iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeeee…..cukup banyak yang menyayangkan keputusan Suzuki menendang Andrea Iannone dari pabrikan Hamamatsu disaat performa pembalap ini sedang cemerlang. Berhasil sabet podium dua kali berturut-turut, seharusnya Suzuki bisa mempertimbangkan Iannone agar tetap membela Suzuki. Namun menurut pabrikan Hamamatsu, mereka punya alasan khusus untuk melakukannya. Apa gerangan ? berikut alasan Suzuki tendang Andrea Iannone dan mengganti dengan Joan Mir….

Suzuki mengakui, irama keputusan kontrak yang lebih awal sebenarnya tidak baik untuk pabrikan ataupun rider. Sebab review performa Rider akhirnya hanya ditentukan pada musim sebelumnya. Itulah yang saat ini terjadi pada Suzuki terhadap Andrea iannone.  Menurut Brivio review berakhirnya hubungan antara Suzuki dan Andrea iannone berdasarkan apa yang harus mereka lakukan terhadap penilaian musim lalu bukan musim ini….

Kondisi tersebut dilakukan karena situasi yang berbeda dimana seluruh pabrikan sudah melakukan perpanjangan kontrak terlalu awal. Otomatis Suzuki harus segera memutuskan jika tidak akan berpengaruh pada Squad masa depan. “ Seperti yang sudah terjadi balapan masih di awal tahun. Praktis kamu hanya bisa menilai performa dari musim kemarin secara keseluruhan. Tentu hal ini tidak bagus untuk pembalap juga negatif untuk para tim….

iklan iwb

” Market sekarang tidak mengizinkan pembalap menunjukkan progres mereka. Kondisi serupa terjadi pada motor serta tim. Pada dasarnya keputusan ini berdasarkan penilaian performa musim 2017 dan seperti yang sudah aku katakan bahwa motor kami tidaklah sempurna di tahun itu. Kami melakukan beberapa kesalahan secara spesifikasi teknis termasuk mesin…

Andrea Iannone sepertinya tidak pernah merasa senang dan nyaman dengan motornya. Kami perlu mengerti bahwa Suzuki adalah motor yang bagus untuk Andrea Iannone dan Iannone merupakan pembalap bagus untuk Suzuki. Namun hingga pada akhirnya pasar pembalap mulai dengan cepat. Kondisi tersebut terlalu prematur untuk Iannone dan Suzuki akhirnya memberikan isyarat tidak untuk melanjutkan…

” Itu adalah situasi gila yang terjadi pada bursa rider. Sayang sekali kita sudah masuk dalam permainan tersebut. Kita harus ikut bermain dan mengikuti peraturan dalam game. Dan ketika keputusan tiba sepertinya perkawinan antara Suzuki dan Iannone cukup sulit. Di saat itulah kami mulai berpikir untuk mencari alternatif…” seru Davide yang akhirnya memilih Joan Mir. Pertanyaannya kenapa harus rider muda dan bukan pembalap yang sudah matang ?

” Kevin Schwantz Suzuki RGV500….”

” Kevin Schwantz adalah sebuah sejarah sempurna untuk Suzuki. Dia selalu menang bersama Suzuki dan fans juga mencintainya. Dia adalah pembalap sukses dan memenangkan banyak sekali race. Aku rasa Suzuki ingin mengulang kesuksesan tersebut bersama Alex rins serta Joan Mir. Dan kami mempelajari kemungkinan mereka diambil oleh tim lain (seperti Vinales)….

” Oleh karena itu kontrak yang kami berikan kepada Joan Mir lebih dari 2 tahun. Kami menyebutnya sebagai 2 plus 2 dan kontrak Alex rins juga demikian...” tutup Brivio. So…berdasarkan penuturan Manager MotoGP Suzuki bisa kita simpulkan bahwa sepertinya pabrikan Hamamatsu ingin menggembleng pembalap muda untuk terus Setia bersama Suzuki. Nggak heran kedua pembalap tersebut ternyata diam-diam sudah dikontrak lebih dari 2 tahun walaupun pengumuman mereka hanya menyebut sampai 2020…(iwb)

iklan iwb
Previous articleTips & Trik : Cara memperlakukan remote keyless motor yang benar, ngirit baterai cakkk !!!
Next articleMPM Gelar Ramadhan Care & lebaran Aman, mantap ki cakk !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!