iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk, sugeng enjing segera Subuhan sik kalau belum sholat Subuh. Kalau sudah, yuk kita lanjut. Jadi gini cak…IWB sebenarnya seringkali merenung dan berpikir…kenapa motor jaman dulu berbeda dengan jaman sekarang. Secara umum perbedaan pada teknologi yang makin canggih. Tapi kalau boleh jujur, secara performa ternyata ada perbedaan yang cukup berarti. Nah, motor jaman dulu dan sekarang, kencang mana ??..

Saat IWB muda, motor yang disukai kawula muda banyak diisi mesin 2 Tak. IWB pertama kali merasakan mesin 2Tak adalah Yamaha RX Special lansiran 1989. Feel yang IWB rasakan adalah ringan dan akselerasi lumayan. Direntang tahun yang sama diera tersebut hadir juga Suzuki RGR150 (bukan kelasnya). Honda setia mengandalkan GL series…

Namun tidak seperti masa sekarang, mesin 4 tak ora diambus cak. Nggak ada yang demen sama sekali karena kalau dibetot cuma bisa “nggereng” tanpa ada efek jambak. Hanya saja karena mesinnya irit, para guru atau konsumen mature menyukainya. Tepatnya bapak-bapak yang demen pada tipe mesin ini…

iklan iwb

Kecintaan IWB makin besar ketika nyicipin Yamaha RX King lansiran 1994. Mengandalkan embel-embel Energy Induction, King memiliki akselerasi lumayan njengat. Tidak heran karena bobot RX King sangat ringan. RX King sendiri dari tahun ketahun tidak banyak berubah dari desain awal yang masih mengkotak. Diawal produksinya, King Cobra (sebutan kondangnya) masih menggunakan mesin import dari Jepang dengan kode Y1 & Y2…

Tapi body sudah rakitan tanah air kangbro. Baru pada generasi kedua, mesin diproduksi diPulogadung dengan kode engine Y1-74 dari 1992-2001. Nah…dari pengalaman IWB, generasi kedua agak ringkih ketika sudah panas. IWB sering geber-geberan musuh Udin yang menggunakan RX King lansiran 1996 ketika SMA. Diawal ngacir, biasanya top speed nggak bisa dipanteng kerena ngedrop. Dipaksa?. Mesin mati sendiri kangbro alias harus diistirahatkan…

Sedang Suzuki, karakter mesinnya memang sudah cadaz sejak era 2tak. Mau bebek ataupun sportnya, tidak pernah ada gejala overheat. Sampeyan panteng top speed berkilo-kilo nggak ada ngedrop sama sekali. Kenthir cak. Namun kelemahan mesin Suzuki adalah…boros. Dibanding Yamaha, 2Tak Suzuki cenderung lebih boros. Performa?. Mantap njengattt.  Sampeyan puntir hidung sampeyan ibaratnya bisa pindah kebelakang. Njepat cak :mrgreen: . Terus dari semua penjabaran, kencang mana mesin dulu dibanding sekarang ?…

Nggak fair kalau membandingkan sebab IWB muda banyak berkecimpung megang mesin 2 tak. Engine 2 tak tidak bisa dibandingkan dengan mesin 4 tak. Bayangannya….mesin 4tak butuh kubikasi 250cc untuk mengimbangi akselerasi mesin 150cc 2tak. Dan mesin 250cc pun sensasi ledakan awal tidak seperti mesin 2tak. Artinya dibandingkan dengan mesin 250cc terbaik dan terbarupun saat ini, sensasi yang diberikan tidak seperti mesin 2tak 150cc masa lalu. Yah…dngan banyaknya aturan emisi gas buang harus IWB akui, mesin masa lalu memang terasa lebih menggigit. Nggak perlu banyak embel-embel fitur ABC, pokoke rambut sampeyan njegrik pakde kalau mesin dibetot…

Last….IWB merasa beruntung sempat mencicipi kejayaan mesin 2tak. Mungkin sampeyan masih merasakan sisa engine 2Tak pada Ninja 150, tapi jauh cak. Ninja era 2000-an keatas sudah bukan lagi pure 2stroke engine akibat dikebiri dengan aturan emisi gas buang membuang banyak potensi asli mesin berasap yang liar dan ganas. Jaman memang berubah. Dan IWB nggak bisa bayangin ketika semua mesin sudah berganti dengan listrik dimasa depan, sepertinya sudah tidak ada lagi seni yang memompa adrenalin pada mesin roda dua. Wisss, balik ngonthel wae pakde mendingan. Lek ora numpak cikar, setuju ora :mrgreen: . Btw…ada dari pembaca merasakan hal yang sama ora ki?. Kalau iyo fix sampeyan sama tuwonya kayak IWB. Kaburrrr :mrgreen: ..(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!