iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeeee…sampeyan pasti sudah tahu bahwa balap Mugello menjadi moment paling pahit untuk Marc Marquez. Tanpa ada peringatan sedikitpun, tiba-tiba Honda RCV seperti kehilangan grip. Kendati Marc berusaha keras mempertahankan, semua sia-sia. Padahal speed saat kejadian tidak terlalu melonjak dari biasanya. Nggak heran kita pun bertanya….ada apa gerangan? nah…setelah menunggu akhirnya terbongkar biang dlosornya Marquez di Mugello. Apa gerangan ?

Terbongkarnya biang Marquez dlosor dari Mugello datang dari pembalap Marc VDS murid Rossi. Siapa lagi kalau bukan Franco Morbidelli. Morbidelli memberikan gambaran bahwa di Mugello Honda sebenarnya memang menderita. Sebab ban nggak ada yang pas di Mugello. Bisa dilihat banyaknya pasukan Honda yang dlosor di Italia. Mulai dari Nakagami, Thomas Luthi, Dani Pedrosa serta Marquez…

Sedang Morbidelli bisa finish itupun terseok-seok. Bahkan masuk garis finish doi hanya mampu berada diposisi 15 dari sebelumnya 12. Lhooo, kenapa bisa begitu? kenapa susah bener dan apa hubungannnya dengan Marquez? ” Setiap ban yang kita pilih seperti nggak ada yang pas, selalu salah. Pilihan apapun seperti racun buat Honda...” pungkas Morbidelli…

iklan iwb

Di Mugello, Michelin memberikan ban asimetrik yang memiliki kompon bervariasi mulai dari hard dibagian kanan dan soft bagian kiri. Dan Marquez ternyata menggunakan komposisi tersebut. Komposisi yang membuat Marc mencium aspal. “ Banku terlalu lunak, sedangkan Marquez terlalu keras disisi kanan dan bisa jadi terlalu lembut dibagian kiri. Dan karena asimetrik rasanya juga berbeda….

” Jika Marc memilih ban tersebut ini artinya doi percaya ban akan mampu digunakan untuk race jarak jauh dan mungkin menurutnya adalah pilihan terbaik. Aku sendiri bahkan tidak mencoba komposisi tersebut karena aku lihat banyak rider crash. Jadi aku putuskan tidak jajal…” tutup Morbidelli. Senada dengan Morbidelli, Crutchlow juga demikian. Menurutnya pembalap Honda tidak memiliki ban yang cocok untuk RC213V di Mugello…

Kita berjuang selama akhir pekan karena kami tidak memiliki ban yang cocok untuk digunakan. Kami tahu medium kompon akan kami gunakan untuk race, tapi tetap sebuah pilihan salah. Aku rasa kami memang harus memilih ban asimetrik dengan komposisi keras dikanan walau disebelah kiri karetnya sangat lunak. Resikonya sangat berbahaya digunakan untuk menyalip…

” Oleh karena itu aku hanya mengatur ritme balap tanpa banyak menyalip. Dengan ban terlalu lunak dikiri maka suhu karet cepet sekali overheat khususnya ban depan dan aku mengalaminya. Makanya aku hanya memastikan agar bisa finish. Sekarang kami pergi ke Barcelona. Kita berharap di trek ini alokasi ban akan cocok buat motor kami...” tutup Crutchlow…

Last…biang dlosornya Marquez disinyalir karena pemilihan ban Hard disebelah kanan (kiri soft/asimetrik). Dengan tipe keras, maka traksi ban belum maksimal…..dan hasilnya ketika Marc mencoba ngepush mengikuti rider didepannya, doi kehilangan traksi. Bisa kita lihat ketika crash, Marc baru 3 putaran dan berada diposisi berbelok kanan. Tapi kenapa tim lain nggak masalah? Dengan karakter motor berbeda, tentu saja hasil berbeda. Makanya disini fokusnya adalah….komposisi ban kurang cocok untuk RC213V. Kira-kira demikian cak. Sisi positifnya, persaingan semakin seru dan nggak bosenin. Lawong poin mendekat…bener ora cak. Yo wis sholat Subuh dulu, salam juozzzz gandozzz…(iwb)

iklan iwb
Previous articleHonda PCX 150 laris manis, Wahana sukses jual 8200 unit !!
Next articleBerikut 4 nama-nama pemenang kuis Iwanbanaran, selamat cak !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!