Iwanbanaran.com – Pakdee……kebingungan dalam tubuh internal Yamaha racing sepertinya masih berlangsung. Hal ini karena adanya perbedaan opini antara kedua pembalapnya yakni Vinales dan Rossi. Bahkan tidak sependapat dengan Rossi, Maverick Vinales anggap frame M1 bukan masalah. Wahh…menarik ki….

Maverick Viñales mengaku kecewa dengan musim yang sedang berlangsung saat ini. Tampil menjanjikan diawal musim….kini doi harus melorot dengan posisi rider diambil alih Marc Marquez. Rasa frustasinya terlihat karena hasil yang kurang maksimal dibalap Jerman. Bayangin wae cak….

Unggul 24 angka langsung rontok pada balapan ke 7 dan 8 karena doi hanya mampu mengoleksi 8 angka. Biang utamanya adalah…..M1 dianggap kurang traksi saat temperatur turun. Kondisi tersebut sangat terasa saat balap Jerez dan Barcelona. Namun tidak seperti Rossi, menurut Vinales sasis bukanlah masalah….

iklan iwb

Tentu saja aku kecewa. Kita kehilangan banyak poin dalam 4 race. Di Assen jika kondisi normal mungkin aku bisa menang. Namun aku harus start dari posisi 11 dan membuat kesalahan. Bisa jadi itu merupakan kunci dalam kejuaraan karena harusnya aku bisa meraih angka yang lebih tinggi....” seru Vinales. Ditanya perkara sasis baru….

Ternyata Vinales kurang setuju karena menurutnya frame tidak masalah bagi M1. Tidak heran doi enggan menggunakan sasis yang disodorkan Yamaha dan lebih menggunakan spek sebelumnya. Menurutnya……kunci kelemahan Yamaha sekarang adalah elektronik, bukan frame….

Entah kenapa saat race kita kesulitan melakukan modifikasi elektronik dan kita juga mengurangi ledakan tenaga tiap race. Sekarang sepertinya kita butuh tambahan power dari elektronik. Dibeberapa race kita juga sedikit bingung dan tidak bisa mempertahankan garis yang sama. Semuanya banyak berubah….

“Aku harap Michelin bisa membawa ban yang sama untuk beberapa balapan dan kita bisa bekerja keras pada elektronik. Aku rasa kita belum maksimalkan elektronik secara 100% . Jadi kita perlu terus bekerja dan bangun percaya diri pada ban dan motor seperti di awal musim ini…” tutup Vinales……

Last…dengan penuturan diatas bisa dipastikan walau kedua pembalap (Rossi & Vinales) berada dalam satu tim yang sama namun arah pengembangan mereka sepertinya berbeda. Jika Vale fokus pada setingan frame….maka Maverick lebih condong untuk ngubek-ngubek elektronik. Kita lihat saja mana diantara keduanya yang akan mendapatkan hasil maksimal. Mumet tenan cak……(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

46 COMMENTS

    • mv emang pembalap yg kurang berpotensi dan g bisa memaksimalkan motor ma skillnya aja.. mewekan nih pembalap.. liat MM diatas motor honda aja yg dr frame sama power motor masih acak2an gak jelas aja bisa memaksimalkannya, apalagi klo MM pake ducati bisa ngacir tiap balapan.. MV payah.. mudah2an taun depan MM pindah ke ducati, mantaaaappp..

    • yang pasti, siapapun orangnya, apapun timnya, yang mimpin klasemen sampai akhir, dipastikan menjadi JUARA ??

    • Ya pasti vinales…rossy wes tuek…inget mark pedro ma vinales dah jatuh 2x lha rossy masih 1x…harus 1x lagi biar fair…poin rossy tambah melorot..

  1. Ee… Halah lek. Wes mbuh lah. Aku yo melu mumet mbah rossi tambah adoh karo tropi jurdun

  2. Ambil gampangnya aja, kasih pebalap apa yg mereka mau…
    Duit msh bsa dicari, tp target bersama kompak kalahin honda & ducati, bsa ga?

    Jgn omdo, krn kubu honda & ducati cenderung damai & fokus…

    • Situ bener.
      Marc dan dani aja gak pernah debat
      Bahkan dovi dan lorenzo yang biasanya egois juga adem ayem zaza

    • hmmm…. dua orang setim adem ayem… YFR nggak punya hal ini di tim… pengaruh ego dari masing-masing individu pembalap

        • kurang jelas juga… bukan faktor si rossi… wong dia sama colin edwards biasa aja… sama mendiang hayden juga adem aja

          • Mgkin krn lorenzo skrg terpuruk… situasi mgkin bakal berubah kalo lorenzo masuk bursa jurdun. Kl vinales sejak awal diperkirakan bakaln g akur krn sama2 punya obsesi lebih buat jurdun.

        • Berati emang rossy yg ga bisa di tandemin ma siapa2….ma lorenzo ga cocok ma vinales ga cocok…apalagi ma mark…yg ada tabrakan 1 team…wkwk

          • Masih bagusan Mukidi..darmo ga lebih dari seorang pelawak dunia maya sekaligus flamer sejati+troller sejati..yahh mirip2 komeng lah..

          • Qwerty.. Peyek…dharmo.
            The legend mereka itu.
            Yang main keblog sejak tahun 2010-2014 pasti paham

      • faktor internal tim dan principal juga berperan dalam harmonisnya hubungan rider satu team…
        (kaya orang nikah aja??)

    • Kalo beda sasis pihak yamaha malah bingung dalam hal pengembangan. Slain ecu,mesin dan sasis masih bisa dibedakan

  3. Ekek…
    Ane fans rossi tpi faktor usia ga bisa bohong…
    Wkwk…
    Rossi pingine hemat energi,ga terlalu ngepush tpi mtor lincah,cpt,natural,mudah dkendalikan.
    Vinal msih muda,,ngepush dikit lumrah yg penting hasil akhir…
    ???

  4. Beda anak dulu (Rossi) maennya Frame ga terlalu peduli sama elektronik… anak sekarang (vinales) lebih ngandelin elektronik dibanding otak atik frame… haha…

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama