iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Tanjakan luar biasa tinggi dipuncak penanjakan gunung Bromo membuat IWB cukup ngeri saat jeep 4 WD meraung berusaha mengerahkan tenaganya. Hawa dingin serta minimnya pencahayaan dilibas dengan santai oleh driver yang merupakan penduduk asli dipuncak gunung Bromo. Sesekali doi berusaha menjaga jarak dengan rombongan depan untuk menjaga keamanan. Asli cak….entah kenapa IWB cukup tegang. Lawong tingginya ampun tenan. Kalau boleh milih sih mending IWB nunggang Kawasaki Versys250 keatas. Namun demi keamanan KMI tidak memberikan jadwal tersebut. Jadi IWB-pun mencoba menikmati tanjakan ekstrim. Sayang jalur yang cukup padat membuat jeep tidak bisa melanjutkan perjalanan. IWB pun terpaksa turun dan melanjutkan dengan jalan kaki. Weekksss…tobaaat mana dingin bangettt. Maklum cak baru jam 3 pagi…tobat njarannnn….

Turun dari jeep, hawa dingin langsung menyeruak masuk kulit dan hidung. Waduh…koq nafas jadi susah bener yak. IWB awalnya berusaha ngikutin rombongan yang langsing-langsing. Mereka saja seperti kesusahan berjalan menyusuri jalan yang tinggi bener. Weehhh…opo maneh IWB. Disisi lain….tukang ojek banyak bener terus nempel ke IWB. “Ojek mz…ojek. Masih jauhh nih. 10 ribu rupiah aja mz..”teriak mereka. Disanalah IWB melihat….motor jaman IWB muda banyak bener….

Yup…GL Pro yang nyaris tidak pernah IWB lihat di Jakarta, di Bromo bak ikan teri. Selain GL-Pro…adiknya si Max juga menjadi tunggangan warga Bromo. Akehhhh cakkk….jian keren ki. Tanpa berpikir panjang…IWB pun langsung lompat kejok salah satu GL Pro. “Horaaa sudi timbang rekoso..”batin IWB. Teriakan mesin khas GL meraung. Yang IWB heran….suara mesin termasuk prima. IWB bisa bedain mesin sehat atau sakit. Dan untuk ukuran motor tua, engine cukup mengejutkan. Estimasi IWB motor sekitar keluaran 1995-1999….

iklan iwb

Singkat cerita, IWB pun turun kembali menggunakan jeep. Disanalah IWB bertanya pada mz Sopir yang kebetulan disamping IWB. “Mz…disini saya lihat banyak banget ya Honda GL Max sama Pro. Kenapa nggak motor lain mz yang masih muda?..“tanya IWB. Mz sopir langsung menjawab. “Buat nanjak kuat mz GL. Mesin juga bandel nggak gampang rewel. Selain itu irit, masih karbu jadi gampang kalau ada apa-apa...”seru mz sopir. Matanya tetap fokus kedepan. Hhhmm….menarik ki. Tapi IWB masih penasaran….

Itu kan motor tua mz. Gimana soal spare partnya kalau rusak. Apa nggak susah?“pancing IWB. “Wah…justru sparepart GL banyak banget disini mz. Nggak susah. Semua bengkel punya sparepartnya kalau ada kerusakan. Nggak masalah…”tukas doi. Ealahhh….ngono to. Jadi sparepart melimpah. Padahal mesin sudah jadul cak. Yup…seperti yang kita tahu…AHM sudah menyetop¬†produksi GL Max hampir 12 tahun lalu atau tepatnya 2005. Sedang GL Pro sudah selesai ditahun 1999. Hebatnya…sparepart katanya gampang kangbro. Ampuh dan sakti tenan ki wong Bromo….

Last…selain suplai pabrikan atau vendor, sparepart bisa saja merupakan hasil kreasi dari para bengkel disana. Keunggulan mesin GL adalah konfigurasi yang simpel dan tidak neko-neko. Selain itu material mesin memang jempolan. Buatan era 1990-an IWB harus akui. Terbukti walau usia sudah uzur motor cing cai diajak nanjak ekstrim. Ngebonceng IWB yang super gambot iso santai pakde. Diluar jeroan, setidaknya dari sasis, swing arm, headlamp dan part lain IWB lihat masih orisinil. Edian juga yak. Motor sekarang?. Entah kenapa IWB nggak yakin masih bisa sebaik mereka ¬†di 12 tahun kedepan. GL series?. Emang legend ki motor. Ediannn…(iwb)

iklan iwb
Previous articleUpdate….Suzuki V-Storm 250 berpotensi besar dirilis ditanah air. Berikut prediksi kelahirannya…..
Next articleSuzuki GSX-R150 laris manis…..pesanan yang masuk capai 3500-4000 unit !.Woww…
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!