iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakde….nggak bisa dipungkiri market share Honda yang meroket tidak tersentuh karena sumbangsih dari varian skutik pada line up produknya. Beat adalah skutik favorit ditanah air. Belum lagi ditopang Vario series, Scoopy atauoun Spacy. Pertanyaannya…kenapa motor bisa laris manis nggak ada matinya ?. Setelah IWB lakukan survei kecil-kecilan….Inilah fakta yang bisa kita kumpulkan….

Yamaha diawal kiprahnya kokoh tak tersentuh bersama Mio disegmen skutik. Honda yang mencoba mengusik kala itu gagal karena mengandalkan Vario 1st gen. Body bongsor dipandang kurang lincah membuat penetrasi berjalan lambat. Namun pelan dan pasti….grup Astra terus menghantam pasar. Tidak patah semangat…lahirlah Beat 1st gen. Langsung merajai?. Nggak juga cak….

Konsumen masih melakukan resistensi. Kakak IWB yang sempet beli motor inipun pertama kali mengungkapkan penolakan dari keluarga sekitar. Menurut mereka bentuknya aneh. Belum lagi makelar yang masih menjadikan Mio sebagai maskot. Artinya Beat saat itu dipastikan anjlok kalau dijual kembali. Maklum pakde…kota kecil selalu demikian mindsetnya. Tuku motor wis mikir resale value. Tapi pasca beli…semua berubah….

iklan iwb

Mesin alus tur getarane sitik. Tumpakane enak yo (mesinnya halus dan getaran minim. Dipakai nyaman ya)...”celoteh kakak. Menurutnya lagi…kalau ngantem jalanan berlubang, Stang Beat tidak membuat tangan kesemutan. Yup…karakter matic Honda memang kesana. Sejak gen pertama….sayap mengepak memilih ban tengah dengan profile tebal sehingga mampu membantu suspensi meredam jalanan rusak…

Belum lagi karakter suspensi yang diset lebih lembut. Kenyamanan Beat-pun disuarakan dari mulut kemulut. Pelan dan pasti….mata mulai bergeser. Apalagi disaat yang sama…Mio Sporty karbu saat itu cenderung lebih boros dengan karakter suspensi agak stif. Feel pertama saat pertama kali nunggang pasti akan merasakan vibrasi pada stang. Itulah yang lambat direspon Yamaha. Kendati mereka merilis new Mio J dengan YMjet FI yang jauh lebih irit…mindset pasar sudah kadung terbentuk bahwa Mio boros dan kurang nyaman. Dan kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Honda….

” Yamaha merilis Mio J sebagai ganti dari Mio Sporty…..(turing Mio J)..”

Honda bukannya tanpa kelemahan. Mayoritas mengatakan, casing cenderung tipis. Tapi yang berbicara disini feel cak. Rasa saat kita mengendarai sang skutik….nyaman adalah mutlak. Kita tidak membicarakan sport yang lebih mengejar handling mumpuni…matic ora butuh kuwi. Dan diakui atau tidak, Honda berhasil melakukannya. Rata-rata skutik Honda memiliki getaran halus dengan suspensi lembut sehingga ibu-ibu pun pasti akan mengatakan naik matic Honda nyaman. Lawong nyonya IWB wae ngomong sendiri….

Dengan sodoran diatas, jelas tantangan bagi engineering tiap pabrikan untuk meracik motor matic senyaman Honda. Memang betul, marketing serta seluruh garda terdepan termasuk pelayanan adalah mutlak. Desain juga sangat penting. Akan tetapi IWB nggak yakin sampeyan akan bertahan dengan ego suka desain kalau motornya sendiri nggak enak ditunggangin. Desain keren….feel dikendarai nyaman, pasti betah memiliki produk tersebut. Sebaliknya….desain keren, ditunggangi atos, vibrasi terasa…IWB yakin sampeyan betah karena terpaksa tidak ada pilihan lain. Ada produk sejenis?. Iman berpotensi ambrol…..

Last….diluar segala komponen pendukung, fakta bahwa matic Honda laris tidak bisa dibantah. Dan fakta karena produk sendiri nyaman dikendarai juga tidak bisa dibantah. Monggo sampeyan kumpulkan 10 responden…IWB yakin minimal 7 orang pasti mengatakan setuju. So…untuk mengalahkan Honda disegmen ini memang tidak mudah. Tapi setidaknya berikan riding quality setara produk mereka….dibantu marketing, jaringan dan seluruh komponen pendukung….lambat atau cepat konsentrasi bakal terpecah. Riding quality nyaman…dengan desain yang mengerti keinginan konsumen. Piye menurut sampeyan cak….ada opini lain soal ini ??? (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!