iklan iwb
iklan iwb
Markas KYT bersama mz Mugi

Iwanbanaran.com- Kangbro….helm dewasa ini sudah menjadi tren. Kaum hobby bertebaran dan begitu mengidolakan pelindung kepala tersebut. Apalagi bagi yang demen koleksi….wis pasti disikat cak walau harganya selangit. Nah…untuk yang duitnya pas-pasan, biasanya kita akan hunting mencari helm bekas branded. Harapannya jelas…gengsi naik dan safety meningkat. Tapi tahukah sampeyan membeli helm bekas sebenarnya tidak direkomendasikan?. Lhoo….emange kenapa??…

Ngobrol dengan kang Mugiyono sebagai tim ahli dari KYT helmet dimarkasnya Cibitung, IWB banyak konsultasi soal helm pada doi. Pria kalem dan sabar ini menuturkan tentang kegunaan masing-masing komponen lapisan helm. Seperti yang pernah IWB bahas diartikel sebelumnya…helm terbagi atas cangkang luar (bisa ABS atau karbon kevlar)…dilapisan kedua EPS Shell baru foam atau kain busa dilapisan ketiga. EPS termasuk komponen inti kedua. Dan ini yang paling vital cak….

Pada helm…density atau tingkat kekerasan EPS sudah diukur. Dan ini sangat vital karena dua komponen inti yakni cangkang luar serta EPS-lah yang akan menyerap besarnya gaya benturan. “Saat terjadi benturan ekstrim….shell akan berusaha memecah gaya benturan, lalu EPS akan menyerap gaya tersebut agar tidak sampai otak. Dan ketika itu terjadi….kepala dalam aman sebab gaya kinetik sudah diserap EPS. Dan saat terjadi benturan density EPS bakal berubah dan kalau diperiksa akan ada crack micro. Alhasil jika ada benturan ekstrim kedua, daya serap tidak akan sebagus diawal…“seru kang Mugi. Artinya apa??….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Resiko kerusakan akan jauh lebih besar mengancam kepala pada benturan kedua dibanding benturan pertama. Oleh karena itulah sebenarnya sangat tidak disarankan bagi biker membeli helm bekas kecuali sampeyan tahu history helm tersebut. “Bisa saja selama kita yakin helm yang kita beli tidak pernah jatuh. Tapi jika tidak, mending jangan karena resikonya besar...”seru kang Mugi. Wealahhh…ngono to. Infonya mantap ki. Nah…tambahan informasi lain adalah…helm ideal maksimal 2 tahun. Diluar itu lebih baik kita beri baru lagi untuk kinerja dan proteksi maksimal….

Last….helm bekas cukup sulit melacak apakah helm sudah pernah atau jatuh atau belum. Hal ini dikarenakan mudahnya helm direstorasi agar pernish atau vinyl seperti baru lagi. Hal inilah yang harus kita perhatikan dengan seksama khususnya jika ada jual beli helm bekas. Intinya cak…pastikan helm nggak pernah jatuh sama sekali. Ngono wae. Piye..dari sini wis mudeng ? (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!