Iwanbanaran.com – Kangbro…adu pernyataan antara Rossi dan Marc terus terjadi. Setelah Rossi menuding Marc adalah pembalap kotor, justru pembalap Spanyol ini menganggap manuvernya biasa saja tidak ada kegilaan. Untuk kasus Rossi, apa yang terjadi adalah ketidak sengajaan. Hal itu dilontarkan Marc pasca balapan yang membuat Marc dijatuhi penalty mundur 30 detik kebelakang karena dianggap sebagai Irresponsibility maneuver…

Bencana awal terjadi ketika mesin RC213V tunggannya mati saat akan start. Berusaha menyalakan motor digrid, Marc akhirnya harus masuk penalty karena secara regulasi Motogp, hal itu memang tidak dibenarkan. Berikut pasal yang mengatur ketika mesin mati saat akan start…

Any rider who stalls his engine on the grid or who has other difficulties must remain on the motorcycle and raise an arm. It is not permitted to attempt to delay the start by any other means” and “Riders must not ride their motorcycles in the opposite direction of the circuit, either on the track or in the pit lane, unless doing so under the direction of an Official.”

Lebih kurang artinya adalah..

Setiap pembalap yang mengalami mesin mati di grid atau yang memiliki kesulitan lain harus tetap duduk di motor dan mengangkat lengan. Tidak diizinkan untuk mencoba menunda start dengan cara lain” dan ” pembalap tidak boleh mengendarai sepeda motor mereka ke arah berlawanan dari sirkuit, baik di trek atau di pit lane, kecuali melakukannya di bawah arahan seorang race direction resmi…”

Itulah kenapa Marc mendapatkan penalty masuk pit lane. Anjlok ke 19 dari leading, Marc memang luar biasa. Secara pace doi bahkan lebih kencang 4 detik dibanding Aleix. Nggak heran hanya beberapa lap Marc sudah berada di sepuluh besar. Namun memang harus kita akui, Marc terkesan sradak sruduk. Bahkan doi sempat nyenggol Aleix Espargaro (Aprilia) dan memaksa melebar. Soal ini doi mengakui…

Aku mulai mencoba geber motor sekuat yang aku bisa. Dan mungkin kesalahan terbesar yang aku lakukan dalam race ini adalah dengan Aleix. Aku tidak menyadari empat detik lebih cepat dan cukup terkejut tabrakan itu terjadi. Meluncur empat detik lebih cepat daripada yang lain, itu cukup sulit. Aku mencoba 100% untuk menghindari kontak dan kemudian aku minta maaf [dengan isyarat tangan]. Oke, aku menerima penalti. Aku mengerti dan kembali turun satu posisi lalu biar aman aku turunkan di dua posisi….” seru Marc via crash…

Namun yang paling mendapatkan perhatian ketika doi menabrak Rossi dan membuat Vale crash. Tak ayal Rossi menuding Marc adalah pembalap kotor dan seperti sengaja berusaha menjatuhkannya. Dilalah tudingan tersebut ditolak mentah-mentah Marc. Bahkan doi menegaskan bahwa saat itu ritme balapnya normal. Tidak ada kegilaan yang dituduhkan. Kenapa motornya datang terlalu kencang sebab menurutnya ban depan sempat ngelock..

Dengan Valentino aku tidak berpikir telah membuat sesuatu yang gila.¬†Maksudku, ketika itu aku masuk ditikungan dan berusaha memahami kondisi lintasan. Tentu saja jalurnya kering, tapi tidak sengaja ban sedikit menabrak aspal basah yang membuat bagian depan terkunci. Terpaksa aku melepaskan rem dan terjadilah tabrakan. Aku mencoba menoleh dan melihatnya jatuh. Aku hanya mencoba untuk meminta maaf…

” Tapi jika kamu perhatikan insiden tidak hanya kami. Ada Zarco dengan Dani, Petrucci dengan Aleix … Maksudku race memang cukup sulit. Rossi juga pernah melakukannya saat usianya 25 tahun dan semua orang mengingatnya.¬†Aku sudah melakukan semuanya dengan baik dan aku sangat senang karena kecepatan kami ketika race sangat baik….” tutup Marc. Nahhh…jadi ngono yo cak…clear sudah. Kalau menurut sampeyan sendiri piye pakde……dengan seluruh penuturan diatas, apakah Rossi yang over baper atau Marc yang emang kebablasan alias kelewatan ? monggo share opininya….(iwb)

HP klik disini

Advertisements