iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakde…sampeyan ingat nggak saat balap Brno kemarin dimana Iannone dlosor diarea PIT Lane ketika melakukan flag to flag. Karena Aleix Espargaro (Aprilia) mau keluar dan disaat itu Iannone masuk…terjadilah insiden yang dianggap sangat membahayakan. Dan karena kejadian tersebut…konon aturan flag to flag dikaji ulang..!!

Meeting dilakukan oleh komisi safety dengan topik utama bagaimana mengurangi tingkat bahaya di pit lane saat pembalap melakukan flag to flag. Isu tersebut diangkat menyusul beberapa insiden di balapan Brno akhir pekan lalu, terutama insiden yang melibatkan Andrea Iannone saat akan mengganti motor bersamaan Aleix Espargaro melintas keluar. Alhasil Iannone dlosor dilokasi….

Beberapa pembalap di undang Komisi safety untuk memberikan pandangannya termasuk Marc. “Kami punya banyak ide, dan Race Direction bisa mencoba untuk menganalisa semua gagasan ini. Salah satu ide adalah mencoba mengurangi kecepatan pit lane menjadi 40km/jam. Ini akan lebih aman karena kamu punya banyak waktu untuk melihat di mana mekanikmu berada dan di mana posisi rider lain,” tegas juara bertahan Marc Marquez…..

iklan iwb

Informasinya, perubahan kecepatan di pit ini mulai berlaku mulai balapan di Red Bull Ring kemarin. Kelemahan utama jalur pit  terlalu lambat berarti lebih banyak waktu yang hilang saat terjadi flag to flag. Ide lain yang lebih radikal juga diajukan, namun tidak disepakati. “Ide lain adalah mengubah siapa yang memiliki prioritas. Pembalap yang keluar pit lane atau yang masuk,” lanjut Marquez….

Bagi Marquez, sebenarnya lebih aman jika pembalap yang masuk pit lane mengalah dan memberikan kesempatan pada yang akan keluar PIT. “ Aku pikir lebih baik jika prioritasnya untuk pembalap yang akan keluar, karena rider yang masuk bisa melihat rider didepannya. ” Ide lainnya dengan isyarat agar rider lain tahu dan melihat ketika pembalap lain akan keluar. Mereka mencoba untuk menganalisis semua gagasan dan kita harapkan akan segera mendapatkan jawabannya..” tutup Marc….

Dovi sendiri mengakui, betapa semawrutnya ketika melakukan flag to flag. Sebanyak 22 rider berkumpul menjadi satu. ” Bayangkan 22 pembalap dilokasi yang sama, itu sangat rumit. Kami menyarankan beberapa gagasan, tapi pasti ada sisi positif dan negatif. So….aku pikir tidak mungkin untuk memperbaiki sepenuhnya, kita hanya bisa memperbaikinya sedikit…” ujar Dovi. Sedang Lorenzo lebih saklek pakde….

Beda Marc dan Dovi, Jorge Lorenzo memberikan usulan lebih ekstrim yakni dihilangkan saja aturan flag to flag. “Menurutku sulit untuk menghilangkan risiko yang terjadi dalam flag-to-flag. Jadi lebih baik setiap rider bisa masuk pit dan kemudian memulai kembali race setelah semua siap. Artinya hindari flag-to-flag dan semua keruwetan ini bakal selesai karena susah mengatasi bahaya yang ada di pit lane...” tutup Lorenzo. Bener juga yak. Kalau sampeyan sendiri lebih condong kemana cak?? (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!