Iwanbanaran.com – Pakde……dari sekian produk honda mungkin bebek Super Supra GTR150 yang makin terpuruk. Penjualan motor ini seret. Bahkan dibulan Maret 2017….Supra sempat hanya terjual 110 unit. Raport ini berbanding terbalik dengan rivalnya yang konsisten mendulang angka ribuan. Pertanyaannya…kenapa hal ini bisa terjadi dan apa yang salah dengan Supra GTR 150 ?. Berikut analisa IWB….

Dibulan Januari 2017, Honda Supra GTR150 terjual 517 unit disaat lawannya yakni MX King tembus 5.149 unit. Penjualan dibulan berikutnya yakni Februari 2017, Supra terjual 603 unit. Padahal MX tembus 6.413 unit. Bahkan dibulan Maret, bebek super Honda ini hanya terjual 110 unit ketika MX King meraih 4.361 unit….

Lalu dibulan April ada perbaikan dengan angka 503 unit (MX King 4.147 unit). Tapi secara umum bebek ini susah banget terjual 1000 unit. Padahal jika melihat mapping penjualan MX King, pasar dikelas bebek 150cc masih sangat baik. Lawong konsisten diangka 5 ribuan. Artinya ?. Pasar merespon dingin Supra GTR150. Terus masalahnya dimana ??….

Tidak ada yang salah dengan produknya sebab dari kacamata pribadi desain sudah cukup bagus. Mesin ?. IWB bisa pastikan terkencang dikelasnya. Mengusung mesin DOHC sempalan dari CB/CBR/Sonic……sang moped cukup memuaskan saat IWB jajal baik jarak jauh ataupun dekat. Powerfull dan handling ringan stabil. Namun satu hal yang memang membuat sang bebek susah penetrasi yakni….

Nama cak.┬áSupra sudah identik dengan family moped….motor bapak-bapak yang lebih mengedepankan fungsi bukan performa. Irit, nyaman, bandel buat harian tapi bukan untuk show off. Sampeyan mau gaya pakai Supra 100 iso diguyu wong sekampung. So….mature image inilah yang IMHO membuat Supra GTR150 nggak dilirik biker muda. Padahal potensi market disegmen ini adalah para biker ABG yang suka dibilang keren…

Simpel….IWB akan kembalikan kesampeyan, merenung dan pejamkan mata….lalu dengarkan nama “Bebek Supra”….apa yang sampeyan tangkap disana?. Pasti terlintas bebek 100/125 dengan desain everlasting-nya. Sulit untuk menggeser menjadi bebek powerfull dan gaya. Kemudian disaat yang sama…IWB akan bisikkan “MX King..”. Mindset langsung diseret pada bebek super, gagah dan kencang. Otak bawah sadar yang terbentuk karena didengungkan terus menerus kemudian menancap….

Kondisi ini sama seperti Kijang Innova. Walau Toyota sudah menyeret positioning menjadi MPV mahal (lawong termahal wis 400 jutaan lebih)….tapi mindset kita tetaplah sulit bergeser bahwa Kijang adalah MPV kelas middle. Padahal kalau menilik pricing….posisinya tidak lagi bisa dilihat sebagai MPV rakyat. Banderol seri tertingginya aja nggilani tenan karena wis nempel Mazda Biante. Itulah the power of mindset. Tidak heran para biker muda enggan melirik Supra GTR150. Mungkin cerita akan sedikit beda kalau label diawal menggunakan……

New Honda Blade 150R racing spirit. Yup….image bebek Blade lebih terkesan racing dan sporty dibanding Supra. Sebab sejak awal Honda memang memposisikan kesana sehingga kehadiran Blade 150R berpotensi besar mengambil hati para┬ábiker ABG yang doyan aura racing. Dengan mesin DOHC 4 katup 150cc….rasanya nama Blade lebih mewakili. Coba wae renungkan dengan cara pertama….pejamkan mata dan katakan “New Blade 150R” lalu bandingkan “Supra GTR150″…monggo jawab dengan jujur. Rasanya lebih menggigit mana??…

Last…semua penuturan diatas hanyalah hasil analisa pribadi yang belum tentu bisa dijadikan acuan terpuruknya penjualan Supra GTR150. Akan tetapi banyak dari teman-teman Blogger yang ternyata setuju dengan pemikiran IWB. Artinya…pemilihan nama sangat penting dalam sebuah produk. Nama motor merupakan representatif pride pengguna…..kebanggaan ketika kita menyebut tunggangan saat nongkrong bersama. Supra vs MX King ??. Piye cak….ada yang setuju dengan analisa IWB diatas ?? (iwb)

Penjualan MX King vs Supra GTR

2017

Januari Februari Maret April

Total

Supra GTR150

517 603 110 503 1.733
MX King 5.149 6.413 4.361 4.147

20.070

 

Advertisements