iklan iwb

” Dilaporkan rider WSBK Maxime Berger dirawat di rumah sakit di Dijon setelah usaha percobaan bunuh diri yang membuatnya cedera serius dan kritis”

Iwanbanaran.com – Kangbro…..kabar mengejutkan dari dari GPone?dimana mantan pembalap SBK dari Prancis meninggal dengan tragis karena melakukan bunuh diri. Awal berita ini diketahui dari sesama pembalap dan teman Superbike, Gino Rea yang saat itu memberikan konfirmasi Maxime Berger koma. Tapi kabar terbaru menyatakan bahwa Maxime akhirnya menyerah. Tragis cak…

Dunia ini memang labil kangbro. Ketika sudah membicarakan maut, tidak ada satupun yang mampu menolak. Akan tetapi entah kenapa….ditahun 2017 sepertinya kejadian begitu bertubi-tubi. Dunia motorsport dihajar kiri-kanan.? Pertama kematian tragis Nicky Hayden.? Lalu beberapa nama atlit Prancis, seperti Anthony Delhalle yang meninggal di Nogaro, kemudian Adrien Protat kehilangan nyawanya di awal Kejuaraan Superbike Prancis di Le Mans. Kemudian pada bulan Juni, pembalap Motocross dan MXGP Steven Lenoir meninggal karena cedera dari kecelakaan. Kini datang berita duka dari ajang SBK….

Pembalap yang masih sangat muda kehilangan nyawa bukan karna kecelakaan tapi bunuh diri. Ngelus dada pakde. Maxime Berger…sempet dirawat di rumah sakit di Dijon setelah usaha percobaan bunuh diri yang membuatnya cedera serius dan kritis. Saat itu laporan mengatakan doi koma. Tapi sebulan berlalu akhirnya pihak keluarga menyerah. “ Maxime telah mengalami koma selama sebulan dan saya memutuskan, bersama dengan dokter yang merawatnya, untuk membiarkannya pergi. Dia sekarang dia akan beristirahat dengan tenang. Terimakasih untuk semua orang yang mengirim pesan mereka untuk Maxime..” seru ayah Maxime via Gpone…..

iklan iwb

Maxime Berger memang rider gurem. Tidak banyak yang tahu sepang terjang pembalap ini sebab performanya di ajang SBK kurang menggigit. Mungkin satu berita yang membuatnya terkenal justru saat terjadi kecelakaan aneh di tahun 2011. Lha piye cak….ban mburine prothol ketika doi berjuang saat race. Berger kehilangan ban belakangnya di WSBK di Donnington Park, Inggris. Sebenarnya karir Berger memang tidak terlalu menonjol. Bersaing dikelas Supercup 1000 bersama tim Junior Kate (2010, 2011 dan 2012), doi membalap menghadapi Supersonic, the Red Devils Roma dan tim Effenbert di Superbike World Cup. Saat itu awalnya menjanjikan sebelum penurunan terjadi…

” Maxime Berger menjadi berita utama dan terkenal di tahun 2011 saat ia kehilangan ban belakangnya di WSBK di Donnington Park, Inggris”

Namun semua berubah. Performa Berger terus menurun. Padahal doi sukses memenangi gelar Superstock 1000 European Championship, Superstock FIM Cup bersama Yamaha. Tapi kompetisi terlalu berat. Bernaung dibawah tim yang kurang kompetitif, Berger sulit merangsek diajang SBK. Gagal disana, berbagai opsi dilakukan. Salah satunya mencoba memasuki Kejuaraan Dunia Ketahanan (Endurance World Championship). Namun, ora ngangkat kangbro. Doi makin terpuruk….

Infonya karena frustrasi, akhirnya Maxime Berger menjauh dari dunia balap. Info terakhir doi banting stir mengambil pekerjaan sebagai juru masak. Bisa jadi gagalnya karir di ajang balaplah yang membuatnya depresi berat. Dan doi tidak mampu melewatinya. Weleh….kurang iman kuwi pakde. Koq gampang bener bunuh diri hanya gara-gara karir ya. Bener-bener sulit dimengerti. Maxime Berger meninggal pada usia 28 tahun dan jelas sejarah akan mencatat masa kelam seorang atlit balap yang meninggal karena frustasi. Tragis ! (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!