Iwanbanaran.com – Kangbroo….sepertinya setiap pembalap setelah menggunakan Yamaha akan kaget dengan motor lain. Hal ini karena M1 termasuk jinak dan mudah dikendalikan. Ibarat jaran cak, jarane ki kuthuk dan gampang diatur. Nggak heran disodori motor lain langsung kaget. Dan rata-rata mereka gagal adaptasi apalagi musuh Ducati yang terkenal beringas. Hal ini diungkapkan Lorenzo pasca balap Le Mans. Lorenzo mengatakan bahwa Ducati baru bikin capek dan menguras tenaga ! 

Sepertinya Lorenzo wis ora perduli cak. Walau kontrak doi masih dalam status tanda tanya, rider Spanyol ini blak-blakan mengeluhkan nunggang Ducati. Menurutnya Ducati anyar adalah motor sulit dan menguras tenaga. sempat leading lalu terus ngedrop hingga finish ke enam, Lorenzo mengatakan motor baru Ducati lebih sulit dikendalikan dan bikin capek….

“ Aku mengawali balapan cukup kuat di Jerez, bahkan berhasil melebarkan gap. Sayang, saat leading dan masuk zona 250 km/jam rider lain mampu mengerem lebih dekat.  Masalahnya setelah lima atau enam lap, aku tidak dapat fokus dan membalap dengan tenang. Sulit untuk membuat pikiranku bersih….

”  Masalahnya Ducati baru memiliki ergonomi yang berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Motor ini jauh lebih sulit dan melelahkan. Semua orang di paddock tahu siapa aku, hasil yang dicapai selama bertahun-tahun dan memenangkan gelar juara dunia…

” Ya….saat ini aku berjuang dengan Ducati, tetapi satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah bekerja untuk meningkatkan dan menemukan sebuah solusi. GP18 pasti akan berkembang…” tutup Lorenzo seperti menyalahkan motornya…

Tentu penuturan Lorenzo ini cukup menarik jika dibandingkan dengan Dovi bahkan Petrucci ataupun Miller. Kalau demikian berarti mereka bertiga termasuk hebat karena mampu menghadapi tim factory (Petruc dan Miller). Ini artinya proses adaptasi Lorenzo kurang maksimal? bisa jadi. Mungkin karena sebelumnya nunggang motor jinak macam Yamaha. Mungkin saja cak…

Nah…kalau menurut sampeyan piye cak…apakah memang masalahnya pada motor atau ridernya ? monggo berikan opininya…..(iwb)

Advertisements