iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakde…ternyata banyak yang nggak tahu bahwa mencuci motor dalam keadaan mesin panas memberikan banyak kerugian pada tunggangan. Hal ini cukup dimaklumi karena efeknya memang tidak instan alias butuh waktu bertahun-tahun. Lho…emangnya kenapa??…

Sebenarnya pada artikel lawas IWB sepertinya pernah membahas perkara ini. Namun karena reader IWB datang dari beberapa generasi (2009-2017) pastinya ada kemungkinan pendatang baru terlewatkan. Oleh karena itu mumpung ditanya cak Wayan Widyawan (eh…bli ding)….artikel IWB angkat kembali. Berikut surel doi…

Permisi kang Iwan, maaf klo menggangu saya mau tanya pendapat kang Iwan, apa benar ya klo kita nyuci motor dalam keadaan mesin masih agak panas (dibawa berkendara dr rumah ke tukang cuci) akan merusak komponen mesin dan yg lainnya?...” serunya via surel…

iklan iwb

Kalau korelasi “agak panas”….tidak ada masalah. Sebab bahasa agak ini IWB prediksi mesin dikisaran 65 derajat celcius. Yang menjadi masalah ketika sampeyan bepergian dari A ke B dengan jarak mungkin kisaran 10-15 km pada kondisi jalanan macet. Sebab pada momen tersebut…suhu mesin bisa tembus 80-95 derajat…

Nah…pada range temperatur diatas, seluruh komponen metal engine memuai termasuk crankcase serta cat yang menyelimuti permukaan mesin kiri kanan. Fase ini tidak disarankan langsung menyemprot atau mengguyur motor dengan air. Kenapa ?. Akan terjadi pengerutan metal mesin secara instan yang tidak terlihat mata telanjang….

Sebagai ilustrasi…gelas berpontensi bisa crack ketika kita menuangkan air didua suhu berbeda. Contohnya gelas habis menampung air panas langsung dituangin air dingin atau sebaliknya. Kalau nggak kuat pasti ambrol. Hal itu akibat pengerutan secara instan pada material. Demikian juga mesin….

Mungkin dampaknya nggak seekstrim kaca yang bisa pecah. Material metal jelas lebih kuat. Akan tetapi impact jangka panjang biasanya membuat cat timbul retak halus aka micro crack. Selain itu walau belum ada bukti sahih, kebiasaan tersebut konon akan mengurangi kekuatan dinding luar mesin. Alhasil mendapatkan benturan dikit saat kecelakaan…mesin langsung ambrol….

Mungkin teori diatas belum bisa dibuktikan secara otentik karena harus ada penelitian detil dalam jangka waktu lama. Tapi tidak ada salahnya kita ikuti alias cari aman mengingat penjelasan rasanya cukup masuk akal. Pertanyaannya…piye kalau saat kita berkendara, tiba-tiba turun hujan lebat ?. Apakah juga bakal membuat mesin cepat rusak?. Wah..cerdas ki pertanyaane…

Dari beberapa sumber yang IWB kumpulkan, pada kondisi cuaca normal seperti itu tidak masalah. Sebab hujan selalu datang tidak instan. Ada proses cak….dari mendung baru ke hujan. Proses pendinginan karena lingkungan juga turut membantu turunnya suhu mesin sehingga metal siap saat tersiram air. Lha kalau cuci steam ??…

Kadang masih panas puolll….cuaca menyengat sampai keringat lepek….motor baru dibuat menjelajah jalanan…..mesin panas mongah-pongah langsung disemprot mesin steam. Kaget cak. Iso jingkat-jingkat tenan. So…sangat disarankan sampeyan diamkan dulu motor hingga suhu turun baru disiram. Itung-itung membantu cat diseluruh body juga adem. Kira-kira begitu pakde….

Last….soal mencuci motor pada saat kondisi mesin masih panas memang menjadi poin yang tidak pernah diperdulikan secara impactnya tidak instan alias butuh waktu bertahun-tahun. Tapi alangkah baiknya kita hindari kebiasaan tersebut agar motor tetap awet, cat kinclong dan yang pasti mesin terpelihara terus segar bugar. Piye….dari sini ada yang mau nambahin pakde ?? (iwb)

iklan iwb
Previous articleBreaking news : Valentino Rossi absen hadiri presscon Mugello karena kesehatan…waduh !
Next articleLho….Yamaha new R15 dijual 30 jutaan di Elevania ??. Koq murah men??….
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!