Iwanbanaran.com – Kangbro…tidak ada yang meragukan Ducati kencang dimusim 2017. Hanya pabrikan inilah yang mampu jabanin Honda dan membuat Marc ketar-ketir. Namun pada akhirnya Dovi membeberkan satu kelemahan Ducati yang seharusnya bisa membuat tim ini berbahaya dimusim 2018. Apa gerangan ??…

Kalau soal performa total Dovi mengatakan puas pada tunggangannya. Powerfull serta motor memiliki traksi berlimpah saat keluar tikungan. Namun menurutnya kesempurnaan tersebut masih kurang satu hal. Satu poin inilah yang kudu diperbaiki dan doi merasakan bahwa Ducati masih kalah dari kompetitornya. Emange opo ???…

” Kemampuan berbelok, itu saja. Jika kita bisa sedikit memperbaikinya…lengkap sudah. Aku tidak ingin mengatakan kami harus memperbaikinya sebab kadangkala tindakan tersebut akan menghilangkan kelebihan lain. Makanya aku tidak bilang ini buruk. Kemampuan menikung kita juga tidak buruk. Tapi sekali lagi…

” Urusan Berbelok, untukku dari pengalamanku mengendarai beberapa motor ini sangat penting. Dan jika satu hal tersebut sedikit bisa diperbaiki oleh Ducati, ini sudah cukup untuk membuat motor kompetitif disetiap akhir pekan...” tutup Dovi. Sebuah penuturan yang menarik mengingat Ducati saat ini sudah berubah total dibandingkan masa lalu…

” Ducati GP3 sekitar tahun 2003. Intip sasisnya cak, nancep kemesin ngikatnya…”

Sebagai informasi, Ducati dulu masih kekeuh menggunakan sasis teralis aka pipa tubular ditahun 2003. Sasis ini bertahan cukup lama dan ketika itu swing arm pun memiliki desain unik yakni nancep terintegrasi dengan engine. Loris Capirossi adalah pembalap yang sempat mencicipi Ducati GP3 (sebutan kala itu)…

Baru pada musim 2007 ketika Stoner bergabung, Ducati memperkenalkan frame anyar dengan desain unik. Frame ini terpisah antara depan dan belakang dimana shockbraker serta stang dicangkokkan keengine. Bernama GP7, project manajer¬†Filippo Preziosi…Ducati ditahun 2006 mengaku sudah mengembangkan mesin 800 dengan 20 mesin spesifikasi berbeda…

” Sasis monokok karbon Ducati GP7…”

Tidak heran tahun 2007 Ducati sangat perkasa soal top speed. Menggunakan mesin L Twin 800cc…Ducati GP7 memiliki power [email protected],000RPM dan top speed tembus 337,2km/jam.¬†Ducati berhasil membawa Casey Stoner juara dunia. Namun keluhan understeer atau susah belok masih menjadi isu utama hingga Rossi datang ke Ducati….

Last…Gigi D’llna sudah merombak total frame dan kini cenderung seperti motor Jepang yakni twin spar almu. Dan efeknya langsung berbeda dimana Iannone serta Dovi tampil impressif. Pengetesan sasis yang cenderung seperti motor Jepang dimulai tahun 2013 lewat Nicky Hayden serta Dovizioso. Dan makin kesini perubahan besar terjadi ditubuh Ducati. Understeer menghilang dan hanya menyisakan sedikit seperti yang Dovi ungkapkan. Btw,…underster masih tersisa wae ganas. Apalagi ilang babar blas yo cak…edian ! (iwb)

Advertisements