Iwanbanaran.com – Kangbro…entah ada apa dengan Iannone. Masih kalah dengan Rins, Rider Tim Suzuki Ecstar ini mengaku dia masih belum bisa menuntaskan kendala yang ia hadapi dengan motor GSX-RR miliknya sejak beralih dari Ducati pada musim ini…..

Iannone, telah diabaikan oleh Ducati tahun lalu sejak rumor kedatangan Jorge Lorenzo ke tim asal Italia tersebut. Sementara Andrea Dovizioso telah mengalahkan Lorenzo pada musim ini, memenangi empat balapan dan berhasil menyalip rider Repsol Honda Marc Marquez di puncak klasemen sementara MotoGP…..

Pada musim lalu, Iannone sempat meraih kemenangan pertamanya di Austria bersama Ducati namun pada musim ini ia mengaku masih kesulitan untuk beradaptasi dengan tungganganya untuk mencapai prestasi terbaik……

iklan iwb

“Kami masih memiliki beberapa kendala yang belum bisa kami selesaikan sejauh ini. Kami telah memperbaiki beberapa poin, akan tetapi aku masih kurang dalam menguasai tikungan, dimana motor masih banyak slide di roda belakang, sangat sulit untuk aku kendalikan.” kata Iannone…..

Kami berusaha memperbaiki, kami mengubah setting pada motor tapi kami tidak menemukan perbaikan dan kami tetap pada level yang sama. Aku mencoba bereaksi setiap minggu, setiap balapan, tapi sangat sulit. Namun aku tidak akan pernah menyerah.” tambah Iannone.

Ketika ditanya insiden yang ia alami bersama Danilo Petrucci saat balapan di MotoGP Silverstone pada akhir pekan lalu, rider asal Italia itu mengaku sudah tidak memiliki masalah dengan insiden tersebut…..

Setelah pemanasan aku memiliki harapan yang lebih tinggi untuk balapan. Aku merasa sangat percaya diri dengan penyempurnaan yang membuatku merasa nyaman dengan GSX-RR…” kata Iannone….

Sayang dalam balapan aku merasakan perbedaan sejak awal, terutama di belakang. Rasa pedeku hilang, motor seperti tidak memiliki tenaga saat keluar tikungan membuatku kehilangan banyak waktu dalam akselerasi.” tambah Iannone….

Iannone terjatuh saat balapan baru berjalan di lap ke-3. Saat terjatuh, pemegang posisi ke-16 di klasemen sementara MotoGP itu menabrak rekan senergaranya Petrucci dari belakang sehingga menyeretnya keluar dari track….

Memalukan, kami harus mencari tahu masalah sesungguhnya. Aku sangat menyesal terhadap Petrucci. Kami telah berbicara dan dia mengerti dengan situasinya,” kata Iannone. Suzuki-Iannone??. Bener-bener melempem cak…heran juga ki. Nyapo yo?? (HD for iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

45 COMMENTS

  1. Nggak usah terlalu fokus ianone suruh mabok aja sama maen cewe mumpung masih muda.. Toh yg pembalap legend aja juga selow selow aja tuh.

  2. banyak alasan….Rins dan Vinales susah merasakan GSX-RR tidak seburuk yang kau lakukan Ian….kau itu merusak citra Suzuki.
    Coba dari sekian balapan klo memang motor ga kompetitif Finish lah di urutan 8 atau 9 tapi jangan Dlosor….
    Dari sekian balapan hampir 70% kau Ndlosor itu masalahmu….
    Rins dan Vinales pake motor yg sama seperti yang kau pakai saat ini tapi mereka tak mempertontonkan Ndlosor seperti yang kau lakukan.
    Bukan Finishmu yang jadi perhatian khalayak tapi Ndlosormu yang bikin gedek apakah iya Suzuki seburuk itu.
    Eh…Ian itu Suzuki gitu gitu pernah Juara Motogp sebanyak 9 kali lho sejak diadakannya Motogp tahun 1955 s.d sekarang.
    Aprilia sama KTM yang bau kencur di Motogp aja ga ndlosor ndlosor mulu.
    Ducati itu baru 1 kali Jaura Motogp loh….. ente emang ga paham Sejarah Suzuki di Motogp.
    Superbike Suzuki itu sudah bertahun-tahun menjadi Rajanya kelas Motor paling tahan dengan kecepatan tinggi, Isle TT aja Suzuki baru saja Juara kok ente banyak alesan.
    BANYAK ALASAN TANDA TAK MAMPU IAN…
    PERUSAK CITRA SUZUKI

    • @jhon : era ke-“emasan suzuki motogp jamanny kevin S , kenny roberts, kenny roberts jr, sate gibernau, juara dunia th 2000 sd 2004 .. Dan pnjualan suzuki di indonesia biasa aja,msh klah am AHM dan yam (tp d global atw india nmr satu pnjualanny) cz org indonesia udh d butakan am merk. Lu belajar dl yg bener case”kartel” yg udh trbukti dgn email petinggi jpn yg bocor ke publik. Saat ini case lenyap bgitu aja…

  3. Pdhal aku paling suka karakter suzuki yg over bore, soal di tikungan harusnya tau teknik rolling speed, bukak Rpm lebih awal sblm keluar tikungan, pas dapet Rpm nya tuh krasa nampol bgt, nah sing tak amat”i di ajang irs ato balap lokal ga ada yg bisa bawa suzuki dgn benar,jd ga kek yg over stroke ato square, yg masuk tikungan los gaas, trus nikungnya abis bejek gas lagi,

  4. Coba lihat ke belakang, pembalap” yg dahulu belum ada ECU ato apalah yg ngontrol traksi, pas masuk tikungan ato keluarpun itu ban pasti sliding teros, tp coba liat, mereka berhasil bawa mesin yg sebegitu liar, belajarlah memahami karakter mesin, jangan mesin yg kao paksa buat memahami kamu.

  5. Bawa suzuki kudu bisa rolling speed saat nikung, over bore hrs buka RPm lebih awal. Jgn maksain mesin buat pahaimi rider, tp rider kdu paham karakter mesin yg di bawa

  6. sepertinya iannone gak cocok dengan karakter mesin inline, yg harus halus dalam berakselerasi maupun bermanuver, harus memiliki jalur dan garis balap yg sama.

    seperti halnya yamaha karakter mesin inline beserta chasissnya memang memiliki handling yang mudah dikendalikan dan power yg smooth, namun dibawa terlampau agresif malah ndlosor.

    dan iannone sepertinya lebih cinta ducati dibanding suzuki.
    kalo kata “ian kasela” jangan benci bilang cinta cak.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama