iklan iwb
iklan iwb
” Perbandingan dimensi roda dua melawan mobil dijalanan…”

Iwanbanaran.com – Kangbro…..seperti yang kita semua tahu, tidak hanya diarea Sudirman dan sekitarnya, pada aturan baru…motor akan dilarang dititik-titik jalan penghubung seperti Rasuna Said serta Gatot Subroto. Tindakan ini menimbulkan keresahan karena dianggap tidak berdasarkan kajian akademis yang dibagikan kepublik. Oleh karena itu, kang Leopold Sudaryono, SH, yang juga Blogger roda dua menggulirkan petisi tolak larangan motor dijalan Sudirman dan Kuningan. Dan baru beberapa jam….kini sudah tembus 2000 biker ikut tanda tangan dalam petisi tersebut. Wihhhh….mantap ki biker !!….

Isi petisi yang dibuat di change.org isinya cukup gamblang dan mewakili seluruh rasa para biker. Berikut isi detilnya….

Pemda DKI mulai tanggal 11 Oktober 2017 melarang sepeda motor melintasi dua jalan protokol: Sudirman-Kuningan. Dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan penggunaan kendaraan umum.

iklan iwb

Kebijakan ini tidak berdasarkan kajian akademis yang dibagikan kepada publik. Setiap hari faktanya pada jalur cepat Sudirman mengarah ke HI maupun jalan Tol yang tak bisa dilalui motor pun kondisinya macet parah.

Selain itu, Pemda DKI perlu melihat dampak ekonomi dari pelarangan yang akan sangat signifikan terhadap pengendara motor. Khususnya:

  1. Yang mengandalkan motor untuk bekerja ataupun melintas di wilayah ini.
  2. Bagi pekerja jasa angkutan orang (ojek) maupun angkutan barang/dokumen (kurir)
  3. Kelompok masyarakat ataupun sektor ekonomi yang mengandalkan pekerja pada point 2 di atas.

Pemda DKI dalam kebijakan pelarangan mengenyampingkan kepentingan lebih dari 73% pembayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) di DKI yang justru adalah pengguna sepeda motor.

Mengapa mobil juga tidak dilarang, atau setidaknya dibuat pelarangan bergantian hari antara mobil dan motor untuk melihat mana yang menjadi sumber kemacetan?

” Suasanan macet diibu kota…dominasi roda dua atau empat ???”

Berdasarkan penjelasan diatas maka kami meminta Pemda DKI untuk menghentikan kebijakan pelarangan ini dengan alasan-alasan sebagai berikut:

  1. Kebijakan pelarangan sepeda motor di ruas Jalan Sudirman- Kuningan menyangkut hajat hidup masyarakat luas baik yang secara langsung menggunakan motor ataupun mereka yang membutuhkan layanan jasa motor.
  2. Ketiadaan ruas alternatif yang paralel dan memadai akan menyebabkan waktu dan biaya yang dikeluarkan pengguna motor menjadi tinggi (high cost).
  3. Tidak ada kajian mendalam terkait dengan Perda/Pergub yang didasarkan pada naskah akademik.
  4. Kebijakan ini tidak melalui proses konsultasi publik dimana dokumen studi bisa diakses dan dipelajari publik.

Yup….itulah petisi yang kita harapkan menjadi pertimbangan serius bagi para pengambil keputusan. Kita sebagai warga negara pasti akan dukung kebijakan yang adil, tepat sasaran serta tidak terkesan penggal bawah tanpa sudi mencari solusi jitu. So kangbro….kalau sampeyan merasa menjadi bagian dari biker yang dirugikan dengan kebijakan tersebut, monggo urun rembug tanda tangani petisi berjudul Tolak larangan motor Sudirman-Kuningan disini cak !! . Semoga tanda tangan sampeyan menjadi salah satu penyumbang berguna buat para biker pada umumnya yang menggantungkan aktifitasnya diatas motor khususnya dalam mencari nafkah seperti kurir ataupun tukang pos. Semoga saja…..(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!