iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kaget cak, sebagai sahabat karib IWB cukup terkejut ketika sang penggila kecepatan tersebut rontok pada Honda PCX 150. Tanpa banyak cing cong dan hanya mantengin dari warung IWB…membaca..mengamati dan memutuskan. Lalu tiba-tiba doi hanya mengirim kwitansi inden dan mengatakan “ Aku wis inden pek !’ serunya. Siapa lagi kalau bukan Tomie teman IWB wira-wiri sejak SMA penunggang GL MAX yang dlosor bareng-bareng. Doi adalah penggila power, namun tiba-tiba menjatuhkan pilihan pada Honda PCX 150 yang belum jelas spek resminya. Hhhmm…menarik ki pakde…

Siapa Tomie ? Kalau sampeyan rutin mengikuti warung ini, pasti tahu siapa sang penggila kecepatan yang IWB maksud (monggo baca artikel 2016 berjudul Part 1 : Pengalaman dlosor diatas GL-Max…..teringat seumur hidup…) Jadi seperti sudah dilahirkan menjadi sosok yang demen speed, sampai tuwek ki cak….Tomie hobby nya nggak lepas dari speed. Cuma beda dengan IWB yang masih berkutat diroda dua, doi sudah banting stir dan banyak bermain di roda 4. Terbukti beberapa event drag race mobil diikuti Tomie…

Artinya ki bocah emang demen kecepatan. Piye soal motor? Doi memang sudah tidak banyak fokus kesana kangbro. Tapi nggak tahu kesambet tuyul mana beberapa waktu lalu tiba-tiba  Tomie kontak IWB. Doi bertanya tentang produk baru Honda PCX 150. Ternyata doi juga mantengin warung IWB….baguslah cak. Tomie menaruh perhatian pada kehadiran PCX 150 lokal yang dibanderol lebih murah dari versi CBU. ” Iki rego anyar menggoda tenan, sing CBU larang puol masalahe…” celoteh Tomie disela telephone. Pertanyaan banyak dilontarkan doi…wis kayak pengacara cak. Teliti tur jlimet. Doi sendiri bukanlah fansboy brand. Dirumahnya ada Yamaha Mio, Suzuki RC100 dan beberapa motor lain. Sementara mobil tercatat Toyota Vios, Suzuki Ertiga dan Honda CRV. Jadi multi cak. Kembali soal PCX…

iklan iwb

IWB hanya jawab apa yang IWB tahu…baik fitur, desain ataupun hal detil lain. Yang terakhir…Tomie minta pendapat pribadi setelah melihat secara langsung Honda new PCX150. Wisss…ngono wae cak, semuanya terasa sambil lalu. Nggak banyak celotehan lagi dan kitapun bahas tema lain. Tema mulai dari A – Z. Masa muda yang pecicilan dan penuh dengan romantika (haiyaahhh) sesekali dibahas. Tomie memang sahabat akrab IWB. Lawong doi jatuh cinta dengan istrinya aja curhatnya ke IWB. Jiannn kaku weteng rek kalau ingat masa lalu :mrgreen:

” Tomie inden Honda PCX 150″

Singkat cerita….tiba-tiba dua hari setelah itu muncul whats notifikasi dari Tomie. Disana terpampang foto kwitansi inden Honda new PCX 150. ” Wis pek, aku wis inden…” serunya singkat. Lhoooo…nih anak koq beli PCX. Kirain cuma iseng-iseng nanya. Kan belum ada spek resminya khususnya soal power. Apalagi Tomie dari pengalaman IWB sangat kritis soal itu. Jawaban Tomie bikin garuk-garuk alis. ” Lek golek power ojo tuku matic pek, emang arep dienggo balapan po. Golek power tukuo sport !” (kalau cari power jangan beli matic, emangnya buat balapan. Cari power beli motorsport)” jawabnya singkat dan padat. Cicak bin kadal tenan jawabane ki :mrgreen: ….

Baca juga :

– Part 1 : Pengalaman dlosor diatas GL-Max…..teringat seumur hidup
-Part 3 (Pasir Putih Trenggalek) : Pengalaman dlosor diatas GL-Max…..teringat seumur hidup
– Part 4 (Pipi gasruk diaspal) : Pengalaman dlosor diatas GL-Max…..teringat seumur hidup…
– Part 5 (Habis) : Pengalaman dlosor diatas GL-Max…..teringat seumur hidup !!

IWB jadi berpikir, apakah opini Tomie bakal sama dengan ribuan biker diluar sana? Bisa iya bisa tidak. Dan jika iya, berarti Yamaha harus putar otak dengan strategi lain untuk menahan penetrasi Honda PCX 150 yang mulai didistribusikan bulan depan. Jangan hanya menekankan power VVA dan 4 katup, karena biker disegmen ini IWB lihat ternyata lebih mature tidak terlalu mempermasalahkan power. Kudu cari cara lain kangbro. Dan kebetulan dari penggalian informasi, Tomie ternyata sempat mencicipi PCX versi CBU. Menurutnya “nyaman” adalah magic terkuat kenapa doi menjatuhkan pilihan pada PCX150. Wooooo ngono to…

Last….IWB belum tahu, apakah impressi riding Honda new PCX 150 lokal bakal identik dengan versi CBU soal kenyamanan mengingat hingga detik ini belum ada sesi test ride. Kondisi sebenarnya bisa menjadi buah simalakama bagi Honda jika mereka tidak mampu menterjemahkan impressi nyaman versi CBU ke lokal. Ekspetasi “comfort” terlalu tinggi, tiba-tiba versi lokal berbeda. Apalagi rata-rata konsumen menggunakan PCX versi CBU sebagai patokan. Sebaliknya jalan mereka lebih mulus dikelas maxi skuter 150cc jika secara impressi riding, Honda mampu menurunkan PCX CBU ke lokal. Sebab image ini ternyata sudah terbentuk cak. Yup…Sang penggila kecepatan tersebut rontok pada Honda PCX 150. Piye dengan sampeyan pakde? Apakah sama dengan Tomie ? (iwb)

Tomie dan IWB saat SMA

” Tomie kedua dari kiri…”

Gaya Tomie saat menyalurkan hobby diajang drag car Surabaya

iklan iwb
Previous articleBreaking news : Karel Abraham pindah dari helm Arai ke NHK ?
Next articleYamaha X-Max 250 jadi rebutan di Sulawesi !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!