iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Kangbro…IWB tersenyum saa pertama kali mendapatkan surel berisi artikel singkat tentang kondisi motor di Cina. Negara dengan penduduk terbesar didunia ini ternyata memiliki karakter unik tentang roda dua. Penjabaran dan gambaran dari cak Anggun Satria langsung dari negara Cina yang membuat IWB bisa menyimpulkan bahwa kita tetaplah beruntung. Herannya cak…kang Satria ini jebule bisa mengulas sebuah artikel yang gaya bahasanya mirip dengan IWB. Nahhh…penasaran to seperti penuturan doi?. Cekidot cak…..

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kang Iwan, saya silent reader di blog sampeyan, bukan pakar otomotif, FB ataupun yang punya background detail permotoran dan permesinan, hanya penikmat saja. Terima kasih sudah dihadiahkan artikel-artikel menarik dan menambah wawasan sampai saat ini…

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Saya cuman share sedikit cerita saat saya di Hangzhou – China (kebetulan pas lagi ada kesempatan berkunjung disini). Yang perlu dicatat share cerita ini hanya berdasarkan apa yang saya lihat dan rasakan saat disini. Belum bisa menggambarkan secara utuh kekuatan bikers dan segmen roda dua baik di Hangzhou sendiri ataupun China secara utuh. Kalau ada kesalahan dan jauh dari kebenaran, saya mohon maaf didepan…..

Jian betapa dimanja dan bersyukurnya bikers Indonesia dengan “kebebasan” menikmati motor-motor wahid dikelasnya. Itupun tak urung juga dengan peraturan pemerintah yang saat ini masih men-support pengembangan otomotif di tanah air….

Lha piye ora mbrodol cak bila dibandingkan dengan di kota Hangzhou – China ini (secara kebetulan ada kegiatan di sini J) dimana variasi kendaraan roda dua minim dikarenakan ketatnya peraturan pemerintah untuk menurunkan polusi udara. Wis to biker fanatic Indonesia iso nangis ngunthal sandal Swallow nang kene…..

Jika pasaran di Indonesia didominasi oleh sepeda motor bahan bakar fossil, maka disini kebalikannya, sebagian besar sudah memakai tenaga listrik. Sangat minim di kota ini ditemukan motor dengan bahan bakar fossil berkeliaran dijalan apalagi sekelas moge (pernah melihat dan bisa dihitung dengan jari salah satu tangan saja…mungkin “kuper” juga bisa jadi penyebab nya… J)….

Bentukan motor electric nya seperti apa seh? Silahkan cekidot Kang, semoga tidak terkojel-kojel (iki ngono iso di-bully bikers Indonesia atau disampluk sandal Swallow karo FB…J)

Piye Kang Iwan? Yahut opo ora? Secara kedepannya Indonesia juga punya potensi untuk menelurkan motor dengan tenaga listrik, mungkin ada baiknya bila team RnD pabrikan mengusung model motor listrik dengan selera pasar bikers Indonesia. Segi positifnya Kang, sudah banyak SPBU-SPBU pengisian tenaga listrik dijalanan, kondisi baik dan menurut penuturan rekan disini tidak ada yang “dicolong”.

Lah piye penampakan motor tenaga fossil? Secara peraturan targetnya adalah menekan tingkat polusi, maka motor yang terlihat adalah generasi zaman dahulu kala sebelum banyak disuntik mati. So bahasane sampeyan Legend Cak (disini loh J). Meskipun pernah melihat “sepertinya” moge kelas wahid (tidak sempat lihat detail) di jalan (cuman lihat 3 – 5 biji selama disini). Motor yang saya sebutkan diatas Lek Iwan, yang banyak penampakan nya adalah Suzuki berikut….

Suzuki GS 125 Di Cina

Iso disebut legend opo ora Kang J? Sampai-sampai ada tiruannya dengan merek China (belum tahu apakah diganti sticker-nya atau memang murni made in China). Ini bocorannya….

Qingqi (motor klonengannya Suzuki GS125)

Lha terus merek Jepun liyane gimana? Selama saya disini pernah melihat 1 motor Honda dengan tipe Tiger/Mega Pro keluaran pertama kalinya. Kawasaki Ninja 250 model yang FI pernah termonitor 1 kali. Yamaha belum pernah melihat sama sekali sampai sekarang….

Yang ngakak lagi Kang, ada motor model disinyalir seperti “KTM Duke” dan model motor-motor street fighter Eropah, dari jauh gagah dan auranya memancar tetapi setelah didekati mesinnya kopong karena menggunakan tenaga listrik dan ban nya bisa dibilang cungkring J. Sayang nya no picture saat mau mengabadikan karena keburu sudah kabur motor nya (playon yo tetep kalah meskipun sama motor listrik).

Wes, segini dulu share nya Kang. Cerita ini hanya sekelumit waktu saat saya singgah di Hangzhou – China. Hangzhou adalah daerah yang luas (apalagi China secara utuh) dan saya hanya bertempat di “area operasi” yang sangat kecil, jadi referensi ini tidak bisa dijadikan sebagai gambaran utuh kekuatan bikers dan segmentasi pasar motor roda dua di China. Ojo lali, disyukuri wae kondisi Indonesia dengan segala varian motor dikelas-kelasnya saat ini, ojo cuman eker-ekeran DOHC VS SOHC, cakar-cakaran podo dulur satu aspal, dinikmati ae sing kalem….

Anggun Satria

Juozzz gandozz cak Anggun. Ulasan sampeyan bikin IWB ngowoh. Boso koq memper ngeplek IWB ngono ki piye?. Sampe garuk-garuk alis kayak baca artikel IWB sendiri. Dan jawaban cak Satria singkat..” Lha piye bahasane ora podho Kang, wacanan sabendino ne Warung IWB…hehehhee. Btw, suwun yah Kang atas artikel2 di warung nya. Sangat memberikan pencerahan dan update kekinian. Sukses selalu untuk Kang Iwan, keluarga dan Blognya…”serunya. Aminn YRA. IWB yang malah haturkan terima kasih…

Last….dari sisi emisi gas buang tindakan negara Cina patut diapresiasi dengan peraturan ketat atas hadirnya motor bahan bakar minyak. Namun dari sisi biker…jelas kita termasuk beruntung cak. Tidak ada regulasi yang mengekang sehingga macam ragam motor bisa kita nikmati. Sampeyan bayangin wae kalau ada aturan harus motor listrik…sing ono ngaplo ora iso gaya. Lawong di gas motor nggak ada suaranya blas. “Wuzzzzzzzz” ngono thok. Btw..suwun buat kang Satria hati-hati dinegeri seberang. Salam juozzz gandozzzz ! (iwb)

Credit : Anggun Satria/reader IWB

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!