iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakdeee, entah kenapa ketika sedang merenung….kadang IWB teringat masa lalu. Masa bengal dan kadang memang keterlaluan. Dan harus IWB akui, sejak jaman dulu IWB adalah tipe ABG yang demen banget dengan yang namanya speed. Pokoke motor baru dari dealer pasti IWB tes top speed. Pahit manis IWB rasakan cak. Sampai digebuk potongan bambu oleh penduduk saat ngetes Suzuki RGR150 pun masih teringat jelas. Semua kenangan yang selalu teringat sepanjang masa….

Hari Sabtu selalu menjadi masa bahagia buat IWB muda. Dalam otak cuma satu, keluyuran nunggang motor….geber-geberan, nongkrong dan ngobrol sampai pagi. Kuwi wis kayak rutinitas. Dan seperti biasa pula, satu gang IWB saat itu adalah Udin, Tomi, Ion, Huda dan beberapa teman yang tidak bisa IWB sebutkan satu persatu menjadi langganan ritual kluyuran. Nah…khusus untuk Ion, Udin dan Huda mereka para penunggang Suzuki RGR150…

Ditahun 1995, nunggang RGR150 wis kayak artis gayanya. Muka pas-pasan tidak menjadi soal. Gayanya udah kayak yang paling ganteng sejagad. Bahkan nama asli pun kalau perlu dirubah biar makin meyakinkan. Seperti Ion contohnya. Sebagai teman wira-wiri siapa menyangka Ion ternyata memiliki nama asli Suyono. Asyemmm IWB wae ketipu saat cek KTP. Sontak ION menjadi bahan bully. Tapi doi santai dan malah mengibas-ngibaskan rambut poni Andi Launya sebagai tanda rasa pede. Cicak bin kadal tenan…

iklan iwb

Ketiga teman IWB satu gang ini sering saingan soal motor. Ketiganya selalu berusaha menunjukkan siapa RGR150 yang terkencang. Baik Huda, ION ataupun Udin berusaha keras melakukan setingan terbaiknya untuk unjuk gigi. Padahal podo koncone lho cak. Kalah karo gengsi kangbro. Tidak heran malam minggu mereka sering melakukan tes drag jalanan. Yah…jangan complaint perkara sirkuit. Mana ada kota kecil eksis sirkuit, sing ono sawah karo kebo. Kondisi itulah yang membuat para ABG penyuka kecepatan menggunakan jalan umum. Salah?. Jelas!!….

Tapi jaman muda opo mikir cak. Itulah kenapa penduduk sekitar sering berang. Seperti kejadian yang IWB alami saat itu. Kita sudah iring-iringan menuju sebuah jalan yang sebenarnya sangat sepi. Kiri kanan merupakan kebon dan tanah kosong. Hanya ujung dibagian finish masuk area penduduk….ada perempatan yang diiisi rumah cukup padat.  Panjang jalanan sebenarnya cukup pendek hanya sekitar 800 meter. Tapi sepi, makanya demen kangbro. Minimnya lampu penerangan jam 11 malam membuat kita hanya mampu mengandalkan sorot lampu motor. Testingpun dimulai…

Masa keemasan Suzuki RGR150…..

Mulanya IWB berada diposisi start sebagai penonton. Siapa yang menang IWB nggak ngeh sebab mereka Ion, Huda dan Udin bolak-balik restart dengan kemenangan random. Ora jelas sopo sing menang. Hingga karena penasaran IWB pun mencoba jajal untuk joki..” Kene, aku sing joki….mosok cuma jadi penonton...” seru IWB. Sontak salah satu stang Suzuki RGR150 sudah berada ditangan IWB. IWB lupa-lupa ingat, motor siapa motor yang IWB tunggangi saat itu. Yang jelas…lengkingan mesin 2tak 150cc Super Scavenging System (SSS) RG memaksa IWB fokus agar tidak miss gear…

IWB masih ingat, besetan engine RGR150 mampu membuat tangan seperti nyaris terlepas dari stang. Kita harus pegangan kuat kalau nggak mau badan koncrit. Maklum, power 25HP hanya digandolin bobot 100kg, PWRnya cadazzz pakdeee. Udah begitu era 1990an mana ada ngetes motor pakai helm. Kemplo tenan pokoke. Jatuh wissss entek (habis) jadi engkeng. Raungan mesin seperti tenggelam dengan derasnya angin menerpa muka. Air mata tercabik keluar kelopak membuat segalanya cukup sulit…

Kalau nggak salah didepan IWB ketika itu ION dan doi menang sekitar 2 body dari IWB. Wehhhh, kalah pengalaman. Start menggunakan mesin 2 tak memang beda dengan  4 tak. Apalagi ini mesin 150cc….ledakannya ngeri. Gear satu sampeyan nggak bisa buka gas langsung kalau nggak motor bisa wheelie geblak kebelakang. RGR150 tidak seperti NInja 150 yang dibungkus SKIPS yang membuat power bawah jinak. RGR ngelos pakde. Sekali colek mbedal koyok jaran. Mesin jaman dulu diracik tidak untuk efisiensi namun orientasinya lebih kepada power murni. Sampeyan bayangin wae cak….

Kita harus rasakan traksi dan power yang pas sebelum full throttle. Feeling inilah yang belum IWB miliki. Dilalah disaat IWB sudah berniat untuk ngulang, tiba-tiba diujung garis finish….sekelebat bayangan lompat ditengah jalan. Gelapnya suasana membuat IWB terkejut sebab sekonyong-konyong orang tersebut sudah mengayunkan bambu panjang kearah Ion. IWB yang dibelakangnya langsung ngerem sejadi-jadinya. Kuro jaran tenan…..digebuk rekkkkk…

Dalam penerangan lampu motor IWB hanya melihat bambu panjang tersebut nyaris menghantam motor ION. Untung ION langsung berkelit dan geber motor sekencang-kencangnya. IWB?. Jadi target berikutnya. Hanya sepersekian detik IWB bingung. Pada kondisi pikiran kalut, IWB langsung memutar stang balik arah. Satu yang IWB ingat ketika itu, ayunan bambu sudah mulai mengarah ke IWB dan…..lengkingan gear 1 Suzuki RGR150 menyelamatkan hantaman yang sudah berada didepan mata. Hanya sepersekian detik IWB sudah tiba digaris start sembari teriak ” Kaburrrrr, digebukkkkk…” semburat direspon teman-teman yang berada digaris start..

Entah apa yang terjadi kemudian. Yang jelas kita sudah berada dipinggir jalan menjauh dari lokasi, berhenti dengan kaki ngowel. ” Danc**…..ono opo to wan, opone sing digebuk. Kowe ki ngagetin c*kkkk ? ” tanya salah satu teman. IWB masih ngos-ngosan. Dalam pikiran saat itu hanya satu, iki pertanyaan teman kenthir tenan, masih bingung tapi koq ikut kabur ki piye jal. ” Wan, apane sing digebukkk…endhi Ion??” tanya teman lain. Butuh beberapa saat sebelum IWB cerita kejadian sesungguhnya. Kapok cak, asli setelah itu kita nggak pernah menggunakan jalan tersebut untuk ngetes motor. Mrongos tenan koweeeeee…

Last…pahit manis dalam hidup pasti akan kita kenang. Termasuk disawat sandal saat geber motor dan dlosor bareng Tomi yang sudah IWB share kesampeyan pada artikel sebelumnya juga pernah mengalami. Jadi sebenarnya kalau sampeyan nanya dengan serius, kang IWB…..bocah alay ki gapleki ora?. Jelas IWB akan jawab, gapleki tenan tapi sambil mringis. Lawong IWB dulu juga pernah nglakonin. keranjingan motor hingga semua rambu ditabrak ora mikir. Perasaan keren pokoke kalau katrok. Saiki ?. Pengen mancal bathuki kalau ada biker ugal-ugalan. Yah, kuwilah wong urip cak, ono prosesnya. Nah, kalau sampeyan piye pakde, punya pengalaman pahit yang bikin teringat sampai sekarang ketika ABG ora kii ? (iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!