iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com.com – Kangbro…..sampeyan pasti mengakui bahwa umur motor sekarang cenderung lebih pendek dibanding motor klasik. Khususnya soal durabilitas ataupun keawetan mesin. Motor jaman dulu bisa sampai berumur 30 tahun masih tetap layak digunakan. Sementara motor sekarang tidak. Pertanyaanya….kenapa motor sekarang cenderung memiliki umur lebih pendek dibandingkan dengan motor lama??. Hhhmm..menarik nih !

Ketika pulang kampung IWB masih sering menemukan banyak sekali motor-motor lama berseliweran dijalanan. Tidak usah jauh-jauh, bokap IWB sendiri memiliki Honda GL 125 lansiran tahun 1983. Walaupun saat ini sudah dipensiunkan karena kurang perawatan, akan tetapi wujud fisiknya serta mesin-mesin yang digendong masih seger. Hanya beberapa casing termasuk tangki ataupun Fender yang sudah dimakan karat karena usia….

Artinya jika dihitung umur motor sudah mencapai sekitar 34 tahun. Ediannn po ora jal.  Lek enake ngomong termasuk balung tuwo cak sing semangat masih 45. Sementara motor sekarang jangankan berumur 15 tahun. Masuk usia 10 tahun wae tulang sudah gemretek. Berbagai penyakit pasti menghampiri seperti rematik, encok, pegel linu. Sitik-sitik jaluk kerokan cak. Mumet njaran pakde. Dan parahnya makin kesini motor memang cenderung kurang awet….

iklan iwb

Baik dari sisi painting, casing ataupun durability. Pertanyaannya Kenapa motor sekarang tidak sekuat dan seawet motor lama?. Apakah memang material berbeda?. Pertanyaan bagus kangbro. Dan faktanya memang demikian cak. Sempat bertanya dengan salah satu pejabat tinggi pabrikan yang tahu mengenai hal teknis, mereka tidak menampik kondisi tersebut. Jangan samakan jaman Roy Marten dengan era Raisya. Alasannya simple, pabrikan dituntut untuk mengejar model, fitur berlimpah serta harga terjangkau. Artinya tren pasar memang beda dengan jaman dulu yang lebih ke fungsi….

Dengan trend pasar berbeda, model juga mengalami perubahan sangat cepat. Lha kalau taruhlah motor dibuat awet dengan cost tinggi….namun tidak dirilik 5 tahun setelah itu karena tenggelam akibat model, lak yo mumet. Padahal pabrikan memproduksi motor sekarang dengan jumlah sangat masif. So, tidak heran motor sekarang umurnya pendek karena menurut survei, model masih dominan menjadi daya tarik….

Disisi lain pabrikan dituntut untuk bisa menekan biaya produksi dan berusaha keras untuk membuat motor tetap terjangkau. Oleh karena itu perbedaan signifikan ada pada material yang digunakan. Jangankan era klasik. Lawong motor rakitan 2007 vs 2017 wae beda. Bandingkan saja liner dan blok silindernya, pasti bagus era lawas. Apalagi kebanyakan bikers biasanya tidak terlalu mempersoalkan masalah material. Namun model bagus fitur berlimpah harga terjangkau….itu yang menjadi incaran…

Pabrikan berhasil membuat harga motor jauh lebih terjangkau dibandingkan era klasik. Hal ini disokong teknologi yang dari waktu ke waktu juga semakin murah. Kondisi berbeda dengan masa lalu. Biyen cak….diera 1970-80an, untuk membeli sebuah motor ibaratnya sampeyan harus menjual padi satu lumbung. Jadi memang muahal kangBro. Sementara sekarang harga motor sudah seperti harga handphone. 13 juta bisa membawa pulang sebuah motor baru. Kuwi harga Note 8 lho cak…

Last…motor lawas menggunakan material murni karena jaman itu belum ada pemikiran efisiensi. Pabrikan meracik motor untuk durability atau keawetan. Makanya material pun juga kelas Wahid. Lek boso jowone wesi ungkul cak. Bonggolan asli kabeh. Sekarang?. Bahan wae iso didaur ulang. Dan tiap saat material pun terus mengalami transformasi. Penemuan baru yang dianggap lebih ringan,  murah namun tetap kuat. Walau tentu material tersebut tidak akan sekuat biangnya. Apalagi pasar sekarang lebih menyukai model dibandingkan dengan material kelas kakap.  Desain keren, fitur melimpah dan harga terjangkau, pasti diburu. Kira-kira demikian pakde. Nah…punya opini lain soal ini?…. (iwb)

Follow Iwan Banaran untuk dapat aktivitas terbaru segala tentang motor di Moladin, aplikasi pernak pernik motor

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!