iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….IWB cukup tertarik atas banyaknya pertanyaan perihal manuver para pabrikan yang memilik produk banyak banget. Produk dengan variasi macam-macam namun mayoritas menggunakan basis mesin yang sama. Jadi kasarnya berganti body tapi basis mesin sama. Kenapa demikian ?

Kalau sampeyan perhatikan…hampir seluruh pabrikan saat ini memang melakukan manuver “smart” dengan memecah sebuah produk dalam beberapa varian namun basis engine sama. IWB bisa ambil contoh beberapa pabrikan sebagai berikut..

Honda

iklan iwb
  1. Basis engine Beat untuk Beat Street, Scoopy serta Vario 110 eSP
  2. Basis engine PCX untuk Vario 125-150 dan PCX 150
  3. Basis engine CBR150 Thailand untuk new CB150 serta CBR150, Sonic 150 serta Supra GTR150
  4. Basis engine Megapro untuk Verza serta CRF150L

Yamaha

  1. Basis engine Mio 125 untuk Mio, X-Ride 125, Fino 125, Soul GT125
  2. Basis engine NMax 155 untuk Aerox 155
  3. Basis engine Vixion untuk Xabre 150, YZF R15, Jupiter MX King
  4. Basis engine R25 untuk MT25

Suzuki

  1. Basis engine FXR150 untuk Satria dan GSX150 series

Kawasaki

  1. Basis engine Ninja 250 untuk Z250
  2. Basis engine KLX untuk D’Tracker series

Itu hanya beberapa contoh yang nggak bisa IWB sebutkan satu persatu semuanya. Yang menjadi pertanyaan…kenapa pabrikan harus memecah basis engine identik dengan beberapa varian berbeda? Nah…ini menarik untuk dibahas agar tidak banyak pertanyaan dan terlalu kritis dalam menyikapi common engine divarian berbeda. Yang pertama…pengembangan mesin…

Untuk mengembangkan sebuah mesin baru, pabrikan butuh waktu bertahun-tahun. Tidak mudah dan harus melalui proses cukup jlimet. Bahkan IWB mendengar untuk RnD sektor engine yang benar-benar baru…pabrikan bisa menghabiskan waktu hingga 5 tahun sebelum masuk produksi masal…

Mesin ini harus melalui serangkaian uji reliability, durability serta banyak faktor yang cukup melelahkan. Kontruksi dapur pacu diitung sedemikian rupa dengan credo….engine harus fleksibel dan tetap durable walau sudah melewati 10 lebih dijamannya. Setelah dari sana selesai, pabrikan lalu menyerahkan tender komponen-komponen part kevendor…

Tiap “pieces” komponen atau baut tidak dibuat sendiri namun diserahkan pada vendor sesuai spesifikasi yang diinginkan pabrikan. Contohnya transmisi yang biasa digarap Musashi, atau gasket dan seal digarap NOK, banyak lagi komponen lain yang jika ditotal bisa mencapai ratusan. Dan dengan mesin baru ini…seringkali vendor harus membuat cetakan baru pula…

Tentu saja untuk melakukan hal itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Selain itu dibutuhkan biaya yang cukup besar cak. IWB bahkan sempat mendengar salah satu vendor suspensi mereka harus mengeluarkan uang milyaran untuk menyediakan robot yang siap garap suspensi USD. Hal ini karena proses dan alat untuk garap suspensi USD beda dengan teleskopik normal. Namun dengan investasi yang dilakukan…harapan mereka untuk bisnis dalam jangka panjang terbuka. Begitu pula jerohan engine….

Dari sana sampeyan bayangin, kalau pabrikan kekeh memberlakukan prinsip…varian baru maka engine harus baru…yang ada kita akan mendapatkan motor baru per 2-3 tahun sekali. Lawong RND engine ki lama banget. Selain itu, harga motor pasti akan melambung tinggi mengingat biaya riset dan pengembangan yang sangat mahal. So…dengan basis mesin sama, akan terjadi efisiensi. Apalagi engine tersebut bisa diutak-atik dengan teknologi baru seiring perjalanan jaman. Basis engine identik, namun lebih advance. Enak tenan to….

Last….itulah beberapa alasan kenapa sekarang kita bisa mencicipi motor dengan desain keren tanpa perlu menunggu waktu bertahun-tahun. Common engine, desain beda tetap akan menjadi daya tarik tersendiri. Nah…dari sini sudah dapat bayangan kan kangbro. Intinya….dengan mesin sama maka akan lebih efisien serta efektif dalam menekan cost, mempercapat refreshment produk serta mempermudah ketersediaan komponen serta part pendukung. Kira-kira ngono cak. Wis ya, wis paham to dari sini. Jadi jangan protes dan saling bully hanya gara-gara basis engine sama di varian berbeda. Okrekkk…….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!