iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeee….kedatangan Honda new PCX 150 ternyata tidak serta merta membuat dealer Yamaha memperbaiki pelayanan. Hanya karena ingin mendapatkan aji mumpung dan menggunakan keuntungan sebesar-besarnya, praktek upping price ini terus merajalela dan menggurita. Bahkan pusat sepertinya tidak berdaya terhadap sepak terjak para oknum sales. Sebuah surat terbaru dari pembaca ini membongkar praktek sales yang bahkan meminta nominal upping hingga 2 juta rupiah. Edian !

Surel yang dikirim cak Bagus merupakan puncak kekeselan luar biasa karena doi baru saja ingin pindah mencoba untuk membeli Yamaha setelah sebelumnya setia menggunakan Honda. Namun pengalaman didepan mata membuatnya kesal dan langsung mengurungkan niat pindah merk. Alih-alih ingin meminang NMax 155, sekarang doi justru merasa kasihan dengan Yamaha. Berikut surel lengkapnya….

Lik Iwan,

iklan iwb

Kejadian maneh, ana dealer sing upping price. Aku biasa pakai motor Honda, dari jaman pertama kali kerja 2004 sampai sekarang. Walaupun bahan body nya dari plastik toples krupuk, banyak bengkelnya kayak pangkalan ojek. Pelayanannya jelek, tapi kalau ganti motor, tetep Honda. Hehehe

Sampai akhirnya, pas Nmax lalu lalang..hati ini tergoda. Tapi belum ingin meminang, motor yang sekarang belum 5tahun. Depresiasi nya belum 0 hehehe. November kmrn, tabungan sudah cukup, sudah akan ambil Nmax dan setelah ada isu akan ada update, niat tak tunda. Hati sempat tertahan, saat PCX lokal keluar. Akhirnya, Sabtu 30 Desember kemarin bertemu dengan sales dari Yamaha D*** Cip***t di Tangerang Selatan. Komunikasi terjalin lama dengan sales nya. Juga sudah tahu bahwa akan beli cash Nmax 155 ABS. Uang cash 30.2 jt pun sudah dibawa.

Kebetulan, ada unit baru turun minggu lalu. Nmax 155 ABS, wah cocok nih. Istri juga ga masalah dengan warna. Asal ABS, sikat. Safety ki cak pertimbangane. Sales counter akhirnya tanya, butuh buru – buru ya pak? Awalnya agak curiga dengan pertanyaan ini. Tapi tak buang jauh-jauh pikiran itu. Kalau cash ada uang tambahan pak, dan nilainya agak lumayan, 2 juta. Kebijakan manajemen pusat pak. What the f*ck!…..bajul buntung asu ajak kalah kerah e….upping price ki. Lagu lama kaset baru ki.

Tak tanya, kebijakan siapa? Kacab, Spv, apa siapa? Kebetulan yang menginstruksikan pas turun. Akhirnya sales counter ngomong ke dia. Setelah itu menghampiri dan bilang, nanti akan ditelp pak. Saya tahu, ini basa basi penolakan. Membuat orang yg butuh menunggu. Dan sudah jelas hasilnya. Ga bakalan dikasih. Saya sampaikan, bahwa permainan ini sudah lama. Sejak jadi sales officer di TAFS dulu, sering liat sales dari dealer main-main seperti ini. Kalau cash, uang masuk berkurang. Lain cerita kalau kredit, ada refund asuransi, refund leasing untuk kacab, spv,dan sales.

Saya sampaikan ke sales counter bahwa saya tidak akan membeli Nmax dari dealer ini dan saya akan komplain ke Yamaha Indonesia. Setelah saya bilang begitu, sales counter meminta supaya tidak dilaporkan ke pusat. Karena dia hanya bekerja disitu. Dari pernyataan itu, bahwa ini merupakan sindikasi beberapa pihak. Bisa jadi dealer, kacab, maupun salesnya. Hal ini sangat merugikan, baik calon pembeli maupun Yamaha. Disaat Yamaha ingin meraup volume penjualan, ada parasit yang menggerogoti dan menyebarkan bau busuk. Wajar jika lama-lama merk lain yang akan memenangkan persaingan.

Jadi ingat ilmu marketing saat masih training di TAFS dulu. Sukses suatu pemasaran, tidak hanya dari produk saja. Tapi ada 6 lainnya. Price, promotion,people, process, physical evidence. Ini yang tidak dipahami sales motor. Ya maklum cak, pendidikan marketing di roda dua tidak seintensif di roda empat. Kalau sudah begini, principle yang akan dirugikan. Mio dibabat habis sama beat. Sekarang vixion, mulai terlewati. Bukan tidak mungkin Nmax juga akan kalah. Kalaupun dealer dianggap beli putus ke Yamaha dan Yamaha tidak bisa melakukan apapun jika ada upping price. Ini artinya principle kalah sama pengecer. Mosok principle kalah karo pengecer, dagelan ra lucu ki…

Kejadian ini sudah tak sampaikan ke Yamaha Indonesia lewat email. Tinggal lihat bagaimana Yamaha merespon isu ini. Produk boleh bagus, tapi pembeli tidak hanya beli produk saja. Tapi 1 kesatuan utuh, termasuk pelayanan di dalamnya. Kalau pelayanan jelek, diluar sana ada yg lebih baik. Tentu akan pindah. Bagaimana KTM mengubah pelayanannya, bagaimana sales counter Kawasaki menghandle customernya dengan ramah, dealernya bersih2…

Dan sekarang, ada PCX. Yamaha jelek service nya, ke yang lain saja. Gitu aja kok repot…gus dur mode : on . Ini aku masih mau lihat respon Yamaha Indonesia, pie carane handle isu ngene iki, lan memuaskan calon pelanggan. Nek memuaskan, aku tuku Nmax. Nek ga memuaskan, yo wis. Honda, KTM, Kawasaki bisa jadi pilihan. Ngono cak sharing ku…sorry dowo banget hahaha

Salam

Yup…begitu lengkap dan detil. IWB sangat mengerti kekesalan cak Bagus. Penyakit ini sebenarnya sudah cukup lama namun tidak kunjung sembuh. Yang mengherankan kehadiran Honda new PCX 150 tidak membuat praktek upping price NMax 155 berhenti. Sebuah kondisi yang harus direspon Yamaha pusat secara serius cak. Dulu mungkin biker terima saja karena tidak ada pilihan lain dikelas maxi angka 30 jutaan. Tapi saiki ono musuhe. Ada PCX 150 yang berpotensi mengancam market maxi skuter dikelas tersebut.  Ketika produk dianggap mirip, pelayananlah yang harusnya dijaga dan menjadi nilai jual. Itu yang tidak disadari oleh dealer…

Last….dari beberapa informasi yang masuk ke IWB, sebenarnya Yamaha pusat konon sudah memberlakukan punishment bagi dealer yang melakukan praktek upping price. Bahkan nilainya cukup lumayan….isunya bisa sampai 30 juta. Tapi IWB nggak paham, kenapa oknum tetap tumbuh subur. Padahal image brand yang akan runtuh kangbro…bukan dealer. Sayang pabrikan garputala seperti tidak berdaya menghadapi hal ini. Mungkin ketika market sudah tergerus serius, barulah mereka akan melakukan perombakan. Ketika semuanya sudah terlambat dan sulit untuk mengembalikan kepercayaan. Kasihan Yamaha……(iwb)

iklan iwb
Previous article#4 Vlog : Geber Hyperbike Suzuki Hayabusa, larinya kenthirrr tenan !
Next articleMotogp : Ducati kritik Dorna yang dianggap seenak udele dewe. Lhoo ?
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!