iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pokoke disampluki ngiwo nengen cak. Maverick Vinales berhasil membuat semua mata terpukau menampar para seniornya karena mampu langsung mendobrak pada sesi latihan bebas pertama di Sirkuit termas De Rio hondo Argentina. Hasil tersebut semakin mengukuhkan kemampuan pembalap Spanyol ini. Pertanyaannya Kenapa Valentino Rossi lebih kedodoran dibanding Vinales?. Apakah ada yang salah dengan motor Rossi??…..

Tidak ada yang bisa membantah Valentino Rossi adalah pembalap tangguh. Dalam sejarah karirnya Doi masuk sebagai pembalap legendaris yang mampu mengoleksi kemenangan luar biasa banyak. Namun di awal musim 2017 doi seakan tenggelam oleh ketajaman Vinales yang berhasil menjadi juara di pembukaan Qatar. Kini Maverick juga membuat kejutan lain dengan menjadi pembalap tercepat pada hasil latihan bebas pertama di termas de Rio hondo Argentina disaat Rossi hanya menempati posisi 16….

Secara umum kita tidak perlu ragukan talenta Valentino Rossi ataupun Maverick Vinales. Namun pada kasus Yamaha di tahun 2017, bisa dipastikan Vinales mampu beradaptasi lebih cepat dibandingkan dengan Valentino Rossi serta timnya.  Kita tahu saat ini Vinales dipegang oleh mantan mekanik Lorenzo yakni Ramon Forcada. Secara skill oprek crew chief iñi tidak perlu diragukan pengalamannya…

iklan iwb

Digabungkan dengan skill serta talenta dari Vinales duet mereka memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Praktis adaptasi juga semakin cepat. Setiap feedback ataupun input mampu diterjemahkan oleh Ramon forcada serta tim dengan baik. Kondisi ini juga diakui oleh Valentino Rossi yang mengaku lebih lambat beradaptasi dibandingkan dengan team mate-nya. Simak penuturan Vale seperti dilansir Crash….

Semua adalah kesalahanku karena aku butuh waktu lebih untuk mengerti motor dibandingkan Maverick. Aku butuh lebih banyak kilometer. Tapi secara umum kita sudah tampil sangat baik. Masuk di podium (Qatar) dan yang terpenting adalah jarak ku dengan pembalap pertama tidak jauh…” seru Vale….

Pasti sampeyan bertanya, kenapa Vale harus beradaptasi kembali?. Sebagai informasi di tahun 2017, Yamaha memperkenalkan new YZR M1 dengan spek dan beberapa ubahan yang membuatnya berbeda dibandingkan versi 2016. Khususnya pada engine dan sasis….Yamaha fokus pada kemampuan masuk tikungan serta penyaluran tenaga ke ban. Sedang motor 2016 dialihkan untuk tim satelit Yamaha Tech 3 (Johan Zarco dan Jonas Folger)……

Rossi sendiri mengaku lebih menyukai motor 2016. Tapi Iwata meyakinkan versi 2017 lebih banyak ruang untuk berkembang. Artinya pusat lebih menyukai jika Valentino Rossi menggunakan motor 2017. Diperparah dengan kompon baru 2017 yang dibawa Michelin memberikan feeling negatif disisi depan. Itulah kenapa proses adaptasi diperlukan dan bisa disimpulkan Maverick Vinales mampu lebih cepat beradaptasi dibandingkan Rossi….

Yang kedua usia cak. Umur ki ora ngapusi. Di tahun ini Valentino Rossi sudah berusia 38 tahun. Dan di usia tersebut feeling ataupun insting pasti sudah menurun jauh. Olah raga hanya memperlambat namun tidak bisa mencegah. Ora usah adoh-adoh….IWB wae sekarang ciut nyali dan sering miss kalkulasi jika di suruh geber motor pada kecepatan tinggi. Beda dibandingkan saat masih muda. Semua natural dan manusiawi. Oleh karena itu jika Valentino Rossi di usia yang sudah cukup umur bisa masuk podium, sebenarnya merupakan prestasi yang sudah luar biasa…..

Last…..dengan segala sodoran analisa diatas, IMHO IWB cukup pesimis Valentino Rossi mampu meraih juara dunia tahun ini. Walaupun masih banyak yang berharap The Doctor bisa mencatatkan sejarah dengan juara dunia ke-10, kehadiran Vinales harus diakui akan menjadi batu pengganjal serius. Kecuali Valentino Rossi mampu membuat keajaiban….wehhhh lek kuwi jiannnn istimewa tenan. Nah pakde….kira-kira demikian. Btw…apakah sampeyan punya opini lain soal ini ? (iwb)

iklan iwb
Previous articleBertemu Suzuki Crystal di Malaysia….wahhh, jadi teringat jaman muda euy !
Next articleNgintip motor matic dan bebek di Malaysia……waduh, lampu sein njengat keluar cak !
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!