” BWM S1000RR di Sepang Malaysia…”

Iwanbanaran.com – Kangbro…..speed memang edian. Kalau sampeyan sudah pernah merasakan laris diatas 275 km/jam nunggang motor, pasti sampeyan akan geleng-geleng dan memberikan acungan jempol buat para pembalap Motogp. Sensasinya cak….feeling yang kita rasakan sulit dijabarkan dengan kata-kata. Beruntung mencicipi sirkuit Sepang Malaysia diatas BMW S1000RR,┬áSeperti inilah rasanya geber motor diatas 275 km/jam nunggang motor !

IWB muda, biyennnn…dahulu kala IWB sudah terkesima dengan kecepatan motor sport fairing 2Tak dieranya. Pertama kali merasakan speed 175 km/jam nunggang Suzuki RGR150 ketika IWB masih SMA kelas 2. Saat itu cak…IWB megap-megap rasane. kerasnya angin sukses memaksa kelopak mata terbuka hingga air mata deras tercabik keluar . Diera tahun 1995, cukup sedikit biker yang sadar akan pentingnya helm. Selain itu diera itu sangat sulit mendapatkan helm berkualitas. Model full face ? jarang banget pakde..

Praktis untuk ngetes motor, kita nggak mungkin mengandalkan helm ala kadar. Helm yang lebih cocok disebut sebagai topi proyek ini bakal terbang kalau sampeyan paksa dikenakan pada kecepatan diatas 90 km/jam. Makanya untuk ngetes top speed…IWB tidak pernah pakai helm alias bertelanjang kepala. Kalau ingat masa itu asli ngilu tenan cak. Alhamdulilah IWB masih diberi keselamatan walau nunggang motor pecicilan bin pekok…

Beda dulu beda dengan sekarang. Seiring usia yang makin tuwo, IWB bisa nyicipin supersport hingga Superbike. Dijalan raya mungkin nggak akan bisa menikmati. Sampeyan mau geber motor pol-polnya 180 km/jam, itu wae nyawa wis diujung tanduk. IWB jelas nggak sarankan sebab kapanpun bisa saja penyeberang jalan lewat. Kecuali jalan yang memang jauh dari rumah penduduk, dua jalur dan kiri kanan sawah…dan sudah dipelajari betul. Kendati resiko masih tetap ada khususnya hewan liar nyebrang. Intinya….sirkuit adalah pilihan bijak. Dan beruntunglah IWB karena sukses mencicipi sirkuit Sepang…

” Mencicipi Kawasaki Ninja ZX10R…”

Sirkuit yang memiliki kualitas jauh dibanding Sentul ini juga memiliki lintasan lurus cukup panjang. Disanalah IWB berhasil merasakan top speed diatas motor pada kecepatan sekitar 275-280 km/jam. Sebuah rentang speed yang baru pertama kali IWB rasakan ketika umur hampir menginjak 39 tahun. Sensasinya? Ngeri cak. IWB sudah sering merasakan speed rentang 245-an km/jam. Tapi mendobrak tembus diatas 260 km/jam baru pertama kali IWB rasakan yakni di Sepang Malaysia. Impressinya ??

Horaaa umummmmm. Pada rentang speed diatas 260 km/jam…angin yang menghantam tubuh sangat kencang. Badan harus bener-bener nempel streamline dengan bodymotor. Kalau nggak badan seperti dipaksa lepas dari motor saking kuatnya. Ediannnn….ngene to rasane memasuki teritori 275 km/jam. Belum lagi lingkungan sekitar…..entah kenapa pemandangan yang ada didepan mata tidak seperti kamera Gopro…

Kiri kanan terasa ngeblur dan berbayang. Jadi jangan pernah melirik samping…rasane ciut nyali tenan. Bahkan untuk membaca titik jarak pengereman….IWB cukup kesulitan. Parah..asli bener-bener parah ngerinya. Jadi semua hanya menggunakan feeling kangbro. Belum lagi ketika braking untuk memasuki tikungan. Mengurangi kecepatan dari 275 km/jam turun ke 90 km/jam pada T1 (Tikungan ini sangat ketat dan sempit sehingga harus masuk tikungan dengan lambat), gaya dorong gravitasi yang menekan pergelangan tangan sangat kuat….

Pressure ini dilanjutkan saat badan menggelantung keluar tikungan mengendalikan tenaga liar 1000cc 4 silinder BMW S1000RR yang mencapai 199HP, lelah bener pakde. Tidak butuh 10 lap untuk membuat IWB KO. Berputar hanya 5 lap, IWB masuk PIT turun dari motor rasane wis gemetar ora karu-karuan. Dengkul lemes….keringat deras bercucuran ngalah-ngalahin lari sprint 3 km. Capekkkk benerrr, kenthirrrr kiiii. Lha iki cuma motor 199HP dengan ritme amatir. Piye dengan pembalap Motogp yang konon motor memiliki power hingga 260HP, 23-26 lap dipacu maksimal tidak ada jedah ? Jelas mereka bukan manusia cak…..alien semua rekkkk….

Last….syukurlah, seiring waktu berjalan IWB sudah mulai beradaptasi. Badan gemetaran berubah jadi semangat. Dan pada akhir testing total ada sekitar 20 lap IWB lakukan dengan motor berbeda-beda. IWB sengaja nyicipin Superbike biar puas cak. Pulang dari Sepang, tersungging senyuman dan gelengan kepala dengan sensasi yang ditawarkan motor-motor Superbike yang memang diracik untuk speed. Full eksplore masuk kecepatan teritori 275-280 km/jam dengan sirkuit bagus mendapatkan satu kesimpulan, para pembalap Motogp emang kenthirrrrr. Wisss ngono waeeee (iwb)

Beberapa motor saat dijajal bareng-bareng di Sepang

 

Advertisements