iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeeee….seperti yang kita tahu pada tahun 2017, Astra Honda Motor berhasil menjadi juara dikelas AP250 dengan Gerry Salim. Lalu tahu ini mereka membawa dua lagi pebalap muda berbakat untuk ikut Asia Road Racing Championship yaitu Rheza Danica dan Awhin Sanjaya. Dua pebalap Indonesia yang turun pada Kejuaran Nasional dan tergabung di Astra Honda Racing School pada 2016 tersebut mendapat peluang besar ikut di kelas Asia Production 250cc. Mereka menutup musim lalu dengan berada di peringkat ke-4 dan ke-7. Walau tahun persaingan diakui cukup berat, namun mereka optimis. Berikut kata Rheza dan Ahwin…

Rheza dan Awhin harus berjuang untuk menjadi juara pada musim ini, menggantikan tugas Gerry Salim yang menjadi juara musim lalu. Dalam wawancara kali ini, mereka membahas tentang persaingan di kelas AP250 yang putaran pertamananya sudah digelar di Thailand, dukungan Astra Honda, dan performa Honda CBR250RR.

2018 merupakan musim kedua kalian di Asia Production 250cc. Bagaimana menurut kalian tentang persaingan tahun ini?
Rheza Danica: “Saya merasa percaya diri karena sudah memiliki pengalaman di hampir semua sirkuit yang dipakai. Saya juga bisa melihat dengan lebih jelas bagaimana persaingan di kelas ini. Saya juga ingin terus belajar demi bisa bersaing di level lebih tinggi dan menjadi juara. Selama putaran pertama di Thailand, kami bisa naik podium, meskipun hasil balapan kedua tidaklah positif. Secara umum, kami mendapatkan banyak data yang bisa diterapkan pada putaran kedua di Australia.”

iklan iwb
iklan iwb

Awhin Sanjaya: “Menurut saya, tahun ini saya lebih bisa mengatur strategi saat balapan, berkat data yang kami dapatkan juga selama musim lalu (meskipun saya tidak bisa balapan pada putaran di Sirkuit Sentul). Saya juga tidak ingin puas dengan apa yang sudah saya capai. Saya ingin terus belajar dan mencari pengalaman. Masih banyak yang harus ditingkatkan, dan seperti kita lihat di Buriram, tahun ini persaingan di kelas AP250 sangat kompetitif.”

Rheza Danica: “Saya ingin terus belajar pada musim ini, demi bisa bersaing di level yang lebih tinggi dan bersaing untuk menjadi juara AP250.”

Bagaimana menurut kalian tentang kelas AP250 pada 2018?
Rheza: “Banyak pebalap kompetitif yang ikut pada tahun ini dan persaingan sepertinya cukup berimbang. Tahun lalu, ada empat atau lima pebalap yang bisa bersaing untuk menjadi pemenang. Tahun ini, ada lebih dari 10 pebalap yang berpeluang bersaing di posisi atas. Untuk bisa bersaing, saya tahu bahwa saya harus terus meningkatkan kemampuan balap dan lebih sensitif dengan motor.”

Awhin: “Dibandingkan dengan 2017, persaingan tahun ini jauh lebih seimbang terutama para pebalap di depan. Catatan waktu pebalap hampir sama. Bagi saya, ini merupakan tantangan tersendiri. Saya berusaha untuk mempersiapkan diri secara fisik, dan sebanyak mungkin latihan dengan motor demi mendapatkan hasil terbaik saat balapan.”

Bagaimana peran Astra Honda dalam karier balapmu?
Rheza: “Astra Honda punya peran besar dalam karier saya. Tidak semua pebalap beruntung dan bisa bergabung di sini. Karena itu, saya berterima kasih kepada mereka karena sudah memberi saya kesempatan. Menurut saya, Asia Road Racing Championship merupakan kompetisi terbaik di Asia dan pengalaman ini akan menjadi kunci buat saya untuk terus berkembang. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik pada setiap balapan.”

Awhin: “Saya berterima kasih kepada AHRT yang sudah memberi saya kesempatan untuk balapan di Asia. Saya ingin selalu memberikan yang terbaik buat mereka. Saya lahir di Masamba, kota kecil yang jaraknya 10 jam dengan naik mobil dari Makassar (ibu kota Sulawesi Selatan). Buat saya, bisa balapan di luar kota Makassar saja sudah merupakan kejutan. Terima kasih kepada Astra Honda karena sekarang saya bisa balapan di level internasional di Asia, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.”

Awhin Sanjaya: “Terima kasih kepada Astra Honda karena sekarang saya balapan di level internasional, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan.”

Bagaimana performa Honda CBR250RR musim ini?
Rheza: “Menurut saya, CBR250RR tahun ini lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu. Saya akan berusaha untuk mendapatkan performa terbaik dan meningkatkan feeling saya dengan motor, untuk memperbaiki gaya balap saya.”

Awhin: “CBR250RR membantu saya untuk bisa kompetitif. Pada tahun kedua saya dengan motor ini, saya merasa sudah bisa beradaptasi dengan lebih baik. Saya juga semakin tahu bagaimana memaksimalkannya, dan kami masih bisa terus berkembang serta masih banyak yang bisa dipelajari.”

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

43 COMMENTS

    • Atas ane fby murtad ikut beli scoopy. Begini ini tabiatny fby pak ngabidin. Jas jes jos belinya scoopy
      Bruakakakak

    • Atas ane fby murtad ikut beli scoopy. Begini ini tabiatny fby pak ngabidin. Jas jes jos belinya scoopy
      Bruakakakakak

    • Gak ada bos mau FBY atau FBH beli motor diluar pakem harus beli motor yg disembah yg bersangkutan lah.

      Perlu dicatat gak semua fansboy itu fanatik merk.
      Termasuk bos sadar juga.
      Harusnya situ untung produk bosoknya dibeli FBY akut sekaliber bos sadar.
      Dia beli motor ya semau dia lah uang2 dia kok situ yg sewot?
      Situ sehat?

  1. ekkkkkkkk…asal ciberuk 206 ReRembes juara…ngebeha girang gk ketulungan tapi disuruh beli…minta pertulungan…itu tabiat fbh…ngahhhhh

    • ekkkkk…dan yang nyiram nyiram air tuh fbh…panggil aja Kumbang…mongtornya embit …katanya butuh pendapatan sampingan…ngahhhh ati ati coeg mbingha seneng menyusup dalam selimut…ngahhhhhh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here