iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Ngelus dada cak…..tertegun saat IWB membaca kecelakaan kembali terjadi dijalur Puncak hari ini jam 10.30 pagi. Masih hangat di benak kita kecelakaan seminggu lalu ditempat yang sama dengan korban tewas yang lumayan banyak. Tapi kecelakaan yang baru saja terjadi membuat IWB terperangah. Di jalur Puncak desa ciloto Kecamatan Cipanas Cianjur merenggut korban lebih banyak yakni mencapai 11 tewas. Pertanyaannya…kenapa hal itu bisa terjadi?. Apakah ini bukti kegagalan proses KIR?…

Menurut informasi yang IWB baca, korban tewas mencapai 12 orang merupakan campuran antara penumpang mobil angkot, motor serta penumpang bis itu sendiri. Bis pariwisata Kitrans bernopol B7058 BGA menghajar Avanza Silver bernomor polisi B 1608 BKV serta setidaknya 8 pengendara lain yang bisa IWB jabarkan sebagai berikut….

– Toyota Avanza . Warna silver no. Pol B-1087-BIO
– Toyota Rush. Putih. No. Pol B-1672-PYW
– Toyota avanza . Silver. No. Pol B-1608-BKV
– Sepeda motor suzuki Satria. Biru. No. Pol B-6917-BHK
– Sepeda motor yamaha mio. Merah. No. Pol B-4503-BBI.
– Sepeda motor vario. Merah. No. Pol B-3370-BQG
– Sepeda motor vario. Merah no. Pol B-4503-BBI
– Angkot jurusan Cipanas-Puncak

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Ngeri tenan to cak…..bener-bener luar biasa ki. Apalagi melihat dari kondisi kendaraan yang ditabrak bisa dipastikan bis meluncur pada kecepatan tinggi. Terus apa yang terjadi ??. Menurut aparat kepolisian Kasubdit bin gakkum ditlantas Polda Jabar yakni AKBP Matrius dugaan sementara kecelakaan adalah tidak bekerjanya perangkat rem sebagaimana mestinya….

Dugaan dikuatkan dari beberapa saksi mata yang menginformasikan teriakan kenek lewat jendela bis bahwa rem blong satu kilometer dari kejadian. “Dugaan sementara bus mengalami rem blong. Satu kilometer sebelum terjadi kecelakaan kernet mengeluarkan kepalanya dari jendela sambil teriak rem blong…” seru Matrius seperti dilansir Tribun. Artinya kejadian mirip dengan kecelakaan seminggu lalu di sekitar tanjakan Selarong Puncak Kabupaten Bogor. Byuhhh….

Rem blong sebenarnya bisa dicegah jika kendaraan dalam kondisi fit. Untuk angkuta umum kinerja mesin, kaki-kaki, rem….semuanya harus dicek sebab taruhannya adalah nyawa orang lain. Namun harus diakui bahwa kadang pengusaha meremehkan menunda-nunda penggantian part dengan cara kanibal ataupun pembiaran jika ditemui part aus. Sing penting untung…kira-kira demikian. Diperparah kurang ketatnya uji KIR……

Tidak heran kita diseret pada pemikiran tersebut. Karena seperti yang kita tahu, tanggung jawab mengenai kelayakan kendaraan angkutan umum adalah instansi yang mengurus proses KIR. Jelas kecelakaan dengan kasus yang sama yakni rem blong adalah pukulan telak. Lawong uji KIR wae seringkali menggunakan calo biar cepet (intip disini untuk biaya dan tentang uji KIR). Lha ngene koq kon benerrrr….mawutt rekkk….

Last…..IWB berharap ada tindakan kongkret dari segala unsur agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Baik uji KIR (diperketat) serta edukasi pada sopir bus agar tidak ugal-ugalan. Ngeri pakde…kalau gini kita jadi was-was didepan bis atau truk. Jangan-jangan diseruduk ki. Kita bener…kendaraan 100 % sehat namun karena ketidak beresan kendaraan lain….nyawa terancam. Selalu berdoa dan keep safety riding. IWB juga Ikut berbela sungkawa terhadap keluarga korban dan mendoakan korban meninggal tenang disisinya.  Amin YRA. Innalilahi wainnailaihi roji’un……(iwb)

Video-video rekaman kecelakaan Puncak 30 April 2017

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!