Iwanbanaran.com – Pakdeeee….siapa menyangka masih banyak para biker yang bingung dengan cara inreyen motor yang tepat. Rata-rata surel masuk dengan pertanyaan yang sama yakni, gimana sih cara inreyen motor yang tepat. Padahal diartikel lawas sebenarnya IWB sudah pernah bahas beberapa kali namun pertanyaan tersebut tetap ada. Mungkin karena pembaca baru cukup banyak mampir diwarung jadi nggak ada salahnya IWB ulang kembali sebagai refreshment. Dan inilah cara inreyen motor baru yang tepat !

Mesin era modern memang beda dengan mesin lawas. Engine sekarang dibuat sangat presisi sehingga diklaim tetap aman digeber walau status motor inreyen baru turun dari dealer. Lawong dipabrik wae ngetesnya juga digeber cak. Jadi jangan heran kalau treatment juga beda. IWB masih ingat, diera lawas…banyak yang melarang motor untuk boncengan ketika inreyen. Wisss pokoke aturannya banyak cak. Geber-geber dilarang dll. Terus piye dengan sekarang ?

Kalau mengacu dari klaim pabrikan, konon mesin sekarang tidak perlu ada treatment khusus. Jadi mau sampeyan pakai boncengan dll aman sebab engine dibuat sangat presisi. Tapi kalau sampeyan membuka buku petunjuk pasti akan menemukan pengaturan putaran mesin agar jangan terlalu tinggi. Artinya jangan digeber melebihi 7000 RPM atau 8000 RPM di 500 km pertama. Tapi….diluar sana ada pendapat lain justru menggeber mesin lebih baik. Menurut mereka metode ini disebut sebagai Italian tune up. Benarkah demikian?

Itulah yang membuat rancu. Namun jika meletakkan kembali pada unsur dasar logam atau metal, tentu saja ada baiknya kita tetap menggunakan rambu-rambu dasar. Dan inilah inreyen yang benar berdasarkan beberapa kumpulan informasi orang-orang yang berkompeten dibidangnya…

1. Jaga RPM pada 500 km pertama
Direntang ini seluruh komponen masih aus. Permukaan logam belum duduk pada tempatnya dan kasar. Oleh karena itu ada baiknya RPM dijaga jangan sampai mentok gas. Kenceng boleh namun ngurut cak. Kalau digas mentok dikuatirkan komponen akan mengalami stres berlebih. Ibarat fase, pada 500 km pertama permukaan kasar logam akan terkikis ketika tiap komponen bergesekan. Itulah kenapa wajib untuk servis 500 kilometer pertama untuk membuang gram-gram partikel logam hasil kikisan metal

2. Pasca servis 500 km pertama

Difase ini sampeyan sudah lebih bebas. Seluruh permukaan lapisan logam sudah terbentuk dan biasanya kalau dibongkar permukaan wis licin cak. Disini sampeyan boleh menggunakan secara normal. RPM sudah nggak banyak aturan dan bebas. Namun mencekik hingga limiter ? secara pribadi belum menyarankan. Biarlah semua berjalan hingga masuk servis kedua..

3. Pasca servis wajib dua

Difase ini sampeyan wis bebas tanpa syarat. Mau geber kayak kuda binal ora po-po cak. Main gas hingga mentok dilimiter ora masalah karena biasanya diangka 2500 km…komponen engine sudah duduk pada tempatnya. Tapi tetapppp…safety riding wajibbbb

Yup…itulah beberapa┬ácara inreyen motor baru yang tepat. Mungkin banyak yang mengatakan mending geber langsung nggak usah dimanja alias model Italian tune up. IMHO nggak IWB sarankan sebab bisa merugikan pada durability engine. Performa mesin emang lebih ngacir tapi keawetan komponen umumnya lebih pendek. Setelah 2500-an km monggo mawon. Kalau sampeyan ogah mengikuti saran diatas efek kerugian memang tidak instan. Keausan yang ditimbulkan baru akan terasa setelah beberapa puluh kilometer. Namun kalau sampeyan ingin mesin motor prima hingga berusia tahunan ada baiknya mengikuti step-step diatas. Nggak rugi koq cak. Nah…kira-kira demikian pakde. Okrekkkk (iwb)

Advertisements