Iwanbanaran.com – Cakkkkkk…..Euro 4 pelan dan pasti terus meminta korban. Pengaturan Emisi gas buang ini semakin mengerikan dan menjadi momok motor-motor yang menggunakan mesin dibawah 2016. Setelah berhasil membunuh Honda CBR600RR, kini Euro 4 mulai membuat Triumph Daytona 675 sekarat ! Waduhhh…

Konfirmasi ini bisa kita lihat disitus-situs resmi beberapa negara. Triumph Daytona 675 sudah raib di microsite resmi Triumph Amerika Utara serta Inggris. Tidak hanya itu, Triumph Daytona 675 juga tidak lagi dalam line up dinegara seperti Jepang, India ataupun Brazil. Sekarat cak….tinggal hanya menunggu gong pusat. Pertanyaannya ada apa dengan Triumph Daytona 675 ?

Memang belum ada konfirmasi dari pihak Triumph. Namun dari beberapa referensi yang berkembang, Euro 4-lah yang memaksa Triumph Daytona 675 menyerah. Aturan sangat ketat yang meliputi pengaturan emisi gas buang serta tingkat kebisingan membuat mesin lawas terseok-seok. Ibarat umur pakde…mau sampeyan kasih gincu dan bedak tebal tetap aja nggak bisa menutupi usia rentanya…

Mungkin ada beberapa motor buatan dibawah 2016 masih mengaspal di dunia. Namun konon produk tersebut masih Euro 3 alias mengabaikan regulasi Euro 4 yang sudah mulai intens disosialisasikan dinegara-negara Eropa. Dan ditahun 2018 ini regulasi Euro 4 menaikkan status wajib dari sebelumnya himbauan. Emang apa sih bedanya Euro 4 dan 3 ?

Emang ngeri cak pengukurannya. Secara umum Euro 4 tidak hanya mengatur tingkat emisi gas buang. Namun Euro 4 mewajibkan produsen untuk mengatur kebisingan knalpot. Hanya itu ? Ora cakkk…kalau tingkat kebisingan sih Euro 3 sudah ada. Tapi Euro 4 juga mengukur getaran pada sasis atau frame….termasuk vibrasi gearbox. Nahhh..opo ora mumet jal…

Dan Triumph Daytona 675 menjadi korban perpindahan Euro 3 ke Euro 4. Triumph akhirnya menyerah sebab biaya yang harus ditanggung untuk memenuhi syarat yang dipatok terhadap Triumph Daytona 675 untuk Euro 4 sangat tinggi. Banyak komponen yang membuat produksi jadi melonjak signifikan jika dipaksakan termasuk elektronik ataupun rombakan engine total serta Catcon. So…jalan paling efisien, mematikan !!…

Jalan satu-satunya bagi Triumph kini adalah mengembangkan mesin anyar jika tetap ingin sang legendaris bermesin 3 silinder ini tetap hidup. Cara yang juga ditempuh Ducati pada Panigale dengan lahirnya Panigale V4. Harapannya mungkin adalah sempalan engine dari Triumph Street Triple 765 yang baru-baru ini direvisi untuk berlaga diajang Moto2..

Last…perjuangan mesin bensin tidak akan selesai sampai disini. Sebab Euro 4 nanti bakal dilanjutkan Euro 5 yang wacananya bergulir ditahun 2030. Tahun yang diprediksi akan mematikan mesin bensin karena Euro 5 diduga bakal sangat ketat. Mungkin suara mesin nggak boleh bunyi cak,…hanya desisan aja. So…dari sini bisa ditebak arahnya adalah penggiringan semua produsen untuk meninggalkan mesin bensin dan beralih ke penggerak listrik. Masa hilangnya letupan raungan engine ketika digeber…..sedih cak…(iwb)

Advertisements