Iwanbanaran.com – Bengissss…sangarrrr cak. Ducati memang selalu berani tampil beda dalam upayanya membuat Desmo kencang. Termasuk bentuk fairing yang cukup radikal dan diperkenalkan saat latihan di Brno. Kesan pertama…sangarr !!…

Tidak ada keterangan apapun dilemparkan Ducati perihal fairing baru. Namun secara umum…..bentuknya memang radikal. Jarak layer dari fairing inti lumayan jauh. Bodywork ini untuk mengakali pelarangan winglet sejak musim 2017…

Speedweek sendiri menyebut desain seperti ‘Hammerhead’ alias kepala palu. Gigi D’Illna mengaku mereka memang bekerja keras untuk meningkatkan Aerodinamika. “ Kami bekerja keras dan banyak berkembang di awal musim ini….

iklan iwb

Secara umum kami cukup senang dengan performa motor. Kami menguji aerodinamika baru dengan Danilo Petrucci di Misano dua minggu yang lalu. Hasilnya memuaskan dan menjanjikan…

” Kami masih menguji aerodinamika baru ini di Brno dengan pembalap factory. Kami ingin mendengar beberapa pendapat dan masukan mereka pada sisi yang berbeda. Aku belum tahu apa yang diharapkan dari paket ini. Tapi aku harap kita akan maju selangkah…. ” seru Gigi via speedweek…

Last…..dengan bodywork baru, Lorenzo pada FP 1 sukses nongkrong ketiga. Namun di FP2….doi terlempar ke 15 dan justru diambil alih oleh Dovi yang masih menggunakan fairing standart. Sepertinya proses review masih berlangsung pada fairing anyar. Koyone nggak mudun race cak…...(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

18 COMMENTS

  1. Klo dr penampakan (wih ngeri men) memang sangar look cak..gari piye ahli2 aerodinamis..ahli mekania ngolahnya buat dapetin performa puncak..

  2. Kayaknya lebih berbahaya ini daripada winglet tahun2 kemarin. Cz bentuknya outer gitu. Kalo nempel di badan rider lain kan ngeri.

  3. nyatanya tanpa bentuk yg aneh2 dalam hal ini winglet maupun fairing barupun si dovi bisa back to back juara seri dan bersaing di papan atas klasemen dengan bentuk Ducati yang ‘normal’ spt motor lain. Apakah ini cerminan dari ketidakmampuan Lorenzo dalam mengendalikan Ducati?

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama