iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Moncrottt tenan cak…IWB bungah tenan membaca operasi yang dilakukan aparat di Karawang terhadap para pelaku kriminal. Operasi sendiri cukup serius sebab polisi sekarang menyamar menjadi karyawan pabrik. Begal Karawang mulai diberangus polisi, korbanpun mulai berjatuhan dari pihak begal dengan jumlah mencapai 7 pelaku ditembak mati. Wahhh…iki baru mantapp !!

Begal yang makin kejam dan tidak terkendali akhirnya direspon aparat Karawang Jawa Barat. Seperti dilansir Tribunnews (31/1/2018), ada beberapa kejadian yang menjadi catatan penting sepak terjang polisi dalam melakukan operasinya. Diantaranya adalah dengan melakukan penyamaran, karena selama ini yang menjadi target begal adalah karyawan disekitar lokasi. Jadi petugas seolah-olah menjadi karyawan pabrik yang pulang dimalam hari…

Pada operasi tersebut, ternyata jebakan masuk sebab ada dua begal yang mepet polisi dengan mengacungkan senjata tajam. Petugas back up yang sudah mengawasi dari jauh langsung memberikan tembakan peringatan yang direspon dengan perlawanan. Terpaksa polisi melakukan tindakan tegas sehingga para pelaku begal berjatuhan. Sebanyak 7 begal ditembak mati dalam rentang waktu 2 minggu karena melawan. Dua diantaranya pelaku dengan inisial A dan O yang tergabung dalam jaringan Bekasi. Edian berarti emang banyak bener ki begal cak. Dua minggu wae dapat 7 meninggal. Terus gimana dengan pelaku lain ?

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Tercatat masih ada 5 pelaku yang meloloskan diri dan menjadi buruan polisi. Nama-nama tersebut menurut berita di media adalah PM alias Ceplo, AR alias Blek, IW, DY alias Doyok, RM  serta AP yang merupakan warga Kampung Babakan Tohir, Desa Wagir, Kecamatan Majalaya, Karawang. Sedang yang tewas adalah Krisna alias Odet (19), DS (20), Juni Anwar alias Micky (18), Kurniawan alias Micung (22) serta AP alias Dugul. Odet sendiri dalam catatan aparat melakukan pembegalan dengan kekerasan sebanyak 80 kali. Kenthirrrr njaran sadis tenan kangbro…

Mereka ditembak mati karena rata-rata melawan dengan golok dan sangkur saat akan ditangkap. Kapolsek Telukjambe timur Iptu Hassanudin mengaku telah mengincar kelompok ini sejak setahun lalu. “Keduanya ditembak petugas lantaran saat akan ditangkap berusaha melawan petugas dengan pisau sejenis sangkur dan golok. Ini membahayakan petugas sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur. Keduanya tewas saat dalam perjalanan menuju RSUD Karawang,” serunya…

” Salah satu korban begal yang tidak tertolong dan tewas saat dibawah ke rumah sakit..”

Apa yang dilakukan polisi jelas membuat kita sumringah. IWB dukung 1000 % buat bapak-bapak aparat diluar sana. Dan seharusnya operasi yang dilakukan polisi Karawang bisa diikuti patugas daerah lain yang rawan begal seperti Indramayu, Cirebon dan sekitarnya. Harum cak…asli harum nama pak polisi kalau operasi ini serius dan konsisten. Sebab kalau tidak aman pasti kita mikirnya ke petugas pengayom masyarakat, siapa lagi harapan dinegeri ini kecuali mereka yang memiliki otoritas penuh untuk melakukan tindakan keamanan…

Last…ternyata pelaku begal rata-rata adalah bocah bau kencur dengan kisaran umur 18 hingga 22 tahun. Pantesan kejamnya ampun-ampunan. Yang miris adalah kematian yang mereka lalui. Mati sebagai pelaku kejahatan…na’udzubillahimindzalik, ora iso bayangno cak. Semoga kita semua selalu diberikan hidayah, eling dan mampu menahan hawa nafsu duniawi yang super singkat dan sekejap ini. Asli pakde….lawong umur ki cepet bener. Alih-alih cari amal sebanyak-banyaknya koq malah kakehan polah, iyo ora (wehhh…jadi khutbah kayak pas ustad ki :mrgreen: ). Semoga para begal diberikan tobat dan bisa diberangus ke akar-akarnya. Amin YRA….semangat pak Polisiiiiii ! (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!