ke bigbang, walaupun ini contoh yg tidak seberat pindah dari inline ke v.

    Apa sih yg bisa dilakukan dengan setia pada inline ? ya paling cuma modif sasis thooook. Ngoprek elektronik aja malah bikin boros ban. Liat tuh para pemakai v, mereka dah ublek2 akselerasi, ECU, winglet, aero, dan bentar lagi paling2 EMU. bahkan urusan sasis aja Honda masih pake versi 2016. Istilah kata inline itu kayak baru mikir gimana bangun rumah supaya nyaman tapi mesin v udah memodif rumah nyaman untuk lebih indah.

    Naaaah … kira2 gimana? masih mau pake inline ? pikirkan itu dengan bijak nak …

  19. tidak ada yang meragukan kehebatan Rossi
    Yamaha jadi besar juga karena rossi 2004 silam
    sebelumnya yamaha juga susah mengejar honda sebelum tahun itu
    wajar jika yamaha masih mempertahankan rossi hingga kini meskipun untuk develop motor sepertinya sudah berkurang kemampuannya mengingat banyak perangkat elektronik sedangkan rosi tumbuh dan besar dengan balap tanpa elektronik yg jelimet seperti sekarang

    • Ducati bisa seperti sekarang juga ada andil Rossi, ngotot merubah chasis teralis jadi deltabox kaya sekarang supaya mudah dikendarai…klo Rossi g ke Ducati, mungkin ducati masih nunggu pembalap seperti Stoner sampai sekarang buat bisa juara seri atau juara dunia, tapi sesudahnya kena penyakit misterius sama kaya Stoner dulu…

  20. Yamaha msh blm fix kyknya ecu nya, awal musim lalu mv25 bs lbh baik. mv25 musim ini ktanya milih mesin yg lbh powerfull makannya yg trjadi mlh degradasi ban meski power dan topspeed diatas vr46 sedangkan vr46 milihmesin yg lbh lembut.dan dia cuma perlu konsisten. Jl99 kencang semoga race berikutnya terjadi pertarungan seru dgn mm93. Atau bakal touring lg.

  21. Vinales mulai menunjukkan kelasnya
    Sebagai pembalap medioker. Dari moto2 jg ga pernah jurdun. Yg jurdun aj kesulitan aplgi vinales

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here