iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbro……sebuah pernyataan menarik dilontarkan Maverick Vinales saat gagal mendulang poin di Assen. Mirip dengan kondisi sebelumnya ketika harus finish ke 10…Vinales ternyata juga bingung kenapa doi bisa dlosor di Belanda. Berikut penuturannya….

Vinales masih menjadi pemimpin klasemen sebelum akhirnya doi harus melorot diposisi kedua setelah gagal mendulang poin di Assen. Dan ini untuk pertama kalinya Vinales kehilangan posisi leading sejak Qatar…..

Sempat torehkan best lap….Vinales kehilangan traksi ban belakang di final chicane pada lap 12 dari 26 yang harus dijalani. Padahal secara speed Vinales bisa dikatakan sempurna. Dari posisi 11 merangsek ke 5. Sayang….doi tidak mampu menyelesaikan. Terus pertanyaannya apa yang terjadi ??…

iklan iwb

Aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi sebab aku juga bingung kenapa bisa crash. Aku melewati tikungan tersebut selama 2000 kali dan tidak pernah dlosor..“seru Vinales via crash. Doi juga menegaskan feeling pada motor sangat positif…

?” Crash Assen adalah sesuatu yang tidak bisa kamu jabarkan, jadi hanya bisa dijadikan pengalaman khususnya tentang kualifikasi. Aku tahu race bakal tricky. Tapi feelingku terhadap motor luar biasa. Aku sudah mencoba menjaga ban pada level yang bagus. Aku sudah mencoba untuk attack di 10 lap terakhir….

” Intinya aku merasa bagus. Diatas trek aku juga membalap dengan halus, terasa lebih kuat dibandingkan pembalap lain. Aku mengeluarkan seluruh kemampuanku hingga limit. Aku berusaha membawa Yamaha pada barisan depan. Dan aku rasa jika tidak crash aku bisa menang sebab kecepatanku jauh dibandingkan pembalap lain...” tutup Vinales…

Last….praktis musim ini Maverick Vinales sudah jatuh dua kali. Pertama di Austin kedua di Assen. Dengan kondisi tersebut kini doi digeser Dovi dengan gap hanya sekitar 4 angka. Sementara Rossi hanya terpaut 3 angka dari Vinales. Sebuah kompetisi yang sepertinya bakal seru di musim ini. So…crash di Assen ?. Vinales yo garuk-garuk ki cak. Piye jal ? (iwb)

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

34 COMMENTS

    • Mgkn karena bukan yg mengembangkan sejak awal jadinya msh meraba-raba. Seperti Iannone yg jg sering bingung dg kelakuan GSX nya

          • Gk lama lg kang, Honda sdh kompetitif tp kyknya msh Marquez yg menang klo head to head sm Vinales ?

          • Kalo skill mental masih menang mm , Joss mm. Pake motor lemot aja masih bisa kompetitif. ?

          • Betul itu, bisa dibuktikan pas wet race pun MM mesti masuk 5 besar, bahkan g absen podium dia. Bandingkan dgn mvk, mirip2 hohe yg agak anti air.. tp masihbeprlu dibuktikan lg sih kalo memang mvk bs jabanin pebalap top macem mm dan vr yg selalu ready to race baik wet mauun dry track condition..

  1. Masih kalah kelas dg rekan setimnya, bagus dalam menunganggi tapi belum tahu arah pengembangan. Jadi dr kmr jawabnya tidak tahu trs

  2. Haiyyaaa lu ouwlang apa apa gk tau muluk waaa
    Ntar musim dpn dimutasi ke tim satelit tuker ma zarco baru nyahok maaa…
    Hrsnya sbg rookie mau tiru gaya pedrosa yg agressif n all out yg akhirnya raaih jurdun swlama 11 musim waaa

  3. Pedrosa 2x crash mark 2x crash vinales 2x crash vale masih 1x…liat aja kalo vale crash ke 2x…apa poin masih tetep nangkring di no 2?….

  4. Gampang kq, tu artinya si vina tipikal pembalap tinggal pake, gk bisa menganalisa tunggangan..?Paska rossi pensiun ntr ntah kemana arah m1 ne.. Miris

  5. Lgi lgi muncul sebuah pertanda besar, Ada apa dengan Michellin? Tidak cukup kah tahun kemarin sebagai pelajaran?

  6. Wes coba develop suzuki wae ojo pindah nang yamaha dadi iso ngerti motor, iki akibate ngertine numpak gas rem tok baaaahhhh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here