iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbro….pasca kemenangan dan dominasi dua pabrikan KTM dan Kawasaki diajang WSSP 300 di Aragon yang dipandang tidak fair membuat Yamaha melakukan protes keras. Protes ini langsung disikapi serius oleh komisi penyelenggara dengan meneluarkan beberapa aturan yakni kebiri RPM untuk KTM, Honda dan Kawasaki. Dan setelah regulasi direvisi, Galang Hendra tampil cemerlang sabet posisi 5 !

Perjuangan pembalap binaan Yamaha Indonesia, Galang Hendra Pratama pantas diapresiasi. Start dari grid ke-14, rider asal Yogyakarta usia 19 tahun ini sukses finish ke-5 dalam seri ke-3 balap World SuperSport 300 (WSSP300) di Sirkuit Imola, Italia, Minggu (13 Mei). Sebetulnya hasil sesi Superpole 2 (SP2), Galang Hendra berada di urutan ke-10, namun terkena penalti bersama banyak pembalap yang menurunkan kecepatan pada racing line saat kualifikasi hingga harus turun di grid ke-14….

Kondisi demikian justru menjadi motivasi Galang Hendra untuk mengukir prestasi lebih baik dari seri sebelumnya (Assen Belanda). Terbukti sejak lampu start menyala, Galang Hendra langsung melaju dan menembus deretan 10 besar. Bahkan pada lap ke-7, sudah masuk di urutan ke-7. Pada lima lap terakhir, Galang Hendra sempat berada di posisi ke-4 setelah melalui Borja Sanchez (Spanyol) dan Luca Grunwald (Jerman)….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Balapan semakin ketat di lap-lap terakhir. Terdapat 7 racer yang tampil ngotot. Dalam hal ini, hanya Galang Hendra dan Kevin Sabatucci yang menunggangi Yamaha YZF-R3. Pada akhirnya, Galang Hendra dapat finish ke-5 dalam 11 lap trek Imola yang memiliki panjang 4,9 km. Bukti rider merah putih memang juozzz soal skill balap. Kondisi ini berbeda didua race sebelumnya yang tampak kesusahan. Dan setelah Yamaha melakukan protes…formulasi barupun digarap….

Peraturan baru digodok agar Yamaha R3 tidak dirugikan akibat kubikasinya paling kecil. Peraturan ini memberikan pembatasan RPM pada motor 400cc dan menaikkan limiter motor kubikasi 320cc. Adapun isi dari regulasi bari WSSP 300 terbaru adalah…

  • Kawasaki Ninja 300 limiter maksimal dipatok 13.000RPM (bobot minimal 140kg)
  • Kawasaki Ninja 400 (EX400G/H/J) limiter diturunkan dari 12,000RPM menjadi 10.800 RPM (bobot minimal 150kg)
  • Yamaha YZF-R3 limiter dinaikkan dari 12.850 RPM menjadi 13.100 RPM (bobot minimal 140kg)
  • KTM RC390 limiter diturunkan menjadi hanya 10.450RPM dari sebelumnya 11.000 RPM (karena mesin 1 silinder bobot minimal 136kg)
  • Honda CBR500R sedikit dinaikkan menjadi 11.200RPM dari awalnya 9.500RPM (bobot minimal 143kg)

Yup…itulah jawaban bagi sampeyan yang penasaran kenapa motor 320cc diadu dengan motor 500cc. Jawabannya adalah kemampuan asli big cc sebenarnya sudah dikebiri untuk memberikan kesempatan pada cc dibawahnya. Dan kini setelah pemangkasan limiter plus pengaturan bobot sudah dianggap fair. Nggak heran R3 sekarang bisa mengejar para rival. Terbukti dengan berimbangnya kekuatan kini Galang berhasil finish kelima yang artinya skill bocah ini memang juozz gandozzz…(YIMM PR edited iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!