iklan iwb
iklan iwb
” Spyshot Yamaha Vixion gen 2…”

Iwanbanaran.com – Kangbro….IWB seringkali tersenyum melihat adu debat para fansboy. Cucuk-cucukan, sampluk-samplukan, gepuk-gepukan, kaplok-kaplokan…jejek-jejekan…. tendang-tendangan seperti tiada akhir. Namun beda dengan Suzuki ataupun Kawasaki yang cenderung lebih kalem, Fansboy Yamaha (FBY) vs Honda (FBH) cenderung liar. Kuwi cak…bosone jiann ngeri tenan. Padahal kalau kita merenung secara mendalam, keduanya saling membutuhkan. Dan suka atau tidak…..kita memang harus berterima kasih kepada Yamaha untuk sesuatu hal. Lhoooo…koq iso??…

IWB masih ingat di awal tahun 1999-an bagaimana stagnannya inovasi dari para pabrikan. Masa transisi dari mesin 2 tak ke 4 tak memang cukup berat. Khususnya bagi Yamaha ataupun Suzuki yang saat itu mencoba peruntungan dengan mengeluarkan beberapa motor 4 tak termasuk generasi Shogun serta Crypton….

Di era itu, pasar 4 tak memang dikuasai oleh Honda yang sejak pertama konsisten memasarkan mesin 4 tak di dunia. Memiliki pasar sendiri, eksistensi Honda nyaris tidak tersentuh oleh Yamaha ataupun Suzuki. Sedang Kawasaki mereka berusaha menggebrak pasar lewat motor bebek Kaze-R yang ternyata juga lumayan kesulitan di pasar. Ketika itu mereka lebih sukses memasarkan Ninja 150 series….

iklan iwb

Kondisi market ini membuat pabrikan seperti tidak ada inovasi. Status Honda yang tidak memiliki lawan langsung tak tersentuh oleh siapapun. Jadi jangan heran jika Honda Tiger menjadi motorsport 4 tak terfavorit. Dan memang dalam pandangan IWB desain yang paling cakep dari Honda waktu itu hanya Tiger. Sementara generasi GL Pro digantikan Megapro yang secara desain malah bisa IWB katakan kehilangan karakter sportynya. Lek boso gampange….bapak-bapak style. Embohhh….rek, iki desain paling susah pokoke. Didelok ko ngarep, samping lan mburi ora ono mbois-mboise blas….

” Honda Megapro IWB lansiran 2002……desain standar tapi mesin awettt puoll “

IWB wae waktu itu sampai bingung mau menjatuhkan pilihan. Maklum di tahun 2002 tidak banyak opsi yang bisa kita pilih sebab rata-rata motorsport yang menggunakan mesin 4 tak didominasi oleh Honda. Artinya kita memang tidak ada pilihan lain jika tetap ingin meminang mesin 4 tak Motor laki dengan harga terjangkau. Kendati desain kurang sesuai selera, mau nggak mau tetap kita boyong. Untungnya rekam jejak Honda untuk masalah engine tidak perlu diragukan. Dari pengalaman IWB, rata-rata mesin mereka tetep bandel walau sudah termakan usia. Jadi….walau bentuknya wagu, motor tetap IWB boyong…..

Waktu terus berjalan. Yamaha yang waktu itu dipegang oleh PT YMKI sangat agresif. Beberapa gebrakan mereka terlihat nyata seperti lahirnya Majesty ataupun Nouvo. Di saat lainnya anteng dengan posisinya dan terkesan cenderung mencari aman karena pasar sudah terbentuk….Yamaha seperti bergerilya. Mereka mencari market lain yang belum terjamah. Test and error skutik pun terjadi cak. Seperti Majesty ataupun Nouvo adalah beberapa contoh produk Yamaha yang bisa dibilang gagal mencuri perhatian Bikers…

Herannya mereka tidak pernah kendor. Usaha pun mulai membuahkan hasil ketika mereka melahirkan skutik mungil dengan label Mio di kisaran tahun 2003. Motor ini booming dengan positioning sebagai tunggangan lady Bikers. Honda yang waktu itu memegang market terbesar moped masih terlihat santai tidak menunjukkan reaksi. Akan tetapi dari waktu ke waktu Market Share skutik Yamaha ini makin meluas…..

Serangan skutik belum selesai, pada tahun 2007 serangan keduapun muncul. Yamaha secara mengejutkan merilis motorsport yang melompat dari tren pasar waktu itu yang rata-rata mengusung mesin SOHC 2 katup dengan sasis pola berlian. Diberi nama Vixion (sebelumnya tersiar kabar Viper), mesin yang digendong SOHC 4 katup, water cooled dengan sasis deltabox. Semuanya terperangah. Market Share sport 150cc pun dedel duwel. Pangsa pasar sport Honda langsung digerogoti dengan sangat serius. Beberapa kali Honda melakukan revisi atau Facelift terhadap Megapro namun tidak memberikan Efek signifikan….

” Generasi pertama CB150R K15A….”

Market Share Yamaha terus naik dan pada puncaknya pabrikan garputala sempat menembus nyaris 50% pangsa pasar nasional. Kompetisi yang makin panas membuat Honda merubah strategi. Sebagai pabrikan besar akhirnya tim dirombak. Squad baru dibentuk untuk melakukan gebrakan. Survei riset dan development pengembangan produk baru diintensifkan. Seperti apa keinginan para Bikers tanah air dan seperti apa produk yang akan dipasang untuk menggempur Vixion-pun diracik. Kata kuncinya adalah…mesin harus lebih superior dengan sasis berbeda…..

Akhirnya gebrakan awal mereka di kelas 150cc yang sempat IWB bocorkan dengan label sasis tralis lahir. Mengusung kode produksi K15A, Honda sukses merilis CB150R generasi pertama ditahun 2012. Mengusung mesin dari CBR 150R Thailand yakni DOHC 4 katup…. ikhtiar pertama belum membuahkan hasil. Kenapa ?. Sebab ketika mereka merilis generasi yang disinyalir menggunakan basis pengembangan dari Old vixion, justru Yamaha sudah melangkah dengan New Vixion….

” Yamaha rilis new Vixion…”

Disaat Honda merilis CB150R, Yamaha merilis new Vixion dengan body lebih gahar, ban besar dan segudang perombakan total. Saat itu Yamaha mampu menangkis tekanan Honda dengan CB150Rnya (K15A). Kompetisi yang cukup alot membuat Honda terus terpacu. Tidak banyak yang tahu ketika generasi K15A lahir pada saat itu Honda sudah melakukan pengembangan secara paralel dengan label K15G……

Selang 3 tahun setelah itu atau tepatnya 2015….PT Astra Honda Motor melahirkan sebuah produk mengejutkan. K15G adalah generasi CB150R kedua yang bisa dibilang sebagai “the best design” karena dari desain nyaris tanpa cela. Diintip dari manapun enak cak. Perombakan besar-besaran dengan tetap mengusung fitur yang lebih Advance membuat Yamaha saat itu sedikit tertinggal. Disini Yamaha merespon namun kurang cepat….

” Honda CBR150R K45G vs K45A…”

Proses riset dan development terkesan sedikit lambat dibandingkan dengan sebelumnya. Kondisi ini terbalik dengan Honda yang terlihat agresif serta terus secara konsisten mengeluarkan produk-produk revolusioner. Intip saja lahirnya CBR150R generasi K45G yang juga di luar dugaan. Disaat R15 V2 stagnan tidak disentuh, Honda sudah mengeluarkan dua kali facelift yakni K45A dan K45G. Dan dilalah desainnya ganteng cak. Sementara Yamaha ketika itu hanya melahirkan New Vixion Advance alias versi minor change pada bagian lampu…

Butuh cukup lama bagi mereka untuk melahirkan All New Vixion yang menggunakan mesin VVA. Honda juga tidak terbendung di kelas matic entry yang diisi oleh Beat. Terasa berdarah-darah, kembali Yamaha mencari jalan lain lewat hadirnya Maxi Scooter. Sebuah segmen yang sudah diiisi Honda namun tidak dikelola serius dengan PCX-nya. Yamaha?. Sukses cak. Alhasil Hondapun disinyalir tergelitik untuk terjun ke sana. Bukan hanya PCX CBU, akan tetapi generasi yang nantinya akan dipasang secara head-to-head untuk memukul eksistensi Maxi scooter Yamaha NMax 150…..

” Test Sentul Yamaha NMax 150 saat pertama kali rilis….”

Dari sedikit cerita diatas bisa disimpulkan bahwa mapping atau Jalan alur cerita strategi kedua Rival tersebut sebenarnya sudah bisa dibaca. Kebanyakan Yamaha membuka Pasar baru….setelah itu Honda akan datang dengan segala kelebihan ditawarkan. Revisi dari berbagai fitur serta kekuatan dari produk untuk mengkoreksi kelemahan produk Rival sebelumnya ampuh menyingkirkan lawannya. Mungkin tidak semuanya Honda nyemplung setelah Yamaha membuka jalan…

Contohnya di kelas skutik retro di mana Hondalah yang memulai dengan hadirnya Scoopy. Yamaha pun coba mengikuti kesuksesan Honda lewat Fino. Walau usaha tersebut belum mampu menggeser dominasi Scoopy yang nyaris tidak tersentuh. Apapun itu, kompetisi antara keduanya memang membuat market roda dua tanah air cukup berwarna. Rivalitas abadi baik di market tanah air ataupun di ajang balap MotoGP sekalipun, keduanya seperti musuh bebuyutan. Termasuk fansboy-nya…

Namun harus kita akui, gebrakan Yamaha yang cukup agresif dengan menurunkan produk dan inovasi baru membuat Honda tidak bisa duduk santai. IWB sendiri memiliki keyakinan, seandainya Yamaha tidak menggedor pasar dan membuat Market Share Honda digerogoti secara serius di tahun 2007….mungkin arah dari persaingan roda dua tidak seperti sekarang. Produk disinyalir tidak jor-joran dan mungkin diracik ala kadarnya. Yakinlah cak, inovasi tidak mungkin lahir tanpa ada kompetisi…

” Yamaha R25 prototype……(Tokyo Motorshow 2013)”

Jadi suka atau tidak…..kita memang harus berterima kasih kepada Yamaha. Sebab tanpa mereka, sepertinya mustahil bisa membangunkan “macan” tidur seperti Honda. Ketika tekanan itu datang dengan serius, sudah pasti pemegang kekuasaan tertinggi tidak akan rela dan berusaha merebut kembali hingga titik darah penghabisan. Mungkin jangan pernah berharap Yamaha akan kembali pada posisi sebelumnya di mana Market Share menguasai 50% nasional. Kenapa?…

Selain kekuatan produksi, secara resources Yamaha bukan lawan dari grup Astra. Apalagi dari pengamatan IWB, PT AHM sekarang sudah berubah total. Mereka bukan lagi Honda yang dulu. Namun mereka sudah menjelma sebagai sosok berbeda…cerdas, lincah dan gesit seperti halnya Yamaha diera lawas. Mereka seperti enggan lengah dan kecolongan oleh lawan….

Disisi lain Yamaha saat ini sepertinya masih berusaha mendapatkan identitas aslinya. Proses “tuning” dan sinkronisasi yang seharusnya jangan terlalu lama sebab tiap detik waktu akan berpengaruh besar terhadap market share yang mereka bangun. Tapi sekalinya frekwensinya klop?. Honda seharusnya tidak menyepelekan sepak terjang Yamaha. Dan tanpa Yamaha pula, kemungkinan eksistensi para FBH pun juga tidak akan sesolid sekarang. Mangkane wisss…..wawuh kono berdua. Berpelukan kayak teletubies ngono lho. Piye-piye o sampeyan ki saling membutuhkan lho. Ibarat ABG,  benci tapi rindu cak. Cie-cie :mrgreen: ……(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!