iklan iwb
iklan iwb
” Kedua biker penunggang Yamaha R15 dua generasi berbeda ini sepertinya sedang unjuk gigi pamer skill berusaha gasrukin dengkul keaspal. Tapi apes mereka dlosor dan motor hancur”

Iwanbanaran.com- Dugal, pecicilan, serampangan tur sembarangan…itulah yang mungkin pantas kita sebut pada pelaku cornering ilegal Monasco (sebutan untuk Monasco Cornering). Dilalah walau korban terus berjatuhan, mereka seakan ora ono kapoke cak. Dan yang terbaru dan sudah menjadi viral, kejadian Cornering ilegal Monasco minta korban duo Yamaha R15 yang terekam oleh kamera Prestodengkul. Satu kata….pekok !!

Cornering ilegal Monasco makin lama emang makin menjadi kangbro. Jika dulu hanya dilakukan dimalam hari ketika jalanan sudah sepi, sekarang nggak. Mereka tidak kenal waktu baik siang atau malam hajar wae. Bahkan IWB pernah melihat sendiri saat turing Gijoe GSX150 dan nongkrong di Monas, para biker ini melakukan cornering jam 8.30 pagi. Mereka melibas lengkungan monas dengan kecepatan sangat tinggi. Suweekk tenan….

Padahal saat itu hari minggu dan jalanan sangat ramai. Tidak heran Vandra yang ngelihat IWB mlongo langsung nyeletuk, ” Monasco mz itu, makin parah emang” serunya. “ Ediann Van, asli baru ngeliat sendiri. Iki mah wis kenthirrr tenan “ seru IWB waktu itu. Geram dan kesal…asli rasane kayak pengen nyawat sandal swallow cak. Namun tentu IWB tidak berhak melakukan tindakan karena aparatlah yang berwenang. Batin IWB saat itu….”iki pasti bakal banyak jatuh korban”. Dan benar ternyata…..

iklan iwb

Korban Monasco terus berjatuhan. Tidak terhitung berapa yang meregang nyawa. Kenapa?. Sebab jalanan umum tidak memiliki speedtrap seperti sirkuit. Jadi sampeyan dlosorrrr, kepala kebentur trotoar….selesai. Sampeyan akan disambut Malaikat pencabut nyawa setelahnya. Wis to cak…helm baguspun kalau sampeyan terpental dan membentur objek kebanyakan finish. Ini yang tidak disadari para Biker yang melakukan Monasco. Kutu kupretnya kalau dlosor ajak-ajak. Ini nih yang berbahaya….

Seperti jepretan yang dishare dibawah ini. Foto dramatis tanggal 17 September 2017 dan kebetulan pas dapat moment pas ketika crash menunjukkan rentannya pengguna jalan lain menjadi korban. Dengan melihat gambar bisa kita simpulkan, kedua biker penunggang Yamaha R15 dua generasi berbeda ini sepertinya sedang unjuk gigi pamer skill berusaha gasrukin dengkul keaspal. Kalau bisa ibaratnya dengkul bolong sebolong-bolongnya kangbro. Lek wis bolong soale katanya keren. Tapi apes, old R15 kehilangan kendali dan jatuh dari dalam…sehingga nyambit new R15VVA yang berada disisi luar. Jadi seperti karambol cak. Old R15 datang, New R15 VVA terpelanting dan menghantam NMax yang melintas. Entek wis dadi engkeng….

Last…..sebenarnya aparat seringkali melakukan patroli atas aktifitas Cornering ilegal Monasco. Namun para biker ini menggunakan strategi gerilya hit and run…maka polisi sulit menangkap mereka. Lawong kalau ada petugas mereka sembunyi. So…untuk mencegah cornering ilegal Monasco terus subur, sudah seharusnya aparat menggunakan cara lain dengan memasang kamera CCTV dibeberapa titik dilokasi. Yup..betul cak, kamera CCTV bisa menjadi alat ampuh untuk menindak. Tinggal kirim screen capture dan tilang. Tetap bandel motor kandangin wae. Atau polisi tidur bisa juga tuh. So pakde. IWB kritis mergo ngeman nyowone sampeyan. Ngebutlah pada tempat dan media yang benar yakni sirkuit. Mereng-mereng dikira gagah cak. Gagah soko Hongkong po. Pekok koq dipelihara, tobat njaran tenan…..(iwb)

Kejadian lain Monasco

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!