Iwanbanaran.com – Pakdeeee…..ngapusi kalau IWB nggak ngowel dengkule. Bohong kalau IWB nggak mangap ketika merasakan speed sang legendaris Suzuki Hayabusa 1300. Motor yang diproduksi sejak 1999 dan langsung menjadi motor Suzuki yang paling disegani ini memang kethirrr tenan cak larinya. Tidak butuh gas mentok untuk merasakan sisa-sisa kedigdayaannya. Kenapa IWB sebut sisa? Sebab motor ini sudah banyak dikebiri akibat aturan speed yang diberlakukan di Jepang. Dan inilah Video Log (Vlog) IWB ketika test ride serta geber Hyperbike Suzuki Hayabusa !

Suwun buat PT SIS (Suzuki Indomobil) yang mengirim sebuah Hyperbike Hayabusa 1300 ke newsroom IWB. Suzuki Indonesia mempercayakan sebuah Hayabusa 1300 warna hitam untuk digunakan harian selama seminggu agar dishare kesampeyan semua. Dan Impressi pertama ketika melihat motor ini…ediannn padat puolll. Badannya bener-bener kayak ikan paus cak. Sekilas desain memang aneh, namun entah kenapa makin dipandang lama-lama motor terlihat auranya. Aura yang akan membuat siapapun bakal melirik karena terseret pada sosok gladiator…atau goliath, yup tokoh Romawi yang kondang…

Dan dari hanya melihat desain kita sudah diajak membayangkan speed yang ditawarkan. Sebagai informasi, Suzuki Hayabusa pertama kali dirilis sekitar tahun 1999. Ditahun itu Hayabusa langsung membuat geger dunia karena menjadi satu-satunya motor produksi masal yang mampu menembus top speed 325 km/jam. Tidak heran media luar saat itu menyebut sebagai ” The fastest of any bird!”

Beberapa Hyperbike ketika itu rata-rata memiliki top speed lebih rendah 16-23 km/jam dari Hayabusa. Pertama kali meluncur Suzuki Hayabusa langsung mengalahkan sang legendaris Honda CBR1100XX serta Kawasaki Ninja ZX-11 yang terkenal kencang. Yang paling menarik perhatian dari Hayabusa ini adalah tidak sekedar kencang. Namun Hyperbike Suzuki juga memiliki handling nurut. Tidak mengejutkan karena sang creator saat itu yakni…

” Karakternya kuat sebagai Hyperbike !”

Koji Yoshiruan menggunakan konsep pengembangan Hayabusa harus memenuhi beberapa unsur seperti best acceleration, safety, power, riding ability serta original styling. Untuk mewujudkan hal itu Suzuki menjejali mesin yang terkenal halus vibrasinya. Disumbang balancer mumpuni serta sasis yang sangat kuat (rigid) model twin beam frame…Hayabusa sukses menjadi the fastest mass production bike in the world sebelum Ninja H2 dengan superchargernya plus regulasi Eropa-Jepang yang mengatur batas top speed. Yup…itulah sekilas sejarah Suzuki Hayabusa 1300. Terus piye ketika digunakan dijalan raya?

Lumayan mengintimidasi untuk ukuran body yang besar dan berat. Bobot Hayabusa 1300 ini mencapai 255 kg…abot cak kalau pelan. Namun kalau udah jalan langsung berubah 180 derajat, enteng pakde. Dan yang paling IWB sukai adalah respon engine yang lembut. Sebagai informasi, Hayabusa memiliki 3 riding mode yang bisa disesuaikan sesuai dengan keinginan sampeyan. Jadi mau santai atau kencang bisa dirubah melalui tombol di stang. Untuk urusan indikator speed juga lumayan lengkap dan hampir semua masih mempertahankan model analog. IWB sendiri demen begitu cak karena dengan jarum, loncatan RPM dan speed nampol tenan. Disana tertera jam digital, riding mode, gear indicator dan beberapa keterangan seperti odometer. Piye dengan impresi mesin ?

Saat iseng test….Hayabusa mampu membuat IWB bengong. Perbedaan yang sangat terasa adalah penyaluran tenaganya yang halus tapi padat. Dan sekalinya sampeyan buka gas, ledakan tenaganya kayak dibeset. Bobot 255 kg ditambah IWB yang mencapai 87-an kg seperti tiada arti bagi mesin Hayabusa. Koncrittt cak, tangan IWB harus pegangan kuat. Nafasnya panjangggggg rekkk. Mungkin karena kubikasi yang cukup besar yakni 1299cc DOHC 4inline (16 katup) membuat letupannya nggegirisi. Dan semakin kencang, perasaan motor makin deprok keaspal…

” Hayabusa 1300 ternyata enak juga buat boncengan. Btw…itu Vandra kenapa ya gayanya nempel bener. Jenggot sariawan tenan…”

Terbukti Aerodinamika Suzuki Hayabusa untuk high speed bener-bener istimewa. IWB hanya tinggal nunduk dibelakang visor, paha rapat ketanki…angin deras lewat, motor sangat stabil. Body bongsornya memproteksi badan dengan sangat sempurna. Edian njaran ki mbahnya RGR150, sangar njepatt pakdeee. Sekali mendehem…kiri kanan hanya meninggalkan siluet dan derasnya angin membuat IWB baru tersadar bahwa motor sudah masuk direntang 228 km/jam hanya sepersekian detik. Baru gigi 4 dengan posisi 9,500 RPM sudah lari 228 km/jam. Pantessss mesinnya santai tenan cak. Stang ataupun foot step nyaris tanpa getaran. Beeighhhh…istimewaaa kii si Pausss. Jenggot sariawan kenthirrr cicak bin kadal tenan cakkk…

Kelebihan lain dari Hayabusa 1300 lain adalah mesin yang termasuk adem untuk ukuran engine 1300cc. Dilalu lintas padat, suhu nggak gampang naik. Tapi jangan samakan mesin cilik…tetap aja mesin gede jauh lebih panas. Namun dibandingkan dengan mesin 1000cc pun Hayabusa cenderung lebih adem. Disini Suzuki memainkan perannya dengan sangat baik. Selain itu performa transmisi juga konsisten. Shifting empuk dan minim miss gear. Mungkin satu kelemahan Hayabusa adalah bodynya yang gede bener sehingga sulit buat masuk-masuk dijalan sempit. Lalu dengan wheelbase panjang Hayabusa rada butuh effort untuk menaklukkan tikungan. Maklum cak, ini motor emang cocok buat ngedrag…bukan circuit oriented…

Last….segala kelebihan dan kekurangan Suzuki Hayabusa 1300 sudah IWB terjemahkan dalam Vlog Youtube berjudul #4 Vlog : Geber Hyperbike Suzuki Hayabusa | Kencang parah !!! Vlog berdurasi 15 menitan ini akan menggambarkan kesampeyan seperti apa sosok Hayabusa yang memang buanterrrrr. Kudu nonton cak soale seru. Kalau nggak punya kuota monggo cari hot spot wifi. Salam juozzz gandozzz ngacirrrrrr !! (iwb)

#4 Vlog : Geber Hyperbike Suzuki Hayabusa | Kencang parah

HP klik disini

Advertisements