Iwanbanaran.com – Kangbro…gebrakan pemprov DKI yang ingin menegakkan aturan secara tegas terhadap para pemiliki mobil untuk memiliki garasi IWB dukung 1000 persen. Pokoke top markotop juozzz gandozzz cak. Bahkan menurut pak Gubernur kalau membandel mobil bisa dikandangin (bagi yang sudah terlanjut memiliki). Dan yang paling menarik beli kalau sampeyan beli mobil baru tanpa garasi STNK tidak bisa turun!. Moncrottt tenan…

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dipastikan gencar mensosialisasikan Perda Nomor 5 Tahun 2014 pasal 140. Perda itu mengatur pemilik kendaraan agar tidak parkir di jalan dan wajib ditempatkan di Garasi. Dan konon aturan akan menjadi salah satu syarat mutlak bagi para pembeli mobil sebelum STNK diproses. Nahhh…dari sini menarik ki. Pertanyaannya…dari mana pak Polisi tahu calon pembeli memiliki garasi??…

Ternyata dari surat keterangan cak. Jadi untuk memastikan sampeyan punya garansi harus dibuktikan melalui surat kepemilikan garasi dari kelurahan setempat. Nahhh…dari sini memang harus ada kontrol yang ketat agar surat betul-betul valid. Surat kepemilikan garasi ini menjadi salah satu syarat untuk menerbitkan STNK. Untuk memberikan gambaran…berikut isi dari Perda yang sedang getol digalakkan Pemprov DKI….

iklan iwb

1. Setiap orang atau badan usaha pemilik Kendaraan Bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi.

2. Setiap orang atau badan usaha pemilik Kendaraan Bermotor dilarang menyimpan Kendaraan Bermotor di ruang milik Jalan.

3. Setiap orang atau badan usaha yang akan membeli Kendaraan Bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari Kelurahan setempat.

4. Surat bukti kepemilikan garasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi syarat penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai kepemilikan Kendaraan Bermotor diatur dengan Peraturan Gubernur.

Nahhhh…jadi wis clear to cak. Pak Djarot sendiri mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda untuk menjalankan aturan ini. ” Besok kami akan kerja sama dengan Polda untuk penerbitan STNK. Ini butuh ada PKS (perjanjian kerja sama) sama Polda yang mereka betul-betul punya garasi (ada) STNK-nya,” katanya seperti dilansir detik di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). Jadi emang wis digodok serius kangbro…

Last….dari pandangan IWB, kebijakan ini jelas sangat bagus. Lha piye cak…..IWB sekarang aja masih sering melihat anak kos mentang-mentang berduit minta mobil sama orang tuanya lalu setelahnya memarkirnya disembarang tempat karena tidak ada garasi. Hanya melipat spion….mobil diparkir dibahu jalan dan cuek. Jadinya orang mau lewat susah. Semoga dengan aturan tersebut akan membuat orang berpikir ulang untuk membeli mobil dan akhirnya jalanan agak lengang. Doanya para biker ki, setuju oraaaa :mrgreen: ……(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

66 COMMENTS

    • bisa punya mobil tpi ngk punya garasi mending beli tanah dulu bwat garasi ,,klo pengen mobilan modal dkit dong masa tanah bkan hak nya mau di bwat parkir se enak nya ,,bner ngk ??

    • Gampang itu, paling duit 100rb kwluar surat sakti ketebelece garasi ada,
      Atau beli mobil seken…
      Trus pakir pinggir kali/jalan/atau apalah, gembok rodanya biar gak di derek :nhakakakakak

      Nah kalo ada yg pakir di pinggir kali/jalan/atau apalah, gampang aja, baretin aja deh sambil jalan….wkwkwkwkwk

    • Para FBY kere gak usah sok sok an koment. hanya punya meong M3 aja sok sok an koment artikel mobil EKEKEKEKEKEKEKEKEK

    • bakal cuman jadi peraturan kosong. Dealer kan ada beking, jadi aturan spt ini ga bakalan berlaku.
      Aturan dp minimal 30% aja dihiraukan oleh dealer, dan gada yg menindak

    • Memang sudah ada saat nya seperti ini…
      Begitupun dengan kepemilikan motor.. saat ini banyakkkkkk sekali orang yg sebenarnya gag layak berkendara khusus nya motor roda 2, tapi malah bisa bebas berkendara di jalan dan sadar ga sadar membahayakan keselamatan orang lain…
      .
      Sudah saat nya juga pemilikan/proses transaksi kendaraan roda 2 di perketat dengan memastikan bahwa sang pembeli memiliki setidaknya SIM.. gag bisa di pungkiri, masih sangat byk orang yg gag punya SIM tapi bisa bebas berkendara di jalan… memang SIM gag mutlak menjamin sesorang punya skill cukup di jalan raya, tapi setidaknya ada kekuatan hukum nya..
      .
      “kan bisa aja beli pake nama orang lain yang punya SIM?” iya bener, tapi mau seberapa kali namanya di pakai untuk tipe kendaraan yg sama? nama yang sama untuk tipe kendaraan sama kan akan kena pajak progressif.. Gag kena pajak progresif aja blm tentu bayar pajak… pfftt…

  1. Setuju bgt lek, tp lama2 mesti ono kasus penyogokan ke pak lurah supaya d gawekne surat keterangan kepemilikan garasi.., yaaa semoga ora lah lek..,

    • Pemikiran Sampeyan kok selaras dengan lainnya :mrgreen: . Makanya saya bilang harus ada supervisi agar data valid…kiro2 ngono

  2. Masih ada celah lek..calon konsumen pasti nyuap ketua RT-nya..kasih duit merah selembar,pasti diacc tu surat..

    Disini Pemprov perlu penindakan tegas untuk aparat yg bandel untuk mencegah hal yg demikian..

  3. Mungkin gak perlu saklek garasi lah… minimal di lingkungan tsb tersedia lahan khusus utk parkir mobil. Biar gak pada parkir di pinggir jalan.

  4. Percuma. Peraturan di indonesia itu, dibuat hanya untuk dilanggar…..

    Birokrasi nya pasti di manfaatkan oleh oknum” yg mencari keuntungan….

    Noh, liat daerah roxy mas, parkiran motor, yg dagang, blm lg bajaj ngetem.
    Padahal ada dishub yg jaga di situ, pada blaga bego……

    Slama blm ada ‘ketegasan’ yg benar” kongkrit, mau praturan kaya bagaimana pun, ga bakalan bisa berjalan maksimal.

  5. Saya punya garasi tapi belum bisa beli mobil. Nasib…
    Permisi gan…numpang titip lapak. Matur nuwun.

    Peringkat sementara pembalap MotoGP 2017 : wp.me/p6YoqB-1ep

  6. Ruwet2..
    Jangan harap bisa beberapa lgkah didepan dri malingsia… Sejengkal aja susah..
    Liat sistem parkir disono gih…
    ( parkir yg pnggir jalan)
    Klo pagi jam 8-4 sore bayar 30sen/jam jam ke-2 dan seterusnya 20sen.. .setela jam 4 sore sampe jam 7:59 pgi free.. A. K. A GRATISS.. TISS.. TISSS…

  7. Kelayakan garasi tdk dicantumkan? Seperti, ada garasi uk 4×6, tp mobil nya 2, motor 3..Ato apa nanti masuk di petunjuk teknis kelurahan?
    Lalu yg pasti ketersediaan lahan. Klo terlanjur rumah di daerah padat/tanpa garasi tp sdh pny mobil? Yg saya perhatikan di Surabaya biasa kampung padat, jalan sempit. Ada tanah lapang dijadikan parkiran..

    • lahan kosong jadi lahan parkir biasanya ada pengelolanya bro. selama pengelola sewa lahan jelas & terjamin keamanannya.
      model sewa lahan seperti itu sudah diterapkan lama. malah saling menguntungkan.
      permasalahannya ada pemilik mobil yg cuma mau enak e tok, taruh mobil & gak mau bayar. wajar ne mobilnya tiba2 besoknya ambyar.

      ngah ngah ngahhhh

  8. Potensi pelanggaran:
    1. Pembuatan surat keterangan aspal
    2. Hanya berlaku bagi pembelian di Jakarta. Kalo rumahnya di Jakarta, beli di Depok, Bekasi, Tangsel, dsb atau sebaliknya gimana? Sama aja…

    Tapi setidaknya kita apresiasi langkah pemprov DKI. Semoga di daerah2 lain segera menyusul, karena orang2 yang parkir mobil depan rumah semakin tidak tau diri
    (sambil lirik tetangga depan rumah….hahahahahaha)

  9. Peraturannya tak dukung 1 jt%, tapi realisasinya sih mungkin tetep susah.
    Klo yang efektif ya, di Razia, Mobil yang diparkir dijalan langsung di Angkut pake Alat Berat atau di beri Pemberitahuan bahwa No. Pol sekian sekian wajib ke Kantor Polisi untuk kepentingan lebih lanjut atas tidakan memarkir mobil di jalan Umum. Nah klo ternyata Alasan si Pemilik tidak memiliki Garansi sehingga mamarkir mobilnya di jalan ya langsung si Kandangin mobilnya dan bisa dibawa pulang lagi dengan membuktikan bahwa si Pemilik kendaraan benar benar sudah memiliki Fasilitas Garasi yang si survei langsung oleh pihak berwajib disertai Surat Keterangan dari lingkungan dan Kelurahan setempat.

  10. Peraturan itu ya tergantung Penegak Hukumnya.
    Klo Penegak Hukumnya tegas dan No Kompromi sama Suap Suap cukup modal peluit saja masyarakat sudah taat.
    Seperti Wasit saat mimpin pertandingan di kancah sepak bola Eropa, cuma di semprit sama wasit 22 pemain di lapangan + pemain cadangan + Manager Tim dan Official saja bisa tunduk dan patuh hanya pake Peluit.
    Manager dan Offisial di semprit lalu di tunjuk suruh keluar sama wasit aja ya keluar, pemain marah besar seperti apapun klo wasit sudah semprit dan tunjuk untuk keluar lapangan ya tetep wajib keluar.
    jadi Peraturan itu kuncinya di penegak hukum, klo penegak hukumnya tegas anti suap suap Insha Alloh pak Polisi modal Peluit doang masyarakat dah tunduk dan taat terhadap Hukum.

    • jangan lupa bro, azas kehidupan berbangsa kita adalah musyawarah mufakat dan kekeluargaan. Itu jelas ditulis di UUD kita. Jadi nanti bisa diselesaikan urusan garasi kaya gini secara kekeluargaan. petugas dapet, warga dapet, semua senang. pasti nanti ada jalan keluar damai nya bro, doain aja…

  11. peraturan yg bener memang harus sperti itu. rumah memang wajib ada garasi. minimal carport.
    bangun rumah 2 lantai. lantai 1 untuk garasi & ruang tamu biasanya.
    yg sudah punya imb, kalau renovasi rumah wajib pembaruan imb.

    di jakarta biaya pembuatan imb rumah skarang brapa per m2 ??

  12. Tenang, itu kan aturan pak gub.Jarot yg tinggal menghitung hari masa jabatannya berakhir… besok Anis Sandi berkuasa peraturan kaya gitu pasti ga berlaku..ga ada lagi penggusuran, apalagi beli mobil kudu punya garasi, itu ga memihak rakyat.. hidup Anis Sandi ..yeahh…

    • Lek tolong di blok ni buzzer kok sampe kesini sakit hatinya ekekekekek, dasar kaum bani taplak somplak, hidup 2 tahun 😉

  13. Kemarin iseng2 komen di sos,ed kepala daerah tempat saya tinggal. Saya menanyakan apakah sudah perda tentang kewajiban memiliki garasi bagi pemilik R4 di kota kami, karena sudah banyak kendaraan yang menjadikan jalan sebagai garasi.
    Jawabannya ternyata “Apakah sudah dimusyawarahkan?”
    Hahahahaha….

    Lha wong banyak yg parkir di jalan
    Bahkan ketua RT nya saja parkir di jalan
    Jadi, sudah hampir dipastikan hasilnya….

    Saya ragu nanti pada praktiknya akan seperti itu.
    Kalo RT, RW atau lurahnya ga punya garasi ya siap2 aja. Hehehe

  14. Mendukung 100%, untuk menghindari kecurangan misal garasi cuma 1 tapi mobil 2 harus ada forum komunikasi antara kelurahan dan warga, ada mobil parkir di jalan melebihi waktu ditentukan segera lapor ke kelurahan

  15. Utk pembelian mobil bekas gmna lek? Ada kejelasannya kah? Dan gmna yg sudah terlanjur beli, apakah mereka gak kena, shrusnya itu kena semua bagi yg beli ditahun 2014 sampai skrg karena peraturan terbit thun 2014 🙂

  16. Joss gandos iki peraturane, men ora bikin macet cet cet. Iso tuku mobil moso ora ndue garasine, lha nanti mobile di gondol garong tinggal mrongose.. Hahahahaha

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama