iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbro….jaman dulu memang beda dengan sekarang. Ledakan tenaga mungkin sama-sama beringas tapi soal kontrol, mesin 2Tak di era GP500 jauh lebih sulit. Ketika sekarang dibantu elektronik, maka diera itu pembalap bener-bener harus mengandalkan skill sebab minimnya bantuan elektronik. Tidak heran sekalinya ban habis dan pecicilan, pasti pembalap akan mencium aspal.?Valentino Rossi gambarkan sulitnya nunggang GP500 2Tak diera lawas…..

Jika sampeyan melihat sejarah The Doctor, debut Kejuaraan Dunia 500 cc Valentino Rossi dimulai di Welkom / Afrika Selatan 18 tahun lalu. Nunggang Honda NSR500, menurut Rossi tidak mudah untuk menaklukkan mesin 500cc 2Tak. Semuanya sangat liar dan ban mudah sekali kehilangan traksi saat membuka gas. Jadi rider harus sensitif ketika keluar tikungan jika tidak ingin balapan usai sejak awal….

Jatuh bangunnya Rossi diceritakan via buku Biografinya berjudul “What if I had never tried it” yang kembali diungkapkan via beberapa media besar luar negeri. Sebagai informasi The Doctor mungkin menjadi pembalap muda yang mampu mengantongi 89 kemenangan dikelas premier 500cc dan Motogp. Tapi diawal merasakan mesin 500cc, doi tidak pernah mencicipi garis finish saat di Welkom Afrika…

iklan iwb

Menggunakan Honda NSR500 di tim Nastro Azzuro, Vale memang tampil impresif meraih posisi 5 saat kualifikasi. Tapi ketika race, semua berubah. Vale langsung ngedrop diposisi 13 saat balapan baru berjalan satu lap. Pelan namun pasti Rossi mulai maju pelan-pelan overtake satu persatu. Semua terlihat meyakinkan. Apalagi pembalap Honda ini torehkan best lap berkali-kali. Doi akhirnya mampu merangsek diposisi 5 didepan Alex Criville. Namun sayang, Vale tidak pernah masuk garis finish sebab doi dlosor pada lap ke 11 dari 28 lap yang harus dijalanani. Kenapa hal itu terjadi?

” Race pertamaku di kelas utama adalah di Afrika Selatan dengan NSR500. Sayang aku memiliki awal yang buruk. Tapi setelah itu aku mampu torehkan lap tercepat dengan Honda 500 2Tak. Ketika tiba di grup depan aku heran dan berpikir, kenapa mereka semua begitu lambat? Pada saat yang sama ketika aku langsung dlosor. Sejak itu baru aku mengerti bahwa mereka sudah berada pada kecepatan yang pas sedang aku datang? terlalu kencang dan tidak sabar….” seru Vale…

“Hal yang paling sulit tentang mesin 500cc buatku adalah ledakan power yang sangat besar termasuk akselerasinya. Jauh lebih kuat dibanding mesin 250cc 2 tak saat itu. Selain itu ban depan juga memiliki keterbatasan karena motor 500cc jauh lebih berat. Sulit untuk memahami sejauh mana batas kemampuan yang bisa aku maksimalkan…” tutup Vale. Rossi sendiri akhirnya berhasil masuk podium di GP500 pada balapan keempatnya di Jerez dan juara di?Donington Park pada balapan kesembilan. So….melihat umur yang tidak lagi muda, apa yang dilakukan Rossi sekarang memang masih luar biasa. IWB yakin jika Yamaha mampu memberikan motor yang bagus, bukan tidak mungkin rider berusia 39 tahun ini akan merepotkan Marc dan Dovi. Piye menurut sampeyan cak….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!