iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbro…performa Yamaha di Jerez memang membuat fans Motogp cukup terkejut. Ditrek yang biasanya tampil dominan, mereka hanya mampu menempati posisi terbaik keempat lewat Zarco. Tapi kuwi satelit cak….bukan factory. Sebab untuk tim factory…..mereka benar-benar menderita. Pertanyaannya….kenapa hal itu bisa terjadi dan apa yang membuat Yamaha begitu terpuruk di Spanyol ?…

Sinyal kurang optimalnya performa sudah dilontarkan Vale yang mengaku kuatir sebab doi tidak bisa ngepush motor 100%. Satu isu yang dikatakan Rossi saat itu adalah….kurang traksi dan ban banyak selip khususnya ketika melibas tikungan kekiri. Masalah lain bagi mereka adalah tipe kompon baru yang ditawarkan Michelin beda dibandingkan tahun 2016…

Yamaha memiliki kecenderungan lebih cocok menggunakan ban Michelin tipe medium dibandingkan slick hard. Fakta ini bisa sampeyan buka dari data dirace-race sebelumnya. Padahal dengan kondisi suhu aspal dan cuaca yang cukup panas saat race kemarin…dibutuhkan ban yang lebih solid dalam menghadapi temperatur. Gejala yang dirasakan Vale pada motor dan ban 2017 yakni ban banyak sliding saat dijejali ban tipe hard. Konswensinya Yamaha M1 tidak bisa berakselerasi sesuai keinginan….

Kami sangat kesulitan karena ban belakang banyak selip saat akselerasi. Masalah sudah aku rasakan selama akhir pekan. Nah…saat race, kami coba modifikasi karena kami lumayan kuatir dengan ban medium. Namun hasilnya motor makin susah dikendalikan. Khususnya nikung kekiri aku merasakan vibrasi. Begitu juga braking dan tiap masuk tikungan…aku seperti tidak merasakan traksi sama sekali. Kami harus coba mencari penyebabnya….” seru Vale. Pertanyannya kenapa Honda bisa cocok dengan ban hard ??…

Cocok dan tidaknya ban tergantung karakter motor. Dan Honda vs Yamaha jelas beda walau kini sama-sama mengusung model big bang sebab konfigurasi engine Yamaha inline 4 sedang Honda RC213V V4…nah ora podo to. Frame…elektronik serta setingan yang pas memegang peranan penting dalam mengawinkan dengan karet bundar. So…jelas, tahun ini Yamaha masih berusaha keras mencocokkan karakter ban Michelin 2017 dengan M1 2017. Sebab memang terjadi penurunan performa di Jerez….

Monggo bandingkan performa Rossi dimasa lalu. Dimusim 2016….Vale bisa torehkan best lap 1 menit 40.090 detik (Jerez). Padahal kemarin Dani hanya mencetak waktu terbaik 1 menit 40.234 detik. Kemudian untuk total race….Vale juga memble. Jika musim 2016 bisa finish dengan waktu total 45 menit 28.834 detik…..hari ini doi menyelesaikan race dengan gap + 38.682 detik dari Dani. Jauhhh bener cakkkk….

Di Jerez kemarin, Dani Pedrosa finish dengan total waktu 45 menit 26.827 detik. So…jika dikomparasi dengan lap time Vale 2016….harusnya Vale bisa finish kedua dengan gap hanya kisaran 2 detik dari Pedrosa. Tapi kenyataannya….gap terpaut hingga +38.682 detik. Dilalah Zarco yang menggunakan M1 versi 2016 jauh lebih baik. Artinya…khusus di Jerez, Yamaha M1 factory 2017 lebih lambat dibanding musim lalu tanda mereka memiliki PR yang cukup besar jika ingin menahan gempuran pasukan Honda musim ini….

Last….harus diakui, terjadi peningkatan cukup pesat pada RC213V 2017 dibanding musim lalu pasca menggunakan mesin big bang. Fakta ini bisa terlihat dari data dimana total waktu race RCV213V terbaik di Jerez melonjak drastis dari kisaran 45 menit 34 detik dimusim 2016 (Marc Marquez) menjadi hanya 45 menit 26 detik (Dani Pedrosa). Adaptasi Honda pada new engine, frame dan ban yang begitu cepat harus juga diikuti Yamaha pada next race. Kira-kira demikian cak. Untunglah ini masih awal dan baru race keempat. Kita lihat saja effort Yamaha mengawinkan ban Michelin 2017 dengan M1 2017. Mumet njaran tenan jebule……(iwb)

Komparasi data

Jerez 2016

Jerez 2017

Gimana reaksi sampeyan cakkk !!
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisements

45 COMMENTS

    • Padahal Honda belum 100% perfect.. kalo akselerasi keluar tikungan dah ketemu solusinya, yamaha kayaknya harus ganti ke mesin DOHC.. eh salah.. maksudnya ganti mesin V4

  1. Pantes duo yamaha letoy, biasanya cucuk2an. Yg penting gak ndlosor aja, bales race berikutnya.

    Buat mbah rossi semoga bisa jurdun tahun ini

  2. yamaha begini pasti gara-gara ahok tumbang di pilgub dki. makanya pada kagak semangat balapan

  3. Vr46 kayaknya kemarin main aman,karena sadar gak nemu pemecahan masalah Doi main aman, yang penting dapet poin gak crash

  4. Owh gitu lek, kirain gara gara duo movistar yamaha di sms mbah dharmo disuruh ngalah

  5. Race 2016 dan 2017 tdk bisa dibandingkan lap timenya, meskipun Honda memang kelihatan improve dari musim sebelumnya (Duc juga) dan Yamaha sangat kuat di Jerez.

    Krn masalah ban di Argentina (ingat ban scott redding pecah?) Michelin bawa ban spesial yang carcasnya rigid (hard) di Jerez thn lalu.

    Di sinilah Yamaha (Rossi khususnya) mungkin keliru.. Mungkin ya (opini saya).. Dia pake standar data thn lalu untuk settingan kemarin di Jerez.. Ban udah beda, kondisi suhu beda, M1nya sdh yg 2017 dll.. Dan yg terjadi sdh kita tahu semua..

    Problemnya kelihatannya kompleks, ban baru Michelin belum klik sempurna, suhu trek yg beda pagi dan siangnya, motor baru M1 ’17 mereka belum punya data yg cukup untuk settingan yg pas, dll… Ribet itu tugasnya enginer Yamaha untuk mencari masalahnya dan mencoba mencari keseimbangan motor yg baru.

    Tapi hari ini ada tes ya.. Kita lihat saja nanti..

    • jadi ente mau nyalahin pemanasan global aka global warming
      hmm
      leh uga
      kalau ga menang harus ada yg disalahin ya
      vinales juga di detik sport tertulis
      ini bukan salah saya
      wkwkwk

      • Seharusnya baca Crashnet atau motomatter atau motorsportnya mat oxley. Media lokal kadang salah ttanslate atau mempersepsikan lain.. Tapi itu pendapat saya, bisa saja salah.

      • ok merujuk kje crash net yah

        > “What I say is that in the morning I was feeling really good, everyone can see that my lap times were really constant. Good on the line, good on the braking points.”
        > “This afternoon was totally different and a disaster on the braking point. I was braking 30 meters earlier than this morning. Finally I don’t know we are losing so many points and -it was I think not our fault. –
        > So the fault was with Michelin? “I cannot tell you,” he said.
        itu isi berita di crash bertajuk
        vinales-i-crashed-in-austin-with-same-problem

        inti beritanya dgn yg di detik sport ga jauh beda
        ktika di intrvw si eMViK ga bosen belagu ngebahas pre race, warm up yg gemilang, dan mnyesalkan hasil race
        versi crash dya bilang “it was i think not our fault-
        kalau di indonesiakan bukan salah kita (kami)
        so now what ??!!
        ya kecuali toefl lu jongkok dibawah 370 ya wassalam nikung.

      • Saya alhamdulillah kalau TOEFL 369 misalnya.. Saya asli Indonesia bisa tahu sedikit ‘bahasa lain’ itu sdh bagus banget..

      • alhamdulillah mas kalau begitu,
        saya ga terusin ngebully nya
        sungkan
        wkwkwk

    • Hayden 2006 Jurdun cuma 2 Podium 1 bro, jangan ragu dulu. Time will tell lah….

      • Hayden 2006 jurdun karena yamaha saat itu motornya BUTUT, pembalapnya Apes, mosok mau finish mesin mati, ban bocor, mesin ngebul (saat itu sembalap yamaha kemungkinan balap pake pig son 8000 rpm ngebul, hmm siapa ya? Pura2 lupa)… itu baru juara hibah… lah skr yg butut bukan honda…. Yamaha lagi…. bkin analisis itu pake otak jangan cuma pake bacott

      • Idih, bahasa apaan tuh? Jaga mulut mas. Saya cuma menekankan bahwa segala sesuatu bisa terjadi. Musim masih panjang. Beretika lah dikit dalam berbicara!

      • Ya musim itu Yamaha mengalami banyak masalah mekanikal.

        Hayden salah satu pebalap yg hebat dan baik. Di musim 2006 selisih championship dgn Rossi hanya 5 poin.

        Hayden dg Honda menang di 2 race sedangkan Rossi dg Yamaha menang race 5 kali.

        Race terakhir yg menjadi penentu, Rossi kurang beruntung karena crash.

        Honda’s RCV dan Yamaha’s M1 motor yang luar biasa, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Saat ini, memang yg paling balance Yamaha.

        Yang bilang sendiri itu bosnya Honda Shuhei Nakamoto-san.

        Honda semakin hari semakin improve. Satu hasil buruk Yamaha tdk menjadikannya motor yg jelek krn ada faktor lain yg berperan. Ban, grip, suhu, dll…

  6. Rossi kurus bgt dan sudah menua, pensiun saja mbah rossi jaga kesehatanmu mbah rossi namamu sudah legenda motogp

  7. ekekekekek

    mungkin rossi lagi
    leha2 lihat poin masih
    memimpin …

    ????

  8. Masih bnyk race,,,tetep semangat,,Oh y,Lek hri kawasaki jadi diskon gede2an apa kagak?????

  9. Inget kata pak bambang, honda makin panas makin kencang
    Yamaha makin panas makin letoy

    Dah terbukti kan

  10. “Semua bisa punya ninja”
    Gimana lanjutanya lek
    Jadi d jual berapa tuh mono

  11. Kombinasi M1, Bridgestone, dan Lorenzo adalah yang terbaik. Itu masa yang sudah berlalu

  12. cak cak… apa bedanya musim 2016 dengan 2017 bagi rossi (yamaha).. motor sama2 4inline, mesin sama big bang, ban sama2 micheline.. ngono cak

Comments are closed.