iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbro…..sopo nggak sebel kalau ada biker wis salah ngeyel. Sudah coba diberikan pencerahan namun menurut doi, opininyalah yang paling benar. Hal ini dialami oleh salah satu biker asal Ponorogo Jawa Timur yang menumpahkan kekesalannya ke warung IWB hanya gara-gara debat perkara rem ABS. Dilalah…. mayoritas biker yang sepertinya juga lebih percaya pada penunggang Ninja 250 dan sama-sama tersesat setuju bahwa rem ABS hanyalah fitur gimmick marketing tanpa ada fungsi apapun. Welehhhh….tobatttt njaran tenan !…

Sebut saja kang Budi yang mengirim email ke IWB.  Topik yang diangkat adalah rem ABS yang dikatakan tidak ada fungsinya dan sama saja dengan rem reguler. Berikut surel lengkap cak Budi…

Siang kang, saya silent reader IWB dri ponorogo, kang pengen curhat kang, kadang saat saya berbincang dengan sesama biker bikin kesel kang, tadi malem ngomongin soal motor tentang ABS sumpah bikin saya naik darah kang, salah satu biker ninja 250 yang sok tau ngomong kalau rem ABS itu ‘ora penting’ trus ngejelasin kalau ABS itu cuma sistem rem depan dan belakang bekerja bareng dalam arti depan ngerem belakang juga, trus saya jelasin kalau ABS itu sesuai namanya Anti lock braking sistem. Malah saya kang yang disalahin terus semuanya pada percaya sama biker itu kang gak ada yg percaya sama saya, bikin kesel kang sumpah terkadang punya moge pun enggak tau fungsi dari fitur motor, Makasih kang selamat siang….”

iklan iwb

Nahhh….unik to. Belum tentu walau nunggang motor premium, secara produk knowledge lebih advance dibandingkan biker nunggang motornya dibawahnya. Padahal soal ABS sudah sering IWB bahas dan bisa IWB pastikan bahwa tidak benar rem ABS sama saja dengan rem reguler. Disana ada perbedaan luar biasa signifikan khususnya ketika kita melakukan panic brake ataupun braking dikondisi licin. Oke…IWB akan jabarkan kembali, ABS ki sakjane panganan opo ????….

Secara sederhana cara kerja ABS adalah mencegah piston menekan berlebih kepada piringan cakram. Kemampuan ini berkat sensor yang dipasang sehingga alat akan membaca pergerakan piringan. Jika ada indikasi ngunci, maka otomatis piston akan diperintah untuk mengendurkan tekanannya. Proses bisa terjadi 15-20 kali perdetik. Catat cak…perdetik, bukan menit. Jadi memang sangat cepat. Alhasil ABS ampuh mencegah rotasi roda berhenti secara mendadak yang bisa berakibat ban sliding plus memaksimalkan jarak berhenti kendaraan. Nah…supaya lengkap, biarlah IWB coba terangkan sejarah ABS supaya sampeyan paham dan mendapatkan gambaran….

Cikal bakal ABS pertama kali diperkenalkanoleh french automobile & Aircraft Pioneer yang digawangi sijenius Gabriel Voisin untuk menahan laju pesawat ketika landing (1929). Tidak secanggih sekarang tentunya sebab sistem kerja masih sangat sederhana. Kemudian dikembangkan kembali oleh Dunlop’s Maxaret System pada tahun 1950an…masih untuk pesawat/aircraft. Namun pada tahun 1958 Maxaret mencoba mengaplikasikan teknologi tersebut kepada kuda besi bernama Royal Enfield Super Meteor motorcycle.  Hasil test, motor bisa berhenti lebih efektif 30% dibanding sistem reguler…

Namun dalam pandangan direktur Enfield, Tony Wilson-Jones sistem ini kurang menjanjikan sehingga tidak diteruskan guna diadopsi pada motor produksi masal. Baru ada tahun 1971 ABS sistem modern dikenalkan kembali oleh pabrikan mobil Chrysler bekerjasama dengan Bendix corporation dinamakan “Sure Brake”. Kemudian berturut-turut diikuti oleh General motor disebut “trackmaster”, Nissan dengan sebutan EAL “Electronic Antilock System” (pabrikan mobil Jepang pertama yang mengaplikasi ABS).  Hingga sekarang teknologi ini sudah jamak dijumpai pada mayoritas kendaraan roda empat sebagai perangkat wajib safety khususnya diEropa. Lho…terus untuk motor gimana….???

Teknologi ABS diaplikasikan pada kendaraan roda dua terbilang lambat. Hal ini ditengarai kurang sadarnya pabrikan pada masa dulu yang menganggap sistem rem biasa sudah cukup dalam menjinakkan laju kuda besi. Hingga pada tahun 1988, baru muncullah gebrakan dari BMW lewat varian BMW K100. Tidak lama pabrikan Jepang menyusul. Honda mengeluarkan ST1100 ABS pada tahun 1992. Pemilihan ST1100 disinyalir sangat tepat mengingat motor touring ini mayoritas merupakan kendaraan operasional sehari-hari para polisi Eropa serta Amerika pada masa itu. Dengan Torque mencapai [email protected] serta tenaga [email protected], ST1100 merupakan motor pertama Jepang yang mengadopsi ABS pada perangkat cietnya….

Kesuksesan Honda membuat pabrikan Jepang lain tergerak sehingga pada tahun 2007 barulah Suzuki mengeluarkan ABS motorcycles lewat varian GSF1200SA, yang biasa kita kenal Suzuki Bandit. Sayang teknologi ABS belum sepenuhnya diaplikasi keseluruh produk masal pabrikan besar dunia alias tebang pilih. Kecuali Harley Davidson….sejak 2008 semua produk yang dilempar kepasaran telah dilengkapi ABS System….

Kini….semakin tingginya tuntutan tingkat keselamatan pengendara, ABS sudah bisa ditemukan pada motor kubikasi mungil sekalipun. Contoh tidak usah jauh-jauh…mayoritas sport 250cc bahkan yang terkecil TVS 180 (India) sudah dibekali ABS. Ditanah air…skutik 150cc juga sudah ABS (intip Aerox dan NMax serta PCX). Di Eropa justru lebih ketat karena motor 125cc sudah ber ABS . Mengingat betapa berjasanya ABS dalam mengurangi tingkat kecelakaan diEropa serta dunia, maka kita berharap kedepan seluruh motor sudah dibekali ABS. Jadi ngono cak….

Last…..ABS hingga sekarang masih cukup mahal. Perbedaan harga bisa terpaut 5-6 jutaan. Oleh karena itu mayoritas pabrikan menawarkan dua opsi dengan tujuan agar market lebih fleksibel menerima produknya yakni versi ABS dan non ABS. Kalau sampeyan ngetes langsung pasti opini antara ABS dan non ABS sama wae bakal hilang sama sekali. Betot lebih pede akibat sensor bekerja mencegah piringan cakram terkunci dengan memainkan piston ngunci dan melepas berulang kali. Jadi ngono yo cak Budi….kasih tunjuk wae artikel ini biar ngeh. Kalau masih ngeyel, berarti teman sampeyan wis taraf dableg akut. Mending biarin wae….IWB ora melu-melu. ABS ??. Saiki wis mudeng to…..(iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!