iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk, selamat pagi sugeng enjing. Dipagi buta ini IWB masih merasakan suka cita yang luar biasa karena piala kejuaraan ARRC AP250 sekarang berada ditanah air. Lewat Sepak terjang Gerry Salim dan AHRT, akhirnya Thailand terpaksa menyerahkan piala tersebut setelah sebelumnya selalu menjadi langgananan dikelas seperempet liter. Kelas ini selalu menjadi incaran karena sangat penting untuk mengangkat image produk dan gengsinya juga beda. Pertanyaannya….Apa kunci kemenangan Gerry Salim sehingga sukses permalukan Thailand di ARRC AP250 ?

IWB masih ingat, pertama kali terjun dikelas ARRC AP250, mz Anggono Iriawan selaku manajer Motorsport memang cukup optimis. Namun sebagai Blogger, IWB tidak menyangka sepak terjang mereka langsung mendominasi. Johor Malaysia menjadi saksi betapa Gerry Salim langsung menjadi juara. Doi tidak mampu dibendung Anupab Sarmoon (Yamaha Thailand) yang biasanya tidak tersentuh…

Kedigdayaan Gerry-AHRT terus berlanjut dibeberapa seri kemudian. Disinilah Anupab baru sadar…..lawan yang dihadapinya sangat berat. Bahkan doi sempat melakukan manuver ketika bermain dikandang demi melebarkan poin. Tapi semua sia-sia. Dan puncaknya….pembalap berjuluk bonex tersebut berhasil menaklukkan pembalap Thailand dan memaksa Yamaha Thai menyerahkan mahkotanya. Pertanyaannya, apa kunci kemenangan Gerry Salim-Astra Honda Racing Team ??…

iklan iwb

Banyak faktor cak. Namun dari kacamata IWB, motor menjadi kunci terbesar mereka sukses melakukannya. Tidak bisa dipungkiri, kelahiran Honda new CBR250RR membuat persaingan dikelas ARRC AP250 memang banyak berubah. Yamaha R25 yang sebelumnya dominan seperti kesulitan jabanin performanya. Power?. Mungkin. Tapi yang menjadi poin pokok dan sulit untuk dikejar adalah handling. Sik-sik, maksude piye ki?…

Tidak ada yang mengatakan R25 ataupun Ninja 250 (old) handling buruk. Namun IWB cukup tertarik dengan pernyataan salah satu tim garputala yang mengungkapkan basis keunggulan dari lawan mereka tidak hanya sekedar suspensi OEM USD yang superior ketika masuk dan keluar tikungan. Akan tetapi monoshock belakang yang menganut Pro Link sedang R25 masih konvensional juga menjadi kendala tersendiri…

” Sebenarnya power Yamaha R25 tidak kalah. Tapi handling yang menjadi fokus utamanya. Selain USD yang paling menonjol (CBR250RR) adalah Pro-Linknya. Dengan monoshock Pro Link, ketika pembalap melakukan kesalahan saat masuk dan keluar tikungan, racing lain jadi gampang dikoreksi. Praktis lap time juga terjaga…” seru salah satu pakar racing Yamaha yang enggan disebutkan namanya tersebut. Woo ngono to…

Seperti yang sampeyan tahu, Yamaha R25 memang mengandopsi Monoshock tanpa link cushion. Jadi suspensi langsung ke swing arm. Ternyata hal ini juga berpengaruh besar. Sekian mili detik tentu memiliki perbedaan signifikan jika digabung selama 12-15 lap. Itu hanya salah satu kecil komponen kangbro. Banyak hal pastinya yang membuat Gerry-AHRT tampil ganas di musim 2017…

Last…..selain tim yang cukup solid, Gerry juga tipe pembalap tenang. Doi tidak menggebu-gebu dan tahu apa yang harus dilakukan. Motor superior, pembalap ber-skill tinggi dan tim yang solid menjadi kunci kemenangan diajang ARRC AP250 2017. Sekali lagi…we proud of you Gerry-AHRT, juozzz gandozzzz. Mengko bengi nyate ki cak, nyate truwelu opo bekicot  enake ki pakde? …..(iwb)


iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!